Tahun 2014
Waktu berjalan begitu cepat bagi mereka yang bahagia sedangkan berjalan begitu lamban bagi mereka yang bersedih.
Bagaimana dengan prabowo?
Bagi sosok prabowo tidak ada tempat bagi kedua hal itu. Ia memfokuskan diri pada bisnis-bisnisnya. Ia ingin menjadi bagian dari deretan pemimpin indonesia yang ikut memajukan indonesia dengan cara-cara serta ide-idenya.
2014 ini, prabowo subianto maju sebagai capres nomor urut 2 bersama pasangannya hatta.
Flashback 2 bulan yang lalu
Prabowo menghubungi titiek secara pribadi mengajaknya untuk bertemu.
Pertemuan itu dilakukan di yogya disalah satu rumah kerabat keluarga cendana.
Diperjalanan dimobil prabowo beberapa kali merapikan rambutnya dikaca mobil.
Hal itu menarik perhatian kedua ajudan yang ada didepan, mereka sekilas saling pandang namun tak bersuara maupun berekpresi apa-apa diwajahnya.
Dalam hati prabowo deg-degan juga.
Sebelum pertemuan ini ia sudah berbicara dengan hashim dan beberapa orang lainnya seperti fadlyzon dll soal ia akan meminta dukungan dari keluarga cendana. Beberapa mendukungnya, namun juga ada kekhawatiran mengingat rumor keluarga cendana yang masih tercium tidak sedapnya mengingat tragedi lengsernya presiden soeharto.
Hashim mendukung saja keingin abangnya itu, silahkan prabowo berjuang dengan caranya dan hashim juga akan melakukan hal yang sama, toh tujuan keduanya sama.
Prabowo tersentak saat mobil berhenti, dari dalam mobil ia dapat melihat titiek dan tuan rumah keluar menunggu dirinya.
Ia melangkah pasti turun dari mobilnya. Senyum sekilas nampak diwajahnya namun tetap dengan penuh wibawa.
Titiek menyambutnya lebih dulu, keduanyanya bersalaman dan berpelukan singkat saling menepuk pundak sampai prabowo berpelukan dan bercengkrama dengan tuan rumah.
Sebagai mantan suami titiek. Tentu prabowo juga kenal betul dengan empunya rumah. Ia menyambut prabowo dengan hangat. Bahkan niat kedatangan prabowo juga disampaikan prabowo dengan berterus terang.
Titiek mendengarkan dengan serius "seperti yang titiek pernah bilang sebelumnya, mas sebaiknya ke mba tutut dulu" tutur titiek lembut.
Hal itu disetujui oleh prabowo. "Karna itulah saya kemari" jawab prabowo.
Titiek mengerti. "Nanti titiek bicara dulu dengan mba tutut, baru titiek kabari lebih lanjut. . Sebenarnya mas tidak perlu repot-repot kemari, tinggal bilang lewat telpon saja pasti titiek lakukan yang terbaik" jelas titiek.
Belum prabowo menjawab, siempunya rumah sudah menimbali "tapi kalo bicara lewat telpon ya gak ketemu dong. . Iya to mas? "
Sontak saja ucapan itu membuat keduanya salah tingkah. Prabowo dengan tawa kecil renyahnya sementara titiek dengan pipi merahnya.
Dua jam lebih prabowo disana sebelum akhirnya pulang. Titiek melihat kepergian prabowo dengan mata yang tidak bisa dijelaskan.
Tak berselang lama, beberapa hari kemudian prabowo sungkem kerumah tutut soeharto dan disambut dengan baik, tampak mamiek juga ada disana. Dukungan diperoleh prabowo dari tutut dan yang lainnya.
End
Kembali ke sekarang. Beberapa dari barisan pendukung prabowo terbelah soal dukungan dari keluarga cendana. Ada yang positif dan ada tang negatif.
Pro berpendapat bahwa dengan dukungan dari keluarga cendana ini dapat memperbaiki citra prabowo yang dianggap tidak becus mengurus keluarga dan tidak akur dengan mantan keluarga mertuanya.
Sedangkan kontra berpendapat bahwa dukungan dari keluarga cendana akan membawa citra buruk bagi prabowo sebab kasus yang masih begitu melekat dengan keluarga mantan presiden kedua itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KESETIAAN
FantasíaKisah ini bukan tentang titiek dan prabowo, kisah ini tentang penyatuan dua keluarga yang besar, berpengaruh pada masanya. Dua keluarga yang sangat berbeda budaya dan latar belakangnya. Banyak yang berkata, kisah mereka berakhir dengan tragedi nan...
