Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Singapura, 23 Desember 2008

6.9K 220 164
                                        

Flashback
29 januari 1998
Selesai serah terima jabatan pangkostrad prabowo menghadiri banyak sekali pertemuan hari itu. Ia mendapatkan banyak sekali ucapan selamat dan pujian dari rekan-rekannya.
Bahkan kivlan dan glenny membawa saputangan kecil sebagai hadiah yang membuat prabowo terkekeh tertawa.
"Ya terimakasih, terimakasih" begitu suara prabowo disambung tawanya.

Segala puncak karir terasa begitu tinggi menghampiri prabowo. Bintang 3 dan jabatan tinggi yang pernah ditanggung mertuanya kini ia peroleh diusianya yang sangat muda.

Setiap ada kepopuleran tentu juga dibarengi dengan prasangka dan tuduhan-tuduhan. Salah satu prasangka sebagai mantu presiden lagi-lagi disebut sebagai pemulus langkah karirnya yang melesat tajam. Tak ada yang mengingat seperti apa sepakterjang nya dikemiliteran, bertaruh nyawa selalu digaris depan pertempuran seolah bukan apa-apa jika dibabdingkan statusnya sebagai seorang memantu presiden.

Namun prabowo tidak ambil pusing, hal seperti itu sudah dari awal karir ia rasakan saat telahir sebagai keluarga djohohadikoesoemo.

Selepas sholat magrib prabowo bergegas pergi ke cendana sebab mendapat panggilan dari pak harto.
Prabowo melihat titiek rapi juga.
"Mau kemana?" Tanya prabowo.

"Ikut mas kerumah bapak" jawab titiek lembut.

"Loh saya pikir ada hal penting, apa ada tamu?" Tanya prabowo lagi.

"Ya memang ada acara penting, bapak buat acara. Didiet sudah disana duluan"

"Acara apa?" Tanya prabowo heran sambil melihat jam ditangannya sudah hampir tepat jam yang ditentukan. Prabowo tidak menunggu jawaban titiek. Sebab langsung mengajak titiek bergegas. Prabowo tidak suka terlambat dan tidak pernah terlambat.

Sampai dicendana keluarga sudah berkumpul disana, hanya keluarga inti saja. Prabowo juga bersalaman dengan ipar-iparnya yang lama tidak bertemu seperti suami tutut dan mamiek.

Tidak lupa ia juga sungkem kepada pak harto. Prabowo tampak biasa saja, ia melihat tumpeng nasi kuning diatas meja. Tidak banyak bertanya prabowo mendengarkan pak harto memulai pembicaraannya.

Prabowo terheran saat pak harto memanggilnya untuk berdiri lebih dekat dengannya. Rupanya tumpeng itu adalah acara kecil yang adakan pak harto untuk selamatan jabatan barunya. Prabowo tersenyum simpul saat mengetahui hal itu.

"Bapak merasa tenang sebab salah satu dari anak bapaklah yang memegang posisi penting ini. . Rasanya diserbu dari penjuru manapun presiden akan baik-baik saja selama anak sendiri yang jadi pelindungnya"

Prabowo langsung sungkem mendengar ucapan itu, pak harto mencium pipi kanan dan kirinya sebelum memeluknya dengan erat. Bangga dan haru begitu terlihat diwajah titiek.

Prabowo memberikan potongan tumpeng pertama kepada pak harto, sebelum kepada saudara-saudara yang lain. Semua mengucapkan selamat atas jabatan baru prabowo.
"Selamat ya mas" begitu yang terdengar dari para adik seperti mamiek dan tomy serta "selamat ya bowo atau selamat ya dek" dari para kakak seperti sigit,bambang dan tutut serta yang lainnya.

"Selamat ya mba, buat jabatan baru mas bowo" ucap mamiek.

"Makasih dek.."

"Bapak kelihatan senang sekali lo. . " Balas mameik lagi sambil tersenyum.

"Iyaa, anak kesayangan bapak" ucap bambang cepat

"Mas kok bicara seperti itu, mana ada kesayangan. . Semua bapak sayang sama" jawab titiek.

"Semoga dengan jabatan baru ini bisa mempermudah kita ya, bukan justru mempersulit rejeki keluarganya sendiri" sindir bambang lagi.

Tutut yang mendengar hal itu melototkan mata kepada bambang untuk tidak merusak suasana.

KESETIAANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang