Hari senin yang berbeda

1.1K 101 0
                                        






Pagi senin kembali terulang, semua kembali seperti sebelumnya, Al yang rempong sana sini dan Gavin yang santai memasak di dapur sambil membaca headline berita di iPad nya. Namun tiba-tiba kedatangan seseorang mengubah senin mereka kali ini.

"Kamu mau apa pagi-pagi kesini?" Tanya Gavin di depan pintu sesaat setelah membuka pintu dan mendapati Kanaya di sana berdiri dengan beberapa bawaan entah apa.

"Ini hari ini, Al pasti buru-buru, sana minggir, aku bawain dia bekal" ujar Kanaya lalu mendorong Gavin dan berjalan masuk dengan santai.

"Al!!!" Panggil Kanaya yang sontak membuat pemuda yang baru saja berlari ke halaman belakang itu kembali.

"Loh, tante?"

"Hai, eh astaga, kenapa masih pake kolor, bajunya mana?" Ujar Kanaya seraya tertawa melihat anaknya yang baru menggunakan kolor tanpa atasan dan rambut yang masih basah, anak itu tampak segar baru selesai mandi.

Al menyengir, "Ada di kamar tan, Al lagi nyari kaos kaki, kayaknya ketinggalan di jemuran"

"Astaga, sana masuk pake baju, tante yang cariin"

"Eh gak usah tan, aku bisa sendiri"

"Mau telat kamu? Hari senin upacara kan, jadi sana deh siap-siap"

Al mau tidak mau kembali ke kamarnya memakai baju, dan menyiapkan tas sekolahnya. Saat selesai, Al keluar kamar namun ia kembali diomeli.

"Al, nyisir dulu, itu rambutnya juga masih basah-basah. Sini tante keringin" omel Kanaya menarik tangan Al agar duduk di sofa, lalu entah darimana Kanaya mendapatkan handuk untuk mengeringkan rambut Al.

Sementara Al hanya cengok sendiri, kejadiannya terlalu cepat, baru ia akan menolak Tante Naya sudah menariknya lebih dulu, jadi ia pasrah saja membiarkan teman Papa nya itu mengeringkan kepalanya.

"Lain kali, keramasnya gak usah lama, nanti kalau kepalamu kena matahari, panas bisa pusing, kalau bisa senin gak usah keramas, atau keramasnya hari minggu"

"Iya tante" ujar Al manut

"Kalau senin gini, Al suka telat gak?"

"Gak sampai telat sih tan, tapi pas banget aku nyampe nya sedetik sebelum gerbang di tutup"

Kanaya tergelak mencubit bahu Al, "Untung ya, makanya kalau senin, siapin semua perangkat sekolahnya dari malam"

"Udah tan, suwer, Al udah nyetrika baju, buku juga udah Al masukin di tas, kaos kaki biasanya Al taro di atas sepatu yang udah Al cuci, tapi anehnya kalau udah pagi senin semua hilang"

Tawa Kanaya menguar membuat suasana pagi senin di rumah itu sedikit berbeda, "Bisa-bisanya ahaha emang kaos kaki sama barang-barang kamu bisa jalan tiba-tiba ngilang"

Al ikut tertawa, "Gak ngerti lah tan, pokoknya senin tu, nyebelin"

"Iya sih bener nyebelin, tapi kamu harus semangatnya di sekolahnya nanti"

"Iya tan" jawab Al tersenyum senang, baru kali ini ia bisa mengeluhkan pagi senin, karena biasanya ia akan mendumel sendiri di atas sepeda saat akan ke sekolah.

"Udah, yuk makan"

Al mengekori Kanaya seperti anak ayam, menuju ke dapur dengan santai, kali ini ia masih punya waktu untuk sarapan. Namun saat sampai di meja makan, pemandangan berbeda terlihat, tak ada lagi nasi goreng dan susu, kali ini lauk pauk di meja makan lebih berwarna dan bermacam-macam.

"Ini bekalnya, nanti buat makan siang, sekarang sarapan dulu"

Al menatap Kanaya takjub, kapan wanita itu memasak sebanyak ini.

Tempat PulangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang