_____________
Kanaya memasuki rumah Gavin tergesah-gesah, mendapatkan telepon dari Gavin membuatnya panik takut terjadi sesuatu pada Al. Namun saat sampai, Kanaya mendapati Gavin tengah duduk memandangi Al yang tertidur di sofa.
"Gavin"
Si empu menoleh, menatap Kanaya yang terlihat agak berantakan siang ini.
"Al kenapa?"
"Kakinya terantuk kaki kursi" ujar Gavin
Kanaya melotot panik, ia dengan cepat mengecek keadaan sang anak, "Duh kamu gimana sih, kok bisa"
"Dia yang gak bisa diam. Kakinya sudah ku obati, jangan khawatir"
"Gimana gak khawatir!! Kalau infeksi terus dia demam gimana? Pindahin ke kamar deh"
Mau tidak mau Gavin mengangkat Al yang tertidur pulas, Gavin meringis mengangkat tubuh anaknya, Al memang seberat itu padahal tubuhnya kurus, otot-ototnya ternyata sudah tidak terlalu kuat untuk mengangkat sang anak.
Sesampainya di kamar, Al masih tertidur pulas, Gavin menyelimuti anaknya sambil menghapus keringat di wajahnya. Al tampak banyak berkeringat dan sedikit pucat.
"Demam gak Vin?"
Gavin menyentuh kening Al, "Hangat"
"Ck, lukanya infeksi kayaknya, jahitannya belum terlalu kering udah keluar darah lagi"
"Tadi aku sudah hubungi dokter, lukanya juga sudah ku foto, kata dokter tidak apa-apa, lihat sampai besok kalau bengkak baru bawa ke RS, tapi mungkin Al memang akan demam"
Kanaya berdecak, "Sekarang aja gak sih?"
"Gak usah, biarin dia istirahat"
Keputusan Gavin adalah segalanya, Kanaya tak bisa memaksa walau khawatir, ia hanya bisa mengompres kening Al dengan air hangat agar Al tidak meriang nantinya.
Lama Kanaya merawat Al, Gavin memanggilnya, mengajaknya berbicara mengenai sesuatu yang sangat penting.
"Aku sudah dapat bukti soal penganiayaan, sidang ketiga besok aku yakin bisa menjadikan Genta sebagai pelakunya, untuk kasus pembunuhan itu, aku akan membukanya lagi"
"Vin please, apa kamu gak bisa diem aja? Selesaikan kasus yang sekarang tapi jangan buka lagi kasus yang lalu"
"Kenapa? Kamu masih saja percaya pada Jordi?"
"Vin, aku sudah lihat semua bukti yang dipaparkan Jordi saat itu dan memang itu bukan ulah Genta"
"Kalau kamu seyakin itu, buktikan nanti dipersidangan perdana setelah kasus itu dibuka" ujar Gavin lalu berjalan pergi, namun ucapan Kanaya menghentikan langkahnya
"Mereka bukan orang sembarangan, dan kamu tau itu Vin, please, berhenti terlibat sama mereka"
"Keputusanku sudah final"
"Pikirkan Alvaero!! Tolong, berhenti saja ya? Aku mohon"
"Al akan baik-baik saja, aku bisa jamin itu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tempat Pulang
FanfictionAlvaero Nathaniel Gavindra selalu berusaha menjadi anak baik untuk sang ayah, tak pernah membuat masalah, selalu berusaha menjadi yang terbaik di sekolah, patuh dan tak banyak tigkah. Selama 16 tahun hidup berdua dengan ayah, Al tidak pernah menunt...
