Hari mulai larut, Kanaya dan Gavin baru kembali ke rumah jam 10 malam dan disambut oleh ibu Kanaya yang mulai mengomel karena tak melihat mereka sejak sore.
"Kalian kemana aja? Kok baru balik" ujar sang ibu
"Kita jalan-jalan bu, udah lama gak kesini jadi pengen lihat-lihat perkembangan daerah sini" jawab Kanaya
"Al daritadi nyariin kalian, dia cemberut kirain kalian pulang gak ngajak dia"
Kanaya terkekeh, "Iya bu? Tadi katanya gak apa-apa ditinggal. Mana anaknya sekarang bu?"
"Tu di ruang tengah, ketiduran, kecapean tadi di ajak ayahmu mancing sampe magrib. Balik pun tadi sempat di ajak keliling kampung sambil nonton bola di warung depan gang itu"
Kanaya tertawa, "Sibuk banget ya"
"Ayahmu terlalu kesenangan Nay, cucu nya dibawa kesana kemari dari tadi gak dikasi istirahat, alhasil anaknya tidur pules banget di depan tv"
Gavin terkekeh, ia permisi berjalan lebih dulu ke depan tv untuk melihat sang anak. Gavin tertawa kecil melihat Al yang tidur terlentang dengan kaki dan tangan yang dilebarkan seperti membentuk huruf X. Di sampingnya sang ayah mertua juga tertidur pulas.
Gavin mendekati sang anak, ia memperbaiki selimut Al yang sudah tergeletak jauh dari tubuh sang anak. Gerakannya yang pelan ternyata masih mengganggu tidur anak lanangnya.
"Papa"
"Hmmm"
Tak ada balasan lagi, Al kembali tertidur namun yang membuat Gavin tersenyum kecil adalah tangan anak itu yang kini sudah menggenggam ujung bajunya erat.
Gavin memang tidak dekat dengan Al tapi ia hafal benar kebiasaan sang anak kalau kelelahan, Al tidak akan bisa dibangunkan sampai besok pagi. Ia mengelus kepala Al, mengusap keringat yang membasahi dahi sang anak.
"Sleep well Al"
***
Pagi ini Al cemberut perihal kemarin saat ia mengira Mama dan Papa nya meninggalkannya. Namun Mama dan Papa nya menertawakannya karena takut ditinggal padahal ia sudah besar, Al semakin kesal jadinya.
"Mama gak mungkin lah ninggalin anak lanang Mama."
Al mendengus, "Mama tuh kalau udah sama Papa aku dilupain."
Kanaya terkekeh, ia memperbaiki tatanan rambut lepek Al yang belum dikeringkan setelah mandi, "Iyakah? Mama gitu?"
"Pake nanya lagi, aku ngambek loh Ma."
Kanaya kembali tertawa, "Lucunya anak Mama. Udah yuk, Papa mu udah selesai panasin mobil kayaknya. Kita pamitan sama Nenek sama Kakek mu dulu."
Al mengekori sang ibu menuju ke depan, mereka akan pulang setelah menginap di rumah neneknya semalam, ia sebenarnya masih ingin bersama nenek dan kakeknya namun ia juga harus sekolah, Papa dan Mama nya pun harus bekerja, jadi terpaksalah mereka pulang.
Suasana haru menyelimuti keluarga Mama nya saat ia berpamitan, ia tidak tega melihat neneknya yang menghapus airmata saat memeluknya. Juga kakeknya yang terus berkata agar ia sering menelepon. Rasanya Al ingin tinggal dengan mereka saja.
Sesaat setelah mobil dijalankan, Al masih terus menatap nenek dan kakeknya sambil melambaikan tangan dengan wajah sedih. Bahkan hingga mobil ayahnya berbelok dan menjauhi rumah nenek dan kakeknya, Al masih saja menatap ke belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tempat Pulang
FanfictionAlvaero Nathaniel Gavindra selalu berusaha menjadi anak baik untuk sang ayah, tak pernah membuat masalah, selalu berusaha menjadi yang terbaik di sekolah, patuh dan tak banyak tigkah. Selama 16 tahun hidup berdua dengan ayah, Al tidak pernah menunt...
