"Al, Al ini Papa"
"Nak, kamu sudah bangun, terima kasih ya allah terima kasih"
"Al, Al bisa dengar Papa?"
Al hanya diam menatap ke arahnya dan Kanaya, tak lama anak itu memalingkan wajahnya menatap sekeliling dengan wajah bingung.
"Al siapa?" Gumam anak itu pelan lirih dan lemah, menanyakan siapa Al yang dipanggil orang di depannya.
Kanaya dan Gavin saling menatap,
"Vin. Panggil dokter..."
Tak lama dokter datang memeriksa keadaan Al, dan menyatakan bahwa keadaan Al sudah stabil, walau masih harus mendapatkan perawatan intensif namun Al sudah bisa keluar dari ICU. Lalu pemeriksaan berlanjut, dokter meminta Gavin menanyakan Al perihal siapa dirinya untuk memastikan keadaan Al.
"Al, nak, kamu ingat Papa?"
Al menatap Gavin dengan wajah bingung, anak itu menggelengkan kepalanya pelan, pelan sekali. Gavin menutup matanya merasa hatinya dihantam ribuan batu besar.
"Nak, ini Papa, kamu gak ingat Papa? Alvaero, kamu ingat namu kan nak?"
"Alvaero? S-siapa..."
Gavin terdiam sebentar, perih menjalar dari dada hingga ke tenggorokan membuat suaranya tercekat.
"Kamu, nama mu Alvaero. Alvaero Nathaniel Gavindra, kamu anak Papa"
Al hanya diam menatap Gavin, lalu mengalihkan pandangannya pada Kanaya.
"Ini Mama kamu" ucap Gavin yang membuat Kanaya kaget
"Vin, jangan sekarang"
"Gak Nay, harus sekarang"
Al hanya diam, anak itu tak bersuara lagi, ia menatap sekeliling, mengalihkan pandangannya tak ingin menatap siapapun, tubuhnya masih lemah dan tidak bisa digerakkan, Al frustasi dengan keadaannya namun lebih frustasi lagi karena tidak mengingat apapun. Ia bahkan tidak mengenali dirinya sendiri. Semua seakan seperti mimpi, ia bangun dan mendapati orang yang mengaku sebagai Papa dan Mama nya.
Melihat keadaan Al, dokter mengajak Gavin berbicara 4 mata untuk membicarakan kondisi sang anak.
***
Gavin duduk diam di depan ruangan sang anak, sejak berhasil sadar 2 jam yang lalu, anak nya dipindahkan ke ruang rawat inap karena keadaannya sudah stabil, namun yang menjadi masalah adalah Al tak mengenali nya, tak mengenali Kanaya, Ghina bahkan dirinya sendiri. Dan dokter menjelaskan segalanya bahwa Al kemungkinan kehilangan memorinya sebagian atau semuanya, mereka harus melakukan observasi lanjut mengenai keadaan Al. Mungkin saja bisa menjadi hilang ingatan sementara atau permanen.
Keadaan Al membuat Gavin tak tau harus merasakan perasaan seperti apa, ia bahagia Al sudah sadar namun sedih karena anak itu tak mengenalinya, ia tidak punya kesempatan untuk meminta maaf pada putra sematawayangnya, tentang semua yang terjadi selama ini, Al sudah lupa.
Tak lama, Gavin mendengar suara Al berteriak dari dalam bersamaan dengan suara sesuatu yang jatuh, Gavin berlari dengan cepat ke dalam ruangan sang anak, ia mendapati Kanaya yang berdiri tak jauh dari Al dan serpihan kaca dari mangkok yang jatuh.
"Kenapa Nay?"
Kanaya menatap Gavin, ia menggelengkan kepalanya, "Gak apa-apa, Al belum mau makan, aku panggil cleaning service sebentar ya" ujar Kanaya menarik tangan Gavin untuk keluar meninggalkan Al yang tak mau menatapnya, anak itu memalingkan wajahnya terlihat seperti sedang marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tempat Pulang
FanficAlvaero Nathaniel Gavindra selalu berusaha menjadi anak baik untuk sang ayah, tak pernah membuat masalah, selalu berusaha menjadi yang terbaik di sekolah, patuh dan tak banyak tigkah. Selama 16 tahun hidup berdua dengan ayah, Al tidak pernah menunt...
