Masih Tertidur Lelap

1.3K 114 1
                                        


Suasana rumah begitu sepi pagi ini, Gavin terbangun subuh hari lalu berjalan ke kamar sang anak berniat membangunkan Al untuk melaksanakan ibadah sholat subuh seperti biasa namun Gavin tersadar bahwa Al tidak ada di kamarnya, ia dengan kesadaran penuh berjalan ke arah dapur, lalu ke ruang tengah, ke ruang tamu, ke halaman belakang bahkan berkeliling hingga dua kali di dalam rumah sambil memanggil nama sang anak namun nihil tak ada jawaban.

Dengan langkah pelan Gavin duduk di tempat tidur sang anak, menatap bantal yang tak bertuan, selimut yang masih rapi begitupula buku dan tas yang belum juga tersentuh. Gavin sadar bahwa Al tidak ada disana namun ia terus menolak percaya, ia masih mengira semua yang terjadi hanya mimpi buruknya. Namun saat ia sadar bahwa semua bukan mimpi ia menangis di dalam kamar putra nya, sendiri, meratapi penyesalan besar akan segala hal yang pernah ia perbuat pada sang anak.

Hari ini tepat 3 hari setelah kecelakaan terjadi,  dan Al masih belum mau membuka matanya, Gavin baru kembali dari rumah sakit setelah 2 hari 2 malam tak tidur karena menemani Al di ruang ICU. Bahkan ia tak makan dan minum, ia tidak mau meninggalkan sang anak barang sebentar hingga akhirnya ia tumbang di malam harinya dan dipaksa pulang beristirahat oleh ibunya.

Dengan langkah pelan Gavin menelusuri kamar sang anak, ia menatap buku-buku dan beberapa figura superhero favorit Al. Gavin menyentuhnya satu persatu mencoba menemukan keberadaan sang anak dari barang-barang miliknya. Gavin mengecek semua barang milik Al, meneliti sudah seperti apa tulisan anak itu, nilai apa saja yang ia dapatkan di sekolah, membaca jadwal pelajaran sang anak, dan ia baru menemukan fakta baru kalau Al piket hari ini.

Gavin berjalan lagi, ia menemukan sebuah foto, itu adalah fotonya dan Al saat anak itu lulus SMP, Al meletakkan foto itu di dinding dan Gavin baru memperhatikannya. Gavin terus berjalan hingga tak sengaja melihat sebuah papan yang berisi beberapa note. Mulai dari note tugas hingga note kegiatan nya diluar sekolah termasuk note untuk pergi ke kantornya.

Ke kantor Papa, main game gratis dengan wifi kantor sambil melihat Papa kerja

Gavin menutup matanya erat, penyesalan menghantam dadanya, Gavin kembali berjalan lalu menemukan sebuah botol berisi surat seperti pada film-film, awalnya Gavin kita itu hanya pajangan tapi ada tulisan di tutupnya.

For Papa

Gavin membuka surat itu lalu membaca apa yang Al tulis.

Happy Birthdah Papa
Semoga panjang umur dan sehat selalu
Terima kasih karena sudah menjadi Papa Al
Terima kasih sudah membesarkan Al dengan penuh kasih sayang
Terima kasih juga karena Papa jadi orang tua yang hebat, tidak ada yang bisa sehebat Papa di dunia ini buat Al.
Papa...
Al sayang Papa
Sayang sekali
Maaf ya, karena Al lahir, Papa dan Mama jadi berpisah, maaf juga karena Al tidak bisa menghilang begitu saja dari hidup Papa
Al janji kalau Al sudah bisa hidup sendiri, Al tidak akan merepotkan Papa, Al janji akan buat Papa bangga.
Papa...
Terima kasih dan Maaf untuk semuanya

From :
Your beloved Son
ALVAERO NATHANIEL GAVINDRA

Gavin tersenyum dengan wajah sendu, entah kapan Al menulisnya yang jelas ini pasti surat yang Al tulis untuknya dan akan diberikan pada saat ia berulang tahun, bulan depan ia ulang tahun.

***


Suara-suara dalam ruang rawat Al masih mengalun sejak 3 hari yang lalu, tak ada perubahan yang signifikan akan keadaan anak itu, masih stabil namun belum bisa keluar dari zona kritis, Al masih harus dirawat di ICU.

Tempat PulangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang