Tante Kenal Mamaku?

1.2K 125 6
                                        


_________________

Suasana rumah yang hening dan terlalu tenang membuat hati Kanaya sesak, ia merasa seperti tak ada kehidupan di dalam sini, rumah berwarna putih abu-abu itu tampak rapi karena tak banyak perabotan di dalamnya. Di ruang tamu hanya ada sofa meja dan beberapa pajangan monokrom lalu ke ruang tengah, agak luas, disana ada sofa santai dan televisi dengan remot control PS, sepertinya Al sering bermain game.

Tak ada foto Al sama sekali di dalam ruangan itu, hanya ada pajangan-pajangan yang bernilai agak fantastis karena Kanaya tau Gavin suka mengkoleksi lukisan dan pajangan sederhana yang harganya diluar nalar. Dari ruang tengah Kanaya bisa melihat dapur, hanya ada dua kursi makan, dapur itu pun bersih tak banyak bahan masakan ataupun rempah-rempah di atas kitchen bar, hanya ada mesin pembuat kopi dan sekotak susu yang sepertinya lupa dimasukkan kembali ke dalam kulkas, berdampingan dengan gelas yang terlihat sudah pernah diisi namun sudah tandas.

"Al mana?"

"Tidak tau"

Hati Kanaya sakit mendengar suara dingin Gavin yang seakan tak peduli pada Al. Lalu siapa yang dengan wajah tegang meminta nya tak menyebut nama anak mereka karena khawatir akan dilukai tadi? Mengapa Kanaya masih saja sulit memahami Gavin. Apa Al juga sama sepertinya? Ataukah Al lebih mahir memahami sang ayah?

"M-mana kamarnya?" Tanya Kanaya

Gavin menunjuk sebuah pintu yang tertutup, di depan pintu itu ada gambar karakter marvel, sepertinya anak itu suka menonton film marvel atau mungkin suka mengoleksi printilan-printilan super hero.

"Aku mau ke kamar. Kamu panggil aja, Al ada di dalam kamar biasanya"

Setelah Gavin masuk ke kamarnya, Kanaya dengan langkah pelan mendekati kamar sang anak, ia mengelus pintu kamar Al masih tak punya keberanian untuk memanggil sang pemilik kamar untuk keluar. Namun tak lama...

"Ahhh!!"

Al berteriak kaget mendapati seseorang berdiri di depan pintu kamarnya

"Tante Naya?"

Kanaya menggaruk kepalanya bingung harus berkata apa, "Eh Al, tadi Papa kamu minta tante ketok kamar mu, emm kamu udah makan?"

Al menatap Kanaya bingung, karena baru kali ini Papa nya membawa perempuan ke rumahnya, apa benar wanita ini adalah pacar Papa nya?

"Tante pacaran sama Papa?"

"Hah?!!" Pekik Kanaya kaget, dengan cepat menggelengkan kepalanya bersamaan dengan tangannya yang memberi kode kalau anak itu salah paham.

"Papa gak pernah bawa cewek ke rumah. Tante ada hubungan apa sama Papa?"

"T-teman, ya, teman"

Al menatap Kanaya menyelidik, "Tante gak bohong kan? Al gak mau punya Mama baru"

Ini mama lama kamu Al sayang dalam hati, Kanaya ingin berteriak mengatakan pada sang anak kalau ia adalah Mama nya tidak akan ada Mama baru.

"Gak kok, tante kan temannya Papa mu, ayo makan, tadi tante beli pizza"

"Pizza?"

"Iya kenapa emangnya?"

"Papa gak marah?"

"Hah? Marah kenapa?"

"Papa gak bolehin Al makan Pizza, sebulan sekali doang, katanya gak sehat"

Kanaya berdecak, "Papa kamu juga makannya Pizza terus kok waktu seumuran kamu, udah ayok makan aja, kalau dia banyak omong, tante yang tarik mulutnya"

Tempat PulangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang