Crossroad

4.3K 454 75
                                        

Pinggiran tempat tinggal penduduk, sisi Barat dari Dinasti Joseon dan tiga lapisan dinding utamanya. Delapan tahun yang lalu.

"Samchon.. samchon... apa kita harus pindah lagi? Aku lelah..." 

"Kita harus pergi lebih jauh.. kudengar beberapa prajurit Istana masih menyisir daerah demi daerah untuk mencari kalian berdua... bertahanlah..." 

Minhyung dan Jeno mengekori Taeyong, keduanya berjalan bergandengan tangan sebagai tanda saling menguatkan satu sama lain. Dalam lima tahun belakangan mereka telah berpindah tempat lebih dari delapan kali.  

"Hyung, bukankah Istana Joseon sebenarnya milik kita? Jika begitu mengapa kita yang harus melarikan diri? Ayo rebut kembali!" 

"Jen, kemampuan kita belum bisa menyaingi para prajurit.. masih jauh sekali.. minimal kita harus mengejar Taeyong samchon. Kau harus semakin rajin dalam berlatih ya!" 

Taeyong yang sedang berjalan di depan Minhyung dan Jeno tersenyum mendengar percakapan keduanya. Selama ini baik Minhyung ataupun Jeno berlatih keras demi meningkatkan kemampuan diri, Istana memiliki gabsa yang berkemampuan tinggi jadi mereka pun harus terus berlatih keras. 

"Samchon, kau tidak akan meninggalkan kami berdua bukan?" 

Taeyong menoleh menatap Jeno yang raut wajahnya penuh akan kekhawatiran. Tentu saja khawatir karena kini mereka hanya bergantung pada Taeyong seorang, apa jadinya jika Taeyong meninggalkan mereka? 

Taeyong mengusak puncak kepala Minhyung dan juga Jeno seraya tersenyum penuh sayang. Taeyong menyayangi keduanya.  

"Bagaimana mungkin aku meninggalkan kalian berdua? Kalian adalah keluargaku satu-satunya saat ini.. tentu saja aku akan selalu berada di sisi kalian, sampai tujuan keluarga Jung tercapai dan kalian dapat merebut kembali apa yang menjadi milik kalian di Istana Dinasti Joseon... nah, kalian juga jangan meninggalkan samchon jika kelak kalian dewasa dan sudah tidak membutuhkan samchon lagi..." 

Minhyung menubruk Taeyong dan memeluknya erat. 

"Tidak akan! Samchon yang harus ada di samping kami jika nanti kami sudah memiliki Istana.. samchon berjanji??" 

Jeno yang melihat Minhyung berpelukan dengan Taeyong turut bergabung dan Taeyong merengkuh keduanya dengan tangan lebar miliknya.  

"Janji ya samchon! Aku juga akan marah jika samchon tidak bersama kami setelah Hyung menjadi Raja nanti, Hyung yang akan menjadi Rajanya bukan??" 

"Ng,, sepertinya.. iya? Benar tidak samchon??" 

Taeyong melepaskan pelukan keduanya dan menatap wajah Minhyung dan Jeno satu per satu, terlebih wajah Jeno yang begitu mirip dengan Jaehyun. Taeyong menjentikkan jemarinya di dahi Minhyung. 

"Iya, Yang Mulia Raja Jeong Minhyung..." 

.. jentikan jemari Taeyong beralih pada dahi Jeno. 

"....dan juga Pangeran Jeong Jeno yang terhormat..." 

Taeyong kemudian merundukkan tubuh dengan sebelah lengan ditekuk sebagai tanda hormat pada seseorang yang memiliki posisi lebih tinggi. Minhyung dan Jeno tertegun untuk beberapa saat lalu Minhyung berdehem dan menegakkan tubuh seolah-olah dirinya memang seorang Raja.  

KINGDOM [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang