"Bang! Hari ini lo ada keluar nggak?" tanya Darhan tanpa mengetuk pintu kamar Mel terlebih dahulu.
"Nggak ada, kenapa?" Melviano yang sedang rebahan sembari memainkan ponsel itu balik bertanya tanpa menoleh pada teman satu kosnya.
"Minjem motor," Darhan masuk kemudian membuka laci nakas Mel yang seperti biasa tidak pernah dikunci.
"Ngajak jalan cewek tuh modal dikit bos!" Kesal dengan tingkah tidak beradab Darhan, mahasiswa jurusan Sasing itu melemparkan bantalnya ke kepala Darhan.
"Iya-iya, ntar gue isi bensinnya!" balasnya kemudian ngacir keluar setelah mendapatkan kunci motor Mel.
Melviano pasrah saja. Dia memang tidak ada rencana keluar hari ini. Kalaupun ada, akan dia undur jadi besok.
Darhan mengeluarkan motor Mel dari garasi. Tidak lupa dia juga memakai helm laki-laki itu. Laki-laki itu juga meminjam helm anak kos putri yang ada di rumah sebelah. Masa dia pakai helm, Areta tidak pakai. Sama aja bohong.
Hari ini Areta ada perlombaan band. Jadi Antariksa akan tampil sebagai peserta di acara lomba itu. Hadiahnya lumayan. Kalau dibagi lima juga tidak rugi sama sekali. Makanya Yeol menggembar-gemborkan timnya untuk rutin latihan karena mereka mengincar hadiah utama. Untung timnya bukanlah tim yang sulit diajak kerja sama. Jadi tidak ada drama yang terjadi selama proses latihan.
Singkat cerita, mereka berkumpul di backstage lengkap bersama Darhan. Dia ingin menyemangati Areta dulu sebelum nanti menonton dari belakang barikade.
Areta sibuk membenahi pakaian serta rambutnya pada kaca panjang yang sudah disiapkan oleh panitia. Dia terlihat cantik dengan crop top, pleated skirt, leather jacket dan juga ankle boots. Terlihat seperti rockstar.
"Baju lo kenapa yang itu?" tanya Darhan yang melihat Areta tengah memasang antingnya.
"Baju lama, nggak pernah dipake. Lagian cakep juga. Ya udah, pake aja," jawabnya tanpa menoleh pada pemuda yang bersandar pada dinding sembari melipat tangan di dada.
Tak ada balasan lagi dari Darhan. Ia hanya memperhatikan kekasihnya yang asyik sendiri. Sebenarnya, baju itu biasa saja. Tidak terlalu menampilkan banyak kulit. Hanya roknya saja yang menurut Darhan terlalu pendek.
"Kenapa? Mau ngelarang gue kayak Atar yang suka ngatur-ngatur bajunya Freya?" sambung gadis itu kini berbalik menatap Darhan. Atar yang disebut namanya menoleh dan mulai memperhatikan perbincangan mereka.
"Nggak," sanggahnya.
"Dar,pacar lo ini rockstar, bukan anak math yang tiap minggu olimpiade." Areta melipat tangan di dada bicara dengan Darhan.
"Iyaaa, tau gue. Lagian gue nggak ngelarang. Terserah lo mau berekspresi di model pakaian. Selama lo nyaman, silahkan."
Jantung Areta jantungnya berdebar. Padahal Darhan hanya bicara santai. Dia juga tidak mengeluarkan ekspresi seperti merayu. Tapi kalimat yang dilontarkan pemuda itu mampu membuatnya meleleh.
"Aruuuu!! Lo sengaja kan mau buat gue salting?!!!" serunya sembari membuka boots yang ia gunakan untuk memukul Darhan.
"Anjir! Itu sakit, Areta!" seru Darhan berusaha menghindar.
Areta hanya bercanda. Dia tidak benar-benar ingin memukul kekasihnya dengan boots.
"Antariksa, standby!" seruan seorang pria yang mereka tau adalah salah satu panitia lomba.
Kelima orang itu bersiap. Yeol memberi kata-kata penyemangat untuk timnya. Hasil latihan mereka akan dibuktikan hari ini. Lagu yang sudah susah payah Yeol dan El aransemen akan mereka tunjukkan pada dunia. Hari ini, Antariksa akan membawakan lagu mereka sendiri. Dengan harapan para juri menambahkan nilai tambah untuk kemenangan mereka. Bonusnya, mungkin saja ada pihak agensi yang tertarik membuatkan debut single untuk mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daretaloka
Fanfiction𝙙𝙖.𝙧𝙚.𝙩𝙖.𝙡𝙤.𝙠𝙖 (n) dunia, jagat, semesta milik sepasang manusia bernama Darhan dan Areta yang berisi renjana lengkap dengan lara. ©sshyena, 2023
