Empat belazzzz

43 3 0
                                    

Raya turun dari kamarnya dan melihat Rania yang tengah menangis.

"Loh, Bunda kenapa nangis?"

"Hiks.. Chiki kak.. Dia pulang pulang lemes.. Ga mau makan minum.."

Raya mendekat.
"Hah iya.. Ayo kakak temenin ke dokter hewan"

Rania mengangguk pelan. Ia pun memasukkan Chiki ke kandang dan otw ke dokter hewan.

Chiki di tangani oleh dokter di sana.

"Chiki keracunan kak, bisa jadi karna makan rumput yang udah di kasih obat atau engga makanannya udah expired" ucap perawat.

Rania kembali menangis. Keadaan Chiki semakin menurun dan pada akhirnya anak anjing itu menyerah.

"Maaf kak, Chiki udah engga ada.."

Tangis Rania semakin pecah. Ia memeluk anjing kesayangannya menangis.

"Hiks.. Chiki.. Jangan tinggalin Bunda nak.. Bunda sayang Chiki sayang.. Hiks.." tangisnya.

Skip. Di rumah..

Raya, Rion dan Rania mengubur Chiki di belakang rumah. Menaburkan bunga di sekitar gundukan tanah, dan memberikan bebatuan putih.

"Chiki, tunggu Bunda yaa.."
.
.
.
.

(Hari ultah sekolah)

"Eh lu pada udah siap kan?" tanya Dian memastikan bahwa teman temannya sudah siap.

"Udah, tinggal nunggu tampil. Tapi kita belum sara-" Belum sempat Ebi menyelesaikan ucapannya, Rania sudah lebih dulu masuk tiba-tiba.

"Hayo!"

Semua pun terkejut karena teriakan Rania yang tiba-tiba datang tanpa kabar.

"Astaga Tante, minimal aba aba dong kalau mau ngagetin, biar gak dag dig dug jantung saya"

"Itu mah namanya bukan surprise dong. Btw kalian pasti belum sarapan kan? NGAKU."

"Iya nih tau aja Tante, mau keluar tapi masih rame banget"

"Tuh kann, ketahuan mukanya pada lemes banget kaya ga ada semangat idup. Nih Tante bawa Nasi Padang sama Air putih" ucap Rania mengulurkan dua kantung plastik berisikan Nasi dan Air.

~•∆•~

Raya dan teman-temannya menunggu di depan panggung. Menunggu jadwal tampil sembari menonton penampilan dari murid-murid disana.

"Eh kak kak, liat deh Haga. Ganteng banget ya?"

"Biasa aja, gantengan juga Jeno"

"Eh gaboleh, punya Bunda itu"

Raya dan Rania kembali fokus ke atas panggung. Sekarang, giliran Band The Beatles yang tampil. Ada Haga, Luki dan juga Willy yang akan membawakan lagu 'Saat-saat itu' milik Last Child.

"Semangat Haga! Tante dukung!' Rania berteriak senang.

"Thankyou Tante! Jangan lupa saweran nya yaa!"

Rania mengacungkan jempol.
.
.
.
.

"Kamu kapan tampilnya si Kak? perasaan daritadi yang tampil cuma kelas 12 sama kelas 10 mulu"

"Gak ta-"

"Oke sekarang giliran penampilan dari Araya El sheva dari kelas 11A"

"Nah itu! Bentar ya pak, sini sini Bunda benerin itu dasinya" Rania bergegas memperbaiki penampilan anak gadisnya agar rapi. Ini pertama kalinya ia melihat Raya tampil di depan banyak orang. Makanya dia sangat exited sekali.

Raya naik ke atas panggung. Senyum manis terukir dari bibirnya. Matanya selalu tertuju pada sang Ibunda.

"HUU SEMANGAT!!"

Ghea dan Dian memperhatikan dari jauh.

"Maknya Raya jadi gak ada duit apa gimana?"

"Duit beliau banyak, emang kelakuan nya aja yang kadang bikin malu"

Di sepanjang Raya bernyanyi, Rania tidak henti mengukir senyumannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di sepanjang Raya bernyanyi, Rania tidak henti mengukir senyumannya. Ia bangga, melihat anak gadis yang ia miliki satu-satunya sudah beranjak besar dan sudah bisa berpikir dewasa. Hah.. Waktu sangat cepat, ya?

"Thankyou~!"

Raya pun turun dari panggung dan langsung di sambut dengan pelukan dari Rania yang masih sangat senang menyaksikan penampilan anaknya.

"Keren ih, Kakak keren bisa lebih bagus suaranya. Feel-nya dapet banget lagi"

"Iya dong, kan anaknya Bunda"

"Abis ini kita nunggu pembagian nasi kotak abis itu kita ke Mall, Bunda mau beli barang soalnya"

"Oki doki"

To be continue...

jangan lupa voment ya?

see u and love u

Family Pohon Cemara (Guanren place) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang