twenty sevennn

27 1 0
                                    

Raya dan teman-temannya seperti biasa nongkrong di atap sekolah jika jamkos sambil menggosip atau bermain game.

"Eh itu Mangga nya banyak anjir, sayang banget kalau gak di ambil" ucap Ghea menunjuk pohon Mangga yang ada di dekat gerbang sekolah.

"Tapi kan gak boleh di ambil ege, ntar malah masuk BK lagi"

"Iya ih, padahal enak tuh buat rujak ya gasi"

Ebi dan Ghea mengangguk setuju.

"Nyokap gue nyuruh lo pada kerumah guys, mau di ajak berkebun sekalian panen buah katanya" ucap Dian.

"Wih seriusan? Buah apa aja kalau boleh tau mbak??" Ghea lantas mendekat pada Dian dengan senyum lebar yang terukir di wajahnya.

Dian tampak berpikir sejenak. Mengingat apa yang di katakan oleh Maminya tadi pagi sebelum berangkat sekolah.

"Kalau gak salah tadi ada Durian, rambutan, mata kucing, sama jambu air deh kayanya"

"Anjay ada Duren! Langsung gas aja gak sih kita hehehe"

"Sabar lah gila, eh btw Yuli kemana dah?"

"Tuh di pojokan" Tiara menunjuk Yuli yang sedang asik melamun di pojok. Heran, kenapa dia suka melamun ya?

Mereka lantas menertawakan Yuli. Memang agak lain teman mereka yang satu ini.

"Woy Yul! Mikiran apaan? Pacar lo yang ke dua puluh tiga itu ya?! HAHAHAHA" ejek Ghea meneriaki Yuli. Lamunan Yuli lantas buyar seketika.

"Hah apaan?"

"Anak bego emang wkwk"

Semuanya diam. Sibuk dengan dunia masing-masing sekarang. Yang satu bermain ponsel, yang satu rebahan di lantai, yang satu lagi gosip, yang satu nya lagi nepuk lalat.

"Kenapa Pak Romi sering gak masuk ya? Perasaan liburan mulu" ucap Ebi.

"Tau tuh, bilangnya sih ada liburan, tapi liburan apaan sampe hampir 3 bulan lamanya. Mana jauh lagi"

"Udah lah, Pak Romi orkay anjir. Kerja guru mah cuma gabut doang"

~•∆•~

Enam remaja itu langsung pergi ke rumah Dian sepulang sekolah. Sesuai yang diperintahkan oleh Maminya Dian.

"Mami i'm home~"

"Haii anak Mami uda pulang, ini temen temen Dian ya?"

"Haha iya Tante, kenalin saya Raya"

"Saya Ghea"

"Ebi"

"Tiara"

"Yuli Tante"

"Ya ampun pada cakep banget yaa, sini ayo kita kebelakang yuk. Kita panen buah bareng"

Keenam remaja itu mengekori Dian menuju belakang rumah Dian yang memang ada kebun buah-buahan pribadi. Maklum, Orang kaya.

"Kita mau panen apa dulu nih guys?"

"Rambutan aja dulu. Ebi, sana lu manjat, lu kan cowo"

"Ya lu ikut manjat juga lah! Masa gue sendiri sih apaan banget"

Ghea menghela nafas kasar. Ia pun mengikat rambutnya serta menggulung lengan bajunya lalu mulai menaiki pohon rambutan disusul oleh Ebi.

Kedua remaja itupun memetik buah cukup banyak. Tetap berjuang walau di serang oleh ribuan semut atau binatang kecil lainnya. Sedangkan yang lain?

Raya, Tiara, Dian dan Yuli hanya memperhatikan Ghea dan Ebi yang sedang berjuang memetik buah walau sedikit-sedikit berteriak karena di gigit semut. Melihat sambil memakan buah yang berjatuhan.

Family Pohon Cemara (Guanren place) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang