menceritakan tentang kehidupan sehari-hari keluarga Pak Gani dan Bu Rania. hidup mereka penuh warna di setiap harinya. ya walaupun kadang Bu Rania sedikit pusing dengan kelakuan anak-anaknya yang setiap hari hanya berkelahi, adu mulut, ribut, dan la...
Hari ini adalah hari Minggu, Rania dan Raya kan sudah pasti bertugas untuk membereskan rumah sebagai rutinitas di pagi hari hingga menjelang siang atau sore.
Kalau Gani dan Royan sudah tidak perlu di tanyakan lagi. Kalau Rion?
"Eh bang, lo masih gamon ama Sella?"
"Udah enggak, gua pdkt sama cewek baru wkwk"
Raya langsung meletakkan sapunya ke sembarang tempat lalu mendekat ke sebelah Rion.
"Sumpah?? Liat coba orangnya, cakep gak?"
"Jelas lah! Sekelas sama gua, nih" Rion memberikan ponselnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ih sumpah gila cakep banget, kalem gitu mukanya. Btw namanya siapa?" Tanya Raya semakin penasaran.
"Vania, ini gua bentar lagi mau jemput dia. Katanya mau kesini ketemu Bunda"
"Yaudah sok buru, kasian dia nunggu"
"Gua laper, Nda! Bunda masak apa!?" Rion berteriak ke arah dapur yang dapat di dengar jelas oleh Rania.
"Gak ada! Bunda males, gofood aja"
"Lah kocak, dek hehe"
Raya memutar matanya malas. Ia sudah tau kode yang di beri oleh abangnya ini mengartikan apa.
~•∆•~ sore menjelang malam ~•∆•~
"Bunda, abang pulang" Rion memasuki rumahnya dengan menggandeng tangan seorang wanita cantik di belakangnya yang kini sudah berstatus sebagai 'Pacar'. Kali ini tidak beda agama lagi guys.
"Eh anak bujang udah pulang, ini siapa nih? Kok cantik?"