Pemandangan yang biasa Rania lihat setiap harinya adalah keributan orang-orang aneh yang ada di rumah nya.
Terkadang dia sampai malas untuk menegur orang-orang itu. Biarkan saja lah, nanti juga diam sendiri pikirnya. Rania menggigit buah Apel di dapur sembari memperhatikan keributan itu.
Raya melempar Rion menggunakan Tasnya karena abangnya itu merusak proyek yang ia buat tadi malam sampai tidak tidur. Siapa sih yang tidak marah kalau satu hal yang kita buat tuh di rusakin dengan gampang sama orang?
"Gue gak mau tau ya, pokoknya lo harus gantiin barang² yang udah lo rusakin di kamar gue. SEKARANG." ucap Raya menekankan kata terakhir.
"Gimana buatnya anjir, susah cok"
"YA ITU MASALAHNYA!! Gue bikin sampe gak tidur 2 hari tau gak! Ini besok udah di kumpul bang.. bisa bisa gue di hukum berdiri di tiang bendera....." Raya frustasi.
"Ya udah sih gitu doang lebay lu"
Kesabaran Raya sudah habis. Gadis itu mengambil tongkat baseball yang ada di sampingnya dan mengejar Rion.
Ini masih keributan Raya dan Rion. Masih ada keributan lain yaitu Royan yang di ganggu terus-terusan oleh Gani.
Kebayang tidak keributan di dalam rumah itu sekarang?
"Hah... Stress nih gue lama-lama di sini" Rania beranjak mengambil jaket dan kunci motor. Meninggalkan mereka yang masih setia dengan keributan itu. Ia ingin mencari udara segar sembari menikmati hidup di pinggir danau yang luas.
Rania terkadang frustasi dengan keluarganya sendiri. Ia capek harus dengerin keributan di rumah. Tapi di samping itu, hidupnya jadi tidak kesepian walaupun stress dikit.
Wanita itu menyesap Kopi Americano kesukaannya sembari menikmati angin yang berkali-kali menyapanya.
"Hmm... Adem banget, sepi sih. Tapi lumayan bisa ngilangin stress"
"Ya Tuhan, hamba benar-benar berterima kasih kepada Mu karena sudah memberikan keluarga kecil yang begitu aktif. Tapi hamba lelah Ya Tuhan......."
Rania meringkuk. Beberapa detik kemudian dirinya kembali beranjak dan pulang.
~•∆•~
Rania menarik nafas dalam lalu menghembuskan lagi ketika di depan pintu. Perlahan ia buka pintu itu dan...
"Selamat hari Ibu Bunda!!"
Rania tercengang. Wanita itu jelas mematung di tempatnya.
Simple namun berhasil membuat Rania benar-benar terharu. Rasa lelahnya lenyap begitu saja saat melihat semua yang di persiapkan oleh keluarga kecilnya.
"Haaa...... repot banget.." Rania menangis sembari di peluk oleh ketiga anaknya.
"Maaf ya Bunda kita selalu bikin Bunda marah, ngamuk, kesel, sebel atau apa lah itu. Tapi serius deh, kita gak mungkin bisa hidup tanpa Bunda"
Si sulung berucap."Iya Nda, maapin abang yaa. Yang kadang suka ngelawan kalau Bunda bilangin" Raya juga berucap.
"Ndaa, maapin adek yaa. Adek bandel sama Bunda sama Ayah juga, adek suka nakal kalau di marahin sama Bunda.." Si bungsu pun ikut berucap.
"Iyaa sayang, Bunda juga minta maaf yaa?? Bunda sering marah-marah, sering bikin kalian kesel juga. Makasi banget udah repot bikin surprise ini.. Bunda terharuuu banget"
Gani hanya diam memperhatikan mereka dari jauh dengan ekspresi yang.. (😐)
Rania melepas pelukan itu lalu beralih memeluk tubuh suaminya.
"Thankyou Ayah, maafin Bunda yaa selalu marahin Ayah. Love you"
cup.
Rania mengecup bibir Gani singkat membuat ketiga anaknya terkejut bukan main.
"WOY PELANGGARAN INI"
"DEK DEKK TUTUP MATA, TINDAKAN YANG TIDAK BOLEH DILIHAT SAMA KITA" Raya menutup mata Royan dan juga matanya. Ya walaupun dia buka dikit sih wkwk.
Rania dan Gani terkekeh pelan.
"Ayok kita rayain ini dengan jalan-jalan sekeluarga, tapi kemana?"
"Ke Bandung aja gimana?? Sekalian datangin Oma"
"Boleh tuh! Ya kan Bunda?"
"Wkwk iyaaa, ayo packing sekarang."
To be continue.............
Selamat hari ibu untuk semua Ibu yang hebat di dunia ini🥰
Love you and thank you!
Jangan lupa voment ya cinta😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Family Pohon Cemara (Guanren place)
General Fictionmenceritakan tentang kehidupan sehari-hari keluarga Pak Gani dan Bu Rania. hidup mereka penuh warna di setiap harinya. ya walaupun kadang Bu Rania sedikit pusing dengan kelakuan anak-anaknya yang setiap hari hanya berkelahi, adu mulut, ribut, dan la...