Jam istirahat tiba. Kini Hee-na mulai berjalan ke luar kelas menuju kantin. Saat sedang asik berjalan seraya mendengarkan musik dengan hedset nya. Seseorang berjalan di sebelah Hee-na.
Sontak Hee-na melihat ke arah seseorang yang berjalan di sampingnya. Sesosok pria Jangkung yang menatapnya dengan senyum yang terukir jelas di wajah pria itu.
Melambaikan tangannya sebagai tanda menyapa Hee-na.
"Hai" Sapanya.
Jika kalian pikir itu adalah Jang-won, kalian salah besar!
Hee-na melepas hedsetnya.
"Seok-yi?" Gumamnya pada seseorang di sebelahnya itu.
"Ke kantin ya? Bareng yuk" Ujarnya.
Hee-na agak bingung harus meng iyakan atau tidak. Tetapi Hee-na merasa tak enak jika menolaknya. Toh lagi pula dia emang mau ke kantin.
Hee-na menganggukan kepalanya pelan.
"Hmm, boleh" Jawabnya.
Tentu saja hal itu langsung menciptakan senyuman sumringah di wajah seok-yi. Senyuman penuh kemenangan.
Mereka berdua berjalan ke kantin.
-
Sesampainya di kantin, Hee-na langsung di sambut oleh tatapan tajam Bang-won yang menatapnya dari kejauhan.
Hee-na langsung menatap ke arah Seok-yi. Sebelum akhirnya berucap.
"Aku permisi ya. Pacar aku udah nungguin" Ucap Hee-na langsung pergi tanpa menunggu balasan dari Seok-yi.
Seok-yi menatap ke arah Jang-won. Menatap sedikit puas karena telah membuat Jang-won cemburu.
"Pasti habis ini bakal berantem" Gumam Seok-yi pelan.
Sementara itu, Jang-won tau rencana busuk Seok-yi. Walaupun dia cemburu, dia akan menahan amarahnya. Dia tidak boleh bertengkar dengan Hee-na, bisa-bisa itu jadi kesempatan Seok-yi deket sama Hee-na.
Jadi dengan ekspresi manisnya, ia menyapa sang kekasih.
"Hai, sayang. Sini duduk" Ucap Jang-won tersenyum gemas dengan Hee-na yang baru datang.
"Kamu ga marah kan?" Tanya Hee-na ragu dengan Jang-won.
"Emang ekspresi aku kayak lagi marah?"
"Ga sih.. Tapi siapa tau kamu cemburu. Biasanya kamu cemburuan kalo liat aku deket sama Seok-yi."
"Kenapa harus cemburu? Aku percaya sama kamu. Tapi ya jangan terlalu deket juga. Dia bawa pengaruh buruk nanti" Ujarnya.
"Tuh kan, mulai deh! Jangan ngomong yang jelek-jelek tentang orang lain. Kamu kan gatau dia gimana"
"Ya justru karena gatau, jadi kamu harus hati-hati. Gaada yang tau kalo dia bawa pengaruh buruk ke kamu nantinya. Jadi jangan terlalu deket. Oke?"
"Ya udah iya" Jawab Hee-na pasrah.
.
.
.
-
Waktu sudah menunjukan sepulang sekolah. Hee-na kali ini tidak pulang dengan Jang-won. Karena ia masih ada urusan di sekolah untuk mengurus beberapa kegiatan mendatang yang akan diadakan sekolahnya.
Karena Hee-na adalah salah satu anggota OSIS. Jadi mau tak mau Hee-na harus ikut serta dalam menyiapkan kegiatan tersebut.
Maka itu, Jang-won disuruhnya pulang duluan dan tidak usah menunggu Hee-na.
Merasa Hee-na tak bisa dibantah karena sikapnya yang keras kepala dan tidak mau kalah dalam perdebatan, jadi Jang-won menurutinya.
Setelah 2 jam lamanya Hee-na ikut serta dalam menyiapkan kegiatan tersebut. Kini Hee-na bisa pulang. Tepatnya pada pukul 6 sore menjelang malam itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND
RomancePertemuan pertama memang menyebalkan. Pertemuan yang awalnya kupikir itu adalah penyesalan dalam hidupku. Tapi ternyata aku salah.. Aku merasa sangat beruntung, karena dengan pertemuan yang awalnya terasa menyebalkan, tapi sekarang menjadi kenangan...
