25. Rencana awal

98 8 0
                                        

Jam istirahat tiba. Kini Hee-na mulai berjalan ke luar kelas menuju kantin. Saat sedang asik berjalan seraya mendengarkan musik dengan hedset nya. Seseorang berjalan di sebelah Hee-na.

Sontak Hee-na melihat ke arah seseorang yang berjalan di sampingnya. Sesosok pria Jangkung yang menatapnya dengan senyum yang terukir jelas di wajah pria itu.

Melambaikan tangannya sebagai tanda menyapa Hee-na.

"Hai" Sapanya.

Jika kalian pikir itu adalah Jang-won, kalian salah besar!

Hee-na melepas hedsetnya.
"Seok-yi?" Gumamnya pada seseorang di sebelahnya itu.

"Ke kantin ya? Bareng yuk" Ujarnya.

Hee-na agak bingung harus meng iyakan atau tidak. Tetapi Hee-na merasa tak enak jika menolaknya. Toh lagi pula dia emang mau ke kantin.

Hee-na menganggukan kepalanya pelan.
"Hmm, boleh" Jawabnya.

Tentu saja hal itu langsung menciptakan senyuman sumringah di wajah seok-yi. Senyuman penuh kemenangan.

Mereka berdua berjalan ke kantin.

-

Sesampainya di kantin, Hee-na langsung di sambut oleh tatapan tajam Bang-won yang menatapnya dari kejauhan.

Hee-na langsung menatap ke arah Seok-yi. Sebelum akhirnya berucap.

"Aku permisi ya. Pacar aku udah nungguin" Ucap Hee-na langsung pergi tanpa menunggu balasan dari Seok-yi.

Seok-yi menatap ke arah Jang-won. Menatap sedikit puas karena telah membuat Jang-won cemburu.

"Pasti habis ini bakal berantem" Gumam Seok-yi pelan.

Sementara itu, Jang-won tau rencana busuk Seok-yi. Walaupun dia cemburu, dia akan menahan amarahnya. Dia tidak boleh bertengkar dengan Hee-na, bisa-bisa itu jadi kesempatan Seok-yi deket sama Hee-na.

Jadi dengan ekspresi manisnya, ia menyapa sang kekasih.
"Hai, sayang. Sini duduk" Ucap Jang-won tersenyum gemas dengan Hee-na yang baru datang.

"Kamu ga marah kan?" Tanya Hee-na ragu dengan Jang-won.

"Emang ekspresi aku kayak lagi marah?"

"Ga sih.. Tapi siapa tau kamu cemburu. Biasanya kamu cemburuan kalo liat aku deket sama Seok-yi."

"Kenapa harus cemburu? Aku percaya sama kamu. Tapi ya jangan terlalu deket juga. Dia bawa pengaruh buruk nanti" Ujarnya.

"Tuh kan, mulai deh! Jangan ngomong yang jelek-jelek tentang orang lain. Kamu kan gatau dia gimana"

"Ya justru karena gatau, jadi kamu harus hati-hati. Gaada yang tau kalo dia bawa pengaruh buruk ke kamu nantinya. Jadi jangan terlalu deket. Oke?"

"Ya udah iya" Jawab Hee-na pasrah.

.
.
.

-

Waktu sudah menunjukan sepulang sekolah. Hee-na kali ini tidak pulang dengan Jang-won. Karena ia masih ada urusan di sekolah untuk mengurus beberapa kegiatan mendatang yang akan diadakan sekolahnya.

Karena Hee-na adalah salah satu anggota OSIS. Jadi mau tak mau Hee-na harus ikut serta dalam menyiapkan kegiatan tersebut.

Maka itu, Jang-won disuruhnya pulang duluan dan tidak usah menunggu Hee-na.

Merasa Hee-na tak bisa dibantah karena sikapnya yang keras kepala dan tidak mau kalah dalam perdebatan, jadi Jang-won menurutinya.

Setelah 2 jam lamanya Hee-na ikut serta dalam menyiapkan kegiatan tersebut. Kini Hee-na bisa pulang. Tepatnya pada pukul 6 sore menjelang malam itu.

MY HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang