28. Bad Day

130 7 0
                                        

Hee-na sedari tadi hanya memainkan makanannya. Menatap kosong makanan itu seraya mengaduk-aduknya tanpa berniat memakannya. Teman-teman Hee-na yang sedang menyantap hidangan makanannya dari tadi dibuat heran sama gadis itu. Daritadi kerjaan Hee-na cuma bengong aja. Makanannya juga cuma di aduk-aduk, padahal biasanya Hee-na lahap banget kalo makan di jam istirahat ini. Apalagi itu makanan favoritenya Jjajangmyeon yang biasanya selalu dia pesan.

Sayang banget kalo ga dimakan. Pikir 3 sahabat Hee-na itu.

"Hee, itu gak dimakan?" Tanya Eun-ji.
Hee-na tak menjawab sama sekali. Dia masih diam dengan tatapan kosong, seolah tak menyadari jika sahabatnya itu mengajaknya berbicara.

"Hee?" Panggil Yeon-he yang dari tadi heran sama sikap Hee-na.

"KIM HEE-NA!!" Teriak Eun-ji yang sedari tadi sudah menahan kekesalannya.

Hee-na yang mendengar teriakan Eun-ji sontak langsung tersadar dari lamunannya. Dia bahkan sampai tak sengaja melempar sumpit yang sedang ia pegang.

"Hah? Kenapa?" Tanya Hee-na panik.

"Lu kenapa sih? Kok jadi melamun terus?! Ada masalah?" Tanya Eun-ji.

"Engga kok, gaada masalah. Gapapa.." Jawab Hee-na. Tentu saja itu kebohongan.

"Jangan bohong" Tegas Yeon-he.

"Yaudah, mungkin Hee-na belum mau cerita. Nanti kalo lo butuh temen cerita, kita ada buat lo." Ucap Won-hae.

Hee-na hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Itu gak lo makan? Biasanya lo lahap banget kalo makan Jjangmyeon." Tanya Yeon-he.

Hee-na menggeleng pelan.
"Lagi gak mood makan." Jawabnya singkat.

"Yaudah, buat gue aja ya?" Eun-ji dengan semangat langsung mengambil alih piring yang berisi Jjangmyeon milik Hee-na itu. Dia bahkan tak menunggu jawaban Hee-na terlebih dulu.

Hee-na hanya diam. Dia tak berniat mengambil kembali hak Jjangmyeon miliknya. Entahlah, melihatnya saja dia sama sekali tak ingin memakannya. Moodnya lagi berantakan semenjak 3 hari lalu.

Kenapa?

Tentu saja semua itu karena Jang-won!

Hee-na bahkan baru sadar jika Jang-won sangat berpengaruh dihidup Hee-na. Tak ada Jang-won rasanya hampa banget hari-harinya. Dia masih tak mengerti, apa yang terjadi dengan Jang-won selama 3 hari terakhir ini. Tidak, bukan 3 hari lagi. Bahkan selama 4 hari terakhir sejak Hee-na pertama kali melihat perubahan sikap Jang-won dan Seok-yi.

Berbeda dengan Jang-won yang masih cuek pada Hee-na, sikap Seok-yi sudah kembali menjadi seperti biasa sejak 2 hari lalu. Entahlah. Hee-na juga heran. Mungkin Seok-yi waktu itu lagi banyak pikiran saja sehingga menjadi cuek. Tapi setelah itu dia kembali seperti biasa. Sikapnya yang perhatian pada Hee-na tampak jelas saat Hee-na merasa cowok itu mulai mengajaknya berbicara lagi.

Sedangkan Jang-won? Kenapa dia masih cuek saja? Kalaupun dia banyak pikiran, apa sampai selama itu? Apa dia lagi banyak masalah, ya? Itu yang selalu dipikirkan Hee-na.

Karena cowok itu bahkan tak cuma cuek. Dia bahkan terlihat menghindar jika Hee-na menghampirinya. Saat Hee-na bertanya pun dia tak menjawab dan langsung pergi begitu saja.

Lamunan Hee-na mendadak hilang saat dia mendapatkan notifikasi pesan dari ponselnya. Hee-na buru-buru memeriksa ponselnya untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan. Dan sulit di percaya, itu dari Jang-won! Hee-na langsung tersenyum senang saat membaca pesan Jang-won. Jang-won ingin menemuinya sepulang sekolah nanti!

Tentu saja Hee-na langsung menyetujuinya. Akhirnya setelah 4 hari di cuekin, Jang-won ngajak Hee-na bertemu. Gimana ga kesenengan Hee-na. Berarti Jang-won udah gak cuekin dia lagi, kan?

MY HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang