Hee-na sedari tadi hanya memainkan makanannya. Menatap kosong makanan itu seraya mengaduk-aduknya tanpa berniat memakannya. Teman-teman Hee-na yang sedang menyantap hidangan makanannya dari tadi dibuat heran sama gadis itu. Daritadi kerjaan Hee-na cuma bengong aja. Makanannya juga cuma di aduk-aduk, padahal biasanya Hee-na lahap banget kalo makan di jam istirahat ini. Apalagi itu makanan favoritenya Jjajangmyeon yang biasanya selalu dia pesan.
Sayang banget kalo ga dimakan. Pikir 3 sahabat Hee-na itu.
"Hee, itu gak dimakan?" Tanya Eun-ji.
Hee-na tak menjawab sama sekali. Dia masih diam dengan tatapan kosong, seolah tak menyadari jika sahabatnya itu mengajaknya berbicara.
"Hee?" Panggil Yeon-he yang dari tadi heran sama sikap Hee-na.
"KIM HEE-NA!!" Teriak Eun-ji yang sedari tadi sudah menahan kekesalannya.
Hee-na yang mendengar teriakan Eun-ji sontak langsung tersadar dari lamunannya. Dia bahkan sampai tak sengaja melempar sumpit yang sedang ia pegang.
"Hah? Kenapa?" Tanya Hee-na panik.
"Lu kenapa sih? Kok jadi melamun terus?! Ada masalah?" Tanya Eun-ji.
"Engga kok, gaada masalah. Gapapa.." Jawab Hee-na. Tentu saja itu kebohongan.
"Jangan bohong" Tegas Yeon-he.
"Yaudah, mungkin Hee-na belum mau cerita. Nanti kalo lo butuh temen cerita, kita ada buat lo." Ucap Won-hae.
Hee-na hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Itu gak lo makan? Biasanya lo lahap banget kalo makan Jjangmyeon." Tanya Yeon-he.
Hee-na menggeleng pelan.
"Lagi gak mood makan." Jawabnya singkat.
"Yaudah, buat gue aja ya?" Eun-ji dengan semangat langsung mengambil alih piring yang berisi Jjangmyeon milik Hee-na itu. Dia bahkan tak menunggu jawaban Hee-na terlebih dulu.
Hee-na hanya diam. Dia tak berniat mengambil kembali hak Jjangmyeon miliknya. Entahlah, melihatnya saja dia sama sekali tak ingin memakannya. Moodnya lagi berantakan semenjak 3 hari lalu.
Kenapa?
Tentu saja semua itu karena Jang-won!
Hee-na bahkan baru sadar jika Jang-won sangat berpengaruh dihidup Hee-na. Tak ada Jang-won rasanya hampa banget hari-harinya. Dia masih tak mengerti, apa yang terjadi dengan Jang-won selama 3 hari terakhir ini. Tidak, bukan 3 hari lagi. Bahkan selama 4 hari terakhir sejak Hee-na pertama kali melihat perubahan sikap Jang-won dan Seok-yi.
Berbeda dengan Jang-won yang masih cuek pada Hee-na, sikap Seok-yi sudah kembali menjadi seperti biasa sejak 2 hari lalu. Entahlah. Hee-na juga heran. Mungkin Seok-yi waktu itu lagi banyak pikiran saja sehingga menjadi cuek. Tapi setelah itu dia kembali seperti biasa. Sikapnya yang perhatian pada Hee-na tampak jelas saat Hee-na merasa cowok itu mulai mengajaknya berbicara lagi.
Sedangkan Jang-won? Kenapa dia masih cuek saja? Kalaupun dia banyak pikiran, apa sampai selama itu? Apa dia lagi banyak masalah, ya? Itu yang selalu dipikirkan Hee-na.
Karena cowok itu bahkan tak cuma cuek. Dia bahkan terlihat menghindar jika Hee-na menghampirinya. Saat Hee-na bertanya pun dia tak menjawab dan langsung pergi begitu saja.
Lamunan Hee-na mendadak hilang saat dia mendapatkan notifikasi pesan dari ponselnya. Hee-na buru-buru memeriksa ponselnya untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan. Dan sulit di percaya, itu dari Jang-won! Hee-na langsung tersenyum senang saat membaca pesan Jang-won. Jang-won ingin menemuinya sepulang sekolah nanti!
Tentu saja Hee-na langsung menyetujuinya. Akhirnya setelah 4 hari di cuekin, Jang-won ngajak Hee-na bertemu. Gimana ga kesenengan Hee-na. Berarti Jang-won udah gak cuekin dia lagi, kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND
RomancePertemuan pertama memang menyebalkan. Pertemuan yang awalnya kupikir itu adalah penyesalan dalam hidupku. Tapi ternyata aku salah.. Aku merasa sangat beruntung, karena dengan pertemuan yang awalnya terasa menyebalkan, tapi sekarang menjadi kenangan...
