27. What's wrong?

84 8 0
                                        

Disini, Hee-na tengah menunggu Jang-won sedari tadi. Pacarnya itu tadi ngechat dia dan ngajak ketemuan di cafe deket rumahnya Hee-na. Tanpa pikir panjang Hee-na langsung terima ajakan itu, karena dia pikir Jang-won bakal ngajak dia jalan-jalan.

Tapi udah sekitar setengah jam itu cowok gak dateng juga. Hee-na yang dari tadi udah nunggu sendirian seraya duduk di meja yang ada di cafe itu bingung. Bahkan karena dia udah bosen nunggu Jang-won, sampai dia udah kehausan duluan, dia jadinya pesan minuman duluan. Habisnya gimana ya.. Hee-na dari tadi udah nahan hausnya demi nunggu Jang-won biar bisa pesen barengan. Tapi itu cowok gak kunjung datang juga. Jadi alhasil Hee-na mesen duluan.

Bahkan sampai itu minuman Hee-na udah mau habis, Jang-won gak kunjung sampai juga. Kemana sih itu orang? Pikir Hee-na.

Hee-na ngehela nafas kesal. Dia ngambil ponselnya lagi yang dia taruh di atas meja dan ngebuka ponselnya. Dia ngebuka kontak bertuliskan 'Boyfie' itu buat dia telefon.

Beberapa kali Hee-na nelfon itu orang, tapi tetep aja gak di angkat. Bikin Hee-na naik darah aja!

Dengan kesel Hee-na ngebanting ponselnya ke atas meja. Sampai bikin atensi orang-orang di sana teralihkan ke Hee-na. Tapi Hee-na gak peduli dengan dirinya yang lagi jadi bahan perhatian orang di cafe itu.

"Jang-won sialan! Lama banget sih!!" Gerutu Hee-na dari tadi. Bahkan gak jarang dia ngumpatin Jang-won karena udah terlalu kebawa emosi.

Hee-na masih bersabar nunggu kekasihnya itu. Tapi sekitar 1 Jam berlalu, Jang-won tak kunjung terlihat juga. Kemana dia? Pikirnya.

Karena merasa Jang-won gak bakal datang. Hee-na memutuskan untuk pulang aja. Capek dia nunggu dari tadi tapi kekasihnya gak datang juga. Kurang sabar apa coba Hee-na.

Saat dalam perjalanan pulang, Hee-na berjalan kaki karena jarak yang di tempuh dari cafe ke rumahnya tak begitu jauh. Tapi karena Hee-na pulang saat langit sudah gelap, jadi jalanan juga sepi.

Awalnya Hee-na gak peduli, dia gak mikir macem-macem. Lagipula dia udah biasa jalan malam-malam sendirian. Tapi gak tau kenapa, malalm ini suasananya beda banget.

Jalanan itu bener-bener sepi gak ada seorang pun selain dia. Lampu jalanan yang biasanya terang, sekarang remang-remang. Angin malam itu bener-bener bikin Hee-na tambah merinding. Suasana dingin juga mencekam bikin perasaan Hee-na gak enak.

Tapi Hee-na nyingkirin pikiran buruk itu. Dia tetep jalan dengan beraninya. Sampai langkah dia terhenti kala melihat sekumpulan preman Yang ada di gang sempit dekat situ. Hee-na bingung, apa dia puter balik aja ya?

Gak ada yang jamin juga kan kalo dia bakal kembali dengan selamat kalo dia lewat sana?

Tapi Hee-na terlalu lama berdiri diam di sana. Sehingga preman itu mulai sadar kalo ada yang merhatiin mereka.

"Hai, cantik.." Ucap salah satu preman yang terlihat masih muda.

Jujur saja, saat itu juga rasanya jantung Hee-na berdegup tak karuan. Tubuhnya terasa lemas, bahkan rasanya dia tak bisa menggerakan tubuhnya. Entah mengapa nafasnya terasa sesak dan suaranya tercekat di tenggorokan.

Semakin lama 4 orang preman itu berjalan semakin mendekatinya. Saat itu juga Hee-na masih membeku di tempat. Namun, beberapa detik kemudian Hee-na langsung sadar dan tanpa menunggu lama dia berlari.

Dia berlari secepat yang ia bisa. Sesekali ia melihat ke belakang dan terlihat jelas 4 orang preman itu masih mengejarnya tanpa berniat menyerah sedikitpun.

Hee-na berlari tanpa Henti. Meski dia beberapa kali hampir terjatuh karena dia mengenakan High heals sehingga membuatnya kesulitan. Tapi ia tak mempedulikan itu semua. Tujuannya adalah berlari secepat mungkin, mencari seseorang yang bisa menolongnya.

MY HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang