Malam tadi mereka bertiga tidur terpisah bagaimana pun haechan tak mungkin tidur bersama jeno meski laki laki itu merengek ingin bersama
Pagi ini haechan bangun awal seperti biasa karna hari ini weekand ia tak membangunkan mark atau menyiapkan pakaiannya
Kini tangan lentiknya itu menyajikan berbagai sarapan di meja makan
Tak berselang lama mark datang
"kakak butuh sesuatu?" tanya haechan
Bukanya menjawab mark hanya memandang haechan lalu mengambil gelas dan di isi air
Jeno datang dengan sedikit linglung
"kepalaku masih sakit saja cha" keluhnya
"makan saja dulu nanti ku pijat lagi"
Mark yang mendengarnya menjadi sangat kesal padahal ia tak menyukai istrinya itu
"cha obatku" ucap mark meminta obat pada haechan
"memang kekasihmu itu tidak mengurusmu hingga meminta bantuan echa?" sarkas jeno
"kenapa memangnya? Dia istriku.." ucapan mark mendatangkan bunga bunga di hati haechan
"jadi dia harus melayaniku seperti maid menjadi jalang pribadiku juga" ucapan itu terulang kembali
Tanggan yang awalnya menyindukan nasi pada piring terhenti lagi lagi haechan merasa hati nya tertusuk belati
"SIALAN KAU!!!" marah jeno ingin memukul mark namun tertahan
"jen..jen..jangan pliss aku takut..hiks...kau taku aku takut pada pertengkaran di depan mataku hiks.." tangis haechan
"tapi dia sungguh keterlaluan! Lihat saja akan ku adukan kau pada daddy dan bubu!" ancam jeno
Mata mark membulat karna terkejut ia sadar jeno jika sudah marah tak main main segera ia menarik tubuh mungil haechan lalu sedikit menjauh dari jeno
"apa apaan kau!" tanya jeno mendekat
"jangan mendekat atau.." ucapan nark sengaja di gantung dan memelintir tangan haechan
"aaahk..jen.." lirih haechan
"lepaskan echa tolol" teriak jeno
"kubilang jangan mendekat!" kekeh mark pada adiknya
Mark menyeret tubuh haechan dengan cepat menuju gudang dan mendorongnya hingga jatuh
Dengan gerak cepat mark mengunci pintu itu dan mengamankan kuncinya
"APA APAAN KAU SIALAN!!"
"jangan mencoba macam macam padaku atau sahabat manismu ini akan menjadi samsak bagiku.."
"sialan kau! Mau apa kau?!"
"hm...apa ya? Pulang saja dulu tapi titup mulutmu rapat rapat jika tidak..gimana nanti deh" ucap mark dengan wajah tengilnya
"kak..buka kak..hiks..echa takut.."
"DIAM!!"
Jeno ingin memukul sekali kakaknya ini namun ia juga tak ingin echa kenapa kenapa
"yasudah aku akan pulang tapi ingat jangan apa apakan echa!" ucap jeno penuh penekanan
"hm.." entah apalah arti jawaban mark itu
Setelah memastikan jeno pergi dari mansionnya mark membuka pintu itu terlihat wajah haechan yang basah oleh air mata
"cepat keluar siapkan aku roti panggang saja" ucapnya dingin lalu mendahului menuju meja makan
"i-iya kak"
Kemudian keduanya kini berada di meja makan dengan telaten haechan memanggang roti itu pada mesin
Brak...
Pintu terbuka datanglah kekasih mark dengan eloknya
"sayang... Apakah sudah sembuh?" tanyanya
"mendingan sih" jawab mark
"kau sedang membuat roti yaa aku juga mau ya" ucap jaemin memerintah haechan
Tak mau beedebat haechan menyiapkan untuk kekasih suaminya juga
"sayang aku mau shooping lagii tapi kau belum mengirimkan ku uang lagii" cemberut jaemin pada mark
"ah maaf saayang aku lupa, kau ambil saja kartu ku yang ini" ucap mark sambil menyodorkan kartu itu
Haechan sudah menyediakan apa yang mereka mau tapi ia tak menyediakan untuknya karna sudah tak selera
"ets mau apa kau duduk di situ?? Siapkan Aku mau cake ah jangan lupa sama susu juga ya cepat!" perintah kembali jaemin
Entahlah kini haechan hanya bisa mengalah dan menuruti keinginannya
Susu itu sudah di tuang pada gelas cake itu pun sudah di potong dan di sajikan di piring kecil itu
"KAU SANGAT LAMA SEKALI!!" ucap jaemin berteriak
"sayang jangan berteriak nanti tenggorokanmu sakit
Kenapa jika bersamanya kau begitu lembut dan perhatian?_batin haechan
"tapi sayang lihat bahkan rotiku sudah habis"
PRANG...
gelas itu pecah air susu yang berada di gelasnya tumpah kemana mana cakeh itu jatuh sempurna pada ubin mahal itu
Siapa lagi kalo buka jaemin pelakunya
"APA APAN KAU INI MUBAZIR JADINYA" teriak haechan sepontan
"KAU BERANI MENERIAKINYA HAH?! PUNYA NYAWA BERAPA KAU?" ucap mark marah lalu menarik haechan dan menjatuhkanya pada ubin
"sayang..jangan kotori tanganmu dengan memegangnya juga jangan buat pagimu ini buruk ayo kita keluar saja" ucap nana sambil menggandeng mark keluar
"hiks..jen..hiks.." buliran air mata terus menerus keluar tangan kanan nya terkena beling
"hiks..cake nyaa sayang..aku makan saja deh hiks..." echa mengambil cake yang masih utuh yang terletak di ubin
"kata daddy dan mae tidak boleh buang buang makanan... Hiks..echa makan saja tinggal bersihkan bawahnya" ucapnya
Hai hai jangan lupa vote yaa
Terimakasih♡
KAMU SEDANG MEMBACA
TURUN RANJANG
Hayran Kurgumark dan haechan yang di nikahkan dengan perjodohan mark yang mencintai jaemin membuat haechan menjadi sengsara haechan anak baik dan penurut tak ingin orang lain mengetahui kesedihanya dia akan menelan pahitnya kehidupan sendiri #jaeyong #johnten...
