HAPPY READING
.
.
.
Dan perlahan, Aksa mulai sadar... mungkin kali ini, dia benar-benar kehilangan Felly.
Tapi keberuntungan akhirnya berpihak padanya.
Di lorong sekolah yang sepi, Aksa melihat Felly berjalan sendiri. Tanpa pikir panjang, dia langsung menghampiri.
"Fell," ucap Aksa, suaranya penuh harap.
Felly berhenti, tapi nggak menatapnya. "Apa lagi sih?" cetusnya.
Aksa menghela napas, berusaha menahan diri biar nggak kelihatan gugup. Dengan satu gerakan, dia mengeluarkan ponselnya dan menyodorkannya ke Felly.
"Ini," katanya. "Bunda nelpon, nanyain kamu."
Felly menatapnya tajam. "Kamu bilang apa lagi sama Bunda?"
Aksa hanya mengangkat bahu, mencoba terlihat santai meskipun dalam hatinya dia cemas.
Felly menghela napas berat, tapi akhirnya menerima ponsel itu dan menempelkannya ke telinga.
"Assalamualaikum, Bunda..."
Dari seberang telepon, suara lembut wanita paruh baya itu langsung menyapa. "Felly, Sayang, kamu ke mana aja? Kok nggak pernah main ke rumah? Bunda kangen, lho."
Felly menggigit bibirnya, merasa bersalah. "Maaf, Bun... aku lagi banyak tugas sekolah."
"Masa sih? Apa kamu lagi marahan sama Aksa?" suara Bunda terdengar khawatir.
Felly melirik Aksa sekilas sebelum menjawab, "Nggak, Bun... cuma lagi sibuk aja."
Bunda tertawa kecil. "Ya sudah, kalau gitu datang ke rumah, ya? Bunda pengen ketemu."
Felly terdiam sesaat. Dia menatap Aksa lagi, seolah memastikan sesuatu. Cowok itu nggak mengatakan apa pun, hanya menatapnya penuh harap.
Akhirnya, Felly menghela napas. "Iya, Bun... nanti aku ke sana."
Begitu panggilan berakhir, dia menyerahkan kembali ponsel Aksa.
"Aku ke rumah Bunda karena Bunda yang minta," tegasnya, memperjelas kalau ini bukan karena Aksa.
Aksa mengangguk pelan, senyum tipis muncul di wajahnya. "Aku tahu."
Dan untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, Felly merasa ada sesuatu di dadanya yang sedikit lebih ringan.
-----
Beberapa jam berlalu, akhirnya bel pulang berbunyi. Siswa-siswi keluar dari kelas, berhamburan menuju gerbang sekolah. Felly dan Sky berjalan berdampingan ke arah parkiran.
Saat mereka berdua hampir masuk ke mobil, suara yang familiar menghampiri.
"Halo, Sky. Fell," sapa Areksa sambil nyamperin.
"Eh, hai," jawab Felly singkat.
"Nanti malam bisa temenin gue cari buku nggak?" tanya Areksa, langsung ke intinya.
"Emm... gue nggak tahu," jawab Felly ragu.
"Yaa ayolah. Rekomenin gue buku yang bagus. Lo kan doyan baca novel tuh," bujuk Areksa sambil nyengir.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTAKU YANG HILANG
Novela Juvenil"rupanya kita hanya kebetulan yang tak pernah tertulis,di masa depan" -fellyshaanasera "hubunganku dengan dia hancur di saat masalalunya kembali" -fellyshaanasera " Abadi? " Diantara sekian luasnya bumi ini, Tuhan menjatuhkan rasaku, pada rapatny...
