part 24

3 2 0
                                        

HAPPY READING GYSS
.
.
.



Di perjalanan ke sekolah Sky menyetir dengan satu tangan, matanya fokus ke jalanan yang masih agak lengang. Sementara itu, Felly duduk di sebelahnya, memainkan ujung resleting jaketnya tanpa sadar.

"Hari ini lo ada rencana?" tanya Sky tiba-tiba, memecah keheningan.

Felly meliriknya sekilas. "Kayaknya nggak."

Sky mengangguk pelan, lalu membelokkan mobil ke arah jalan utama yang menuju sekolah mereka. "Gue nggak mau drama pagi-pagi."

Felly mendengus. "Lo pikir gue mau?"

Di gerbang sekolah, beberapa siswa berkumpul, berbisik-bisik sambil menatap layar ponsel mereka. Ada yang menoleh ke arah mobil Sky saat mereka melintas, lalu kembali berbisik.

Sky juga menyadarinya. "Apaan tuh?"

Felly mengernyit, jantungnya mulai berdetak lebih cepat. Dia mengambil ponselnya dan segera membuka media sosial.

Dan di sanalah dia melihatnya.

Sebuah unggahan anonim menyebar di grup sekolah mereka, menampilkan foto editan dirinya dengan caption:

'Anak haram yang selalu cari perhatian. Mau sampai kapan ngerecokin keluarga orang?'

Felly merasa darahnya mendidih. Tangannya mencengkeram ponsel erat.

Sky, yang penasaran dengan reaksi adiknya, melirik sekilas ke layar ponsel Felly. Seketika, ekspresinya berubah drastis.

"Brengsek," geramnya, rahangnya mengeras.

Felly menelusuri komentar yang berhamburan di unggahan itu.

'Pantes kelakuannya kayak gitu, ternyata emang cuma numpang di keluarga orang.'

'Kasihan sih, tapi ya gimana… fakta tetep fakta.'

'Nggak heran kalau suka caper, toh dari dulu emang begitu.'

Sky mengetatkan genggamannya di setir. Matanya berkilat marah. "Siapa yang nyebarin ini?"

Felly menarik napas panjang, mencoba menekan emosinya yang hampir meledak. "Siapa lagi kalau bukan Alea?"

Sky mendengus tajam, wajahnya penuh amarah. "Anjing. Dia beneran kelewatan."

Felly menoleh ke kakaknya, matanya dipenuhi dendam yang membara.

"Hari ini, kita kasih dia sesuatu yang nggak bakal dia lupain."

Sky menoleh ke Felly, dan mereka berbagi tatapan yang sama—tatapan penuh amarah yang siap menghancurkan.

Sky memarkir mobil dengan kasar di tempat biasa, tangannya masih mengepal di setir. Felly turun lebih dulu, tatapan tajamnya menyapu sekitar. Bisik-bisik semakin jelas terdengar saat dia melangkah. Beberapa siswa yang melihatnya buru-buru berpaling, tapi ada juga yang menatap dengan ekspresi penuh kepuasan.

Sky berjalan di sampingnya, langkahnya penuh tensi. Setiap orang yang menatap mereka langsung mengalihkan pandangan saat bertemu dengan tatapan dingin Sky.

Di ujung tangga, Alea berdiri bersama Rara dan beberapa anak lainnya. Dia tersenyum tipis, tatapannya jelas penuh kepuasan.

"Lo pikir ini lucu?" suara Felly tajam, langsung memancing perhatian sekitarnya.

Alea menoleh dengan ekspresi dibuat-buat seolah tidak tahu apa-apa. "Hah? Maksud lo apaan?"

Sky menatapnya tajam. "Jangan pura-pura bego, Alea."

SEMESTAKU YANG HILANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang