happy Reading gyss
.
.
.
"Lo adalah cewek yang selama ini gue tunggu, bahkan ketika lo udah lupa gue pernah ada. Dan kalau takdir cuma ngizinin gue buat jadi bayang-bayang—bukan cahaya di hidup lo—gue rela. Asal bisa jagain lo… dari jauh, dalam diam, selamanya."
-Areksa Maheswara
Felly masuk kelas dengan wajah kesal, napasnya masih belum teratur. Tanpa bicara sepatah kata pun, ia langsung menjatuhkan tubuh ke kursinya, tepat di samping Areksa. Ranselnya ia lempar begitu saja ke atas meja. Di belakangnya, Aksa masuk beberapa detik kemudian, wajahnya sulit ditebak.
Suasana kelas masih tenang, guru sedang menulis soal di papan. Felly menoleh sedikit ke belakang, pandangannya tajam mengarah ke Aksa.
"Lo ngapain?" bisiknya pelan, tapi cukup menusuk.
Aksa menatap punggung Felly sebentar, lalu membungkuk sedikit agar bisa bicara lebih dekat. "Tadi… kamu nggak ngapa-ngapain Alea, kan?"
Felly mengerutkan dahi. "Maksud kamu?"
Aksa buru-buru meralat. "Eh, maksud aku... kamu nggak diapapain Alea, kan?"
Felly mendengus pelan. "Nggak lah, Sa. Dia tuh drama queen, beneran. Aku cuma pengen dia berhenti gangguin kita."
Aksa diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata lembut, "Yang penting kamu baik-baik aja." Tangannya terulur, mengusap rambut Felly sebentar.
Felly menahan senyum kecil, tapi matanya masih menyimpan kekesalan. Ia kembali menghadap ke depan dan mulai menyalin soal dari papan.
Namun, suara pelan dari sampingnya memecah fokus.
"Lo yakin? Pacar lo itu sayang sepenuhnya sama lo?"
Felly langsung menoleh. Tatapannya menusuk ke arah Areksa. "Apaan sih lo? Gak jelas."
Areksa cuma mengangkat bahu sambil setengah senyum. "Nanya doang, Fel. Biar lo gak di bodohin."
Ia kembali menunduk menatap bukunya, tapi pikirannya jauh. Dalam hati, Areksa bergumam sendiri.
nextttt deh..
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTAKU YANG HILANG
Teen Fiction"rupanya kita hanya kebetulan yang tak pernah tertulis,di masa depan" -fellyshaanasera "hubunganku dengan dia hancur di saat masalalunya kembali" -fellyshaanasera " Abadi? " Diantara sekian luasnya bumi ini, Tuhan menjatuhkan rasaku, pada rapatny...
