Sembilan belas panggilan telepon tak terjawab. Campuran telepon dari Miki dan Tarra. Aku gelagapan dan bangun dari tidur―segera menelepon Miki―suaranya menggebu tak beraturan, seperti sebuah kabar penting. Dia menanyakanku apa yang terjadi. Aku tak mengerti apa maksudnya sampai dia menyuruhku membuka X untuk melihat Trending Topic nomor 1 Indonesia. Di situ ada tagar #BenaluTanpaMaluPlagiat.
Jantungku berpacu cepat. Aku gemetar dan mengeklik tagar tersebut. Terdapat sebuah utas dengan judul: Benalu Tanpa Malu adalah plagiat dari film Parasite. Dimulai dari scene ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin. Kehidupan kumuh yang dijalani si miskin, ambisi para tokoh, judul yang hampir serupa, serta kesamaan dialog. Parahnya lagi, ada namaku di dalam utas itu. Aku dihina sebagai orang yang tak tahu malu sebagai plagiator. Tanganku gemetar hebat sampai-sampai kepalaku berkunang-kunang membacanya. Aku tak berani membacanya sampai tuntas dan langsung membongkar X dari ponselku.
Dari awal naskah yang kutulis tentang Benalu Tanpa Malu adalah naskah familiar yang sering terjadi di dunia nyata atau keseharianku. Bukankah kehidupan seseorang sejatinya hampir sama? Hidup pasang surut dari miskin lalu menjadi kaya, penuh intrik, penuh ambisi, dan dikemas dengan cara epik. Siapa pun pasti punya pengalaman yang serupa seperti di film-film. Aku bisa jamin bahwa Benalu Tanpa Malu bukanlah naskah yang sama persis dengan Parasite. Aku tidak mungkin mendapatkan penghargaan bergengsi jika ceritanya sama persis dengan karya orang lain. Bahkan sebelum aku membongkar X-ku tadi, masih ada orang yang membelaku bahwa film Benalu Tanpa Malu dan Parasite itu berbeda. Tapi sayangnya, cuitan itu tertimbun oleh banyaknya cuitan lain yang menjatuhkanku.
Pintu apartemenku terketuk dengan keras. Suara dari Miki dan Tarra. Mereka panik karena aku mematikan ponsel. Miki memberikan ponselnya kepadaku. Panggilan telepon dari Mamak yang mengatakan bahwa rumah kami mengalami kebakaran mendadak tadi malam. Suara Mamak pecah membuatku tak berdaya ingin segera menemuinya.
Hanya dalam semalam, kejadian nahas terjadi secara bersamaan.
Aku pangling melihat Martapura dengan semua perbedaannya. Tanah kosong berubah menjadi perumahan. Sekolah satu lantai menjadi dua lantai. Jalanan aspal sudah banyak yang mulus. Waktu telah banyak merubah tatanan kota kelahiranku.
Dengan penuh rasa gugup, aku mengetuk rumah Miki yang menjadi rumah singgah Mamak. Saat pintu terbuka, Bicik Nuni menganga dan sigap memanggil Mamakku. Di situlah momen haru terjadi. Aku langsung berlari memeluk dan berlutut di pangkuan Mamak. Kami menangis bersama, cukup lama, mengharukan, dan penuh intensitas. Kami saling merindu. Aku menangis melihat uban Mamak yang semakin banyak, keriputnya yang semakin berlapis, dan badannya yang semakin mengecil. Aku menyadari betapa lamanya aku merantau meninggalkan Mamak demi mencari pengakuan Bapak yang tak pernah menganggapku ada.
Aku dan Mamak melihat rumah kami. Semuanya hangus hitam terbakar si jago merah. Sementara Nenek dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani rawat intensif dengan masalah pernapasannya. Kebakaran ini terjadi karena adanya korsleting listrik.
Aku harus mencairkan uang untuk merenovasi rumah agar Mamak dan Nenek bisa tinggal dengan layak. Aku memberanikan diri menyalakan ponsel yang sempat kumatikan sepanjang hari demi membuka m-banking. Untuk sementara masalah tentang palagiator harus kukesampingkan terlebih dahulu dan berfokus pada masalah keluarga.
Dalam hitungan detik, ponselku berdering dan bergetar, cukup lama, sampai rasanya muak mendengar suaranya. Ada banyak pesan yang bertumpuk. Aku mengeceknya dari pesan paling bawah. Ada pesan lama dari Miki, Tarra, dan beberapa rekan perfilman yang menanyakan keadaanku. Jemariku terus bergulir, sekarang giliran brand meminta pertanggung jawaban atas masalahku. Nama baik mereka mulai diusik oleh netizen―serta netizen menginginkanku berhenti menjadi brand ambassador perangkat elektronik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Star On the Stage
Misterio / SuspensoTidak semua orang bisa meraih mimpinya dengan mudah. Bitta, seorang gadis desa bercita-cita menjadi aktris papan atas agar bisa bertemu dengan Karsa Aranantyo, bapak kandungnya yang selama ini telah menelantarkannya sejak kecil. Bitta memulai karier...
