"Saya turut prihatin mendengar beritamu, Nak," ujar Bapak berusaha simpati di depan wajahku. "Untung kamu cepat tanggap memberikan klarifikasi. Setidaknya berita tentangmu mulai meredup―dan tinggal memulihkan kepercayaan nama baikmu di depan semua orang."
Aku memberikan senyum paksa di depannya. Baik Nala maupun Bapak terus menatapku dengan tegang. Bapak tidak berbasa-basi, dia tahu masalahku, masih ada satu yang tersisa yakni pengembalian uang dari kelas skenario. Bapak memberikanku sebuah penawaran uang sebesar dua milyar secara gratis asalkan aku selamanya tutup mulut, tidak melanjutkan aksi membuat naskah untuk mereka perankan, dan kembali ke Martapura.
"Lebih baik saya pulang jika kalian hanya memberikanku solusi berupa uang. Saya tetap akan menolaknya," tegasku.
"Apa yang membuatmu ragu? Karena uang ini atau kamu memang masih memiliki dendam sama Bapak?" tanya Bapak serius. "Jika kamu menginginkan saya meminta maaf di depanmu, saya akan melakukannya sekarang juga. Saya minta maaf karena saya sudah menelantarkanmu. Dan sekarang, hentikan permainan konyolmu itu. Jangan jadikan saya sebagai boneka peran yang kamu ciptakan. Semua itu akan menjadi pancingan bagi media. Sekarang kamu perlu menyelesaikan skandalmu sebelum semuanya bertambah besar."
Aku menggeleng. Tetap tidak membutuhkan uang pemberian Bapak.
"Lagi pula produser mana yang akan menerima naskah dari seorang plagiator? Apa kamu punya uang untuk memodali produksi perfilman? Sudah, lupakan permintaan konyolmu itu dan terimalah uang dari kami. Tapi pastikan sebelum kamu menerima uang itu, kamu harus menandatangani perjanjian kontrak di antara kita."
Aku menenggak ludah pahit seraya membaca isi kontraknya. Jika aku menerima uangnya secara utuh, aku tidak diperbolehkan membuka suara di depan media, tidak boleh menerbitkan naskah yang kuciptakan untuk Bapak, dan aku harus berhenti dari profesiku sebagai penulis skenario.
"Saya memang nggak punya modal untuk membuat filmnya sekarang. Bapak tenang saja dan bersantailah terlebih dahulu. Saya akan terus mencari pemodal dan saya akan tetap membuat film itu hingga menjadi nyata. Bapak nggak perlu repot-repot mengurusi masalah saya, karena saya bisa menyelesaikan masalah saya sendiri." Lalu aku menatap Nala dengan tajam. "Bagaimana Bu Nala, sudah ada progres mengenai pemulihan nama baik Ibu Suri? Saya tunggu kabarnya di media dalam waktu satu bulan ini. Kalau tidak, saya akan memberikan kejutan besar untuk Ibu."
"Berani ya kamu mengancam saya," ucapnya mendelik.
"Saya hanya memperjuangkan keadilan. Ibu yang merusak karier Ibu Suri, dan sudah seharusnya Ibu yang bertanggung jawab untuk memperbaikinya."
"Kamu tidak tahu apa-apa, Bitta!" gertaknya, "Sebenarnya apa hubunganmu dengan Suri?"
"Ibu Suri adalah orang yang berjasa dalam hidup saya. Sama berjasanya seperti apa yang beliau lakukan untuk Ibu Nala, benarkah?" ucapku menyeringai.
Tiba-tiba ponselku berdering, panggilan dari Mas Derry. Aku me-reject panggilannya agar Bapak dan Nala tidak mendengar percakapan kami. Namun, selang beberapa langkah kakiku keluar dari rumah Bapak, Mas Derry mengirimkanku sebuah pesan. Dia minta maaf karena tidak bisa mengajakku bergabung dalam project adaptasi film Korea―yang mana aku menjadi penulis skenarionya. Mas Derry sudah menggaet penulis lain yang dipilihkan oleh PH.
Aku menghela napas berat. Sekarang aku adalah pengangguran yang tertimpa banyak masalah. Dari mana lagi aku harus mendapatkan uang untuk membayar ganti rugi uang kelas menulis skenario? Bagaimana caranya aku mendapatkan uang secara instan untuk membangun rumah yang pernah terbakar api? Kepalaku mendadak berat.
Aku berjalan sempoyongan, mungkin saja vertigoku kambuh lagi. Semakin aku melangkah, kakiku rasanya berat, kepalaku semakin ditusuk, dan kini pandanganku berkunang-kunang. Aku tak sadar jika dahiku menabrak pilar beton rumah. Berusaha untuk menahan keseimbangan, tapi yang terjadi adalah kakiku tergelincir anak tangga. Aku terjatuh, berusaha bangkit, namun kepalaku semakin terpukul, tak tertolong begitu keras, dan kini semuanya menjadi gelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Star On the Stage
Tajemnica / ThrillerTidak semua orang bisa meraih mimpinya dengan mudah. Bitta, seorang gadis desa bercita-cita menjadi aktris papan atas agar bisa bertemu dengan Karsa Aranantyo, bapak kandungnya yang selama ini telah menelantarkannya sejak kecil. Bitta memulai karier...
