Seungmin membasuh wajah sementara Bang Chan mengucurkan air dari kemasan botol.
"Bangke bener lo, Lix!" sarkas Seungmin mengusap wajah dengan jaket setelah bersih lalu duduk di kursi taman pinggir jalan.
"Aku juga tidak tau kalau ada lumpurnya. Kau, sih! Keras kepala mau kabur!" sembur Felix bersandar pada pohon seraya menyeruput smoothie stoberi.
Percobaan melarikan diri Seungmin gagal. Beberapa saat lalu ketika dia jatuh tersungkur, Felix menghadang di depannya. Dia tidak mau menurut saat diajak pergi menjenguk Han membuat adik Lino itu kesal dan refleks menampar menggunakan sandal jepit yang di bagian alasnya ternyata berlumpur.
"Kamu tampar dia sekuat tenaga ya, Lix? Aigo ...." Bang Chan mengambil beberapa es batu dari gelas minuman, dimasukkan ke sapu tangan untuk mengompres pipi Seungmin.
"Kau sampai sekarang masih mengira kalau Han Jisung pelakunya? Bang Chan sudah bilang, Han dan kakeknya penyayang binatang. Han juga sering memberi makan kucing, sangat akrab dengan Kak Lino, bagaimana mungkin saat itu dia membunuh kakak perempuanku?" cecar Felix.
Bang Chan menepuk pelan lutut pemuda di sebelahnya. "Min, lo gak bisa lama-lama di dunia manusia. Semakin sering minum ramuan itu, makin memperpendek umur. Lo gak pengen pulang?"
Pernyataan tersebut membuat Seungmin termenung, hatinya gundah. "Bertahun-tahun berlalu, gak ada sehari pun di mana gue gak pengen pulang. Selama ini gue merasa tempat ini kotor, palsu." Dia mengangkat wajah, menatap Felix yang berdiri di seberangnya. "Tapi setiap terpejam, gue selalu terbayang penampilan dia waktu meninggal sedangkan gue gak bisa berbuat apa pun."
"Gue paham, cinta lo ke perempuan itu dalam banget. Tapi yang lebih susah dari mencintai begitu dalam adalah di mana lo harus mengikhlaskan," tutur Bang Chan.
"Seungmin." Felix mengulurkan tangan. "Ikutlah menemui Han Jisung."
****
Han dan Lino sedang melakukan video call dengan Changbin yang saat ini berada di luar kota. Dia meminta maaf karena tidak bisa menjenguk Han padahal sangat penasaran bagaimana rekannya itu bisa menjadi korban penikaman.
"Minta maafnya harus di atas materai, Bin," celetuk Han.
Changbin berdecak. "Materainya kekecilan kalau dinaikin, Hanjis. Di atas matras aja gimana?"
"Pala lo gue genjreng," sahut Lino memunculkan wajah di layar ponsel.
"Berkata kasar terus, apa tidak takut amal baikmu ditip-ex!" Changbin berubah soft spoken tapi tetap dengan nada tinggi sebagai ciri khasnya.
Lino masih menanggapi. "Maaf kalo gue kasar. Soalnya gue bukan makhluk halus."
Di tengah obrolan tidak jelas itu, atensi Han dan Lino teralihkan saat pintu ruang inap dibuka. Bang Chan dan Felix datang, diikuti Seungmin dengan kepala tertunduk berada di belakang mereka.
Wajah Lino menjadi kaku dan dingin, mendekati Seungmin lalu menarik kerah bajunya. "Lo masih berani datang?"
"Weh! Weh!" Bang Chan menahan kepala tangan Lino yang sudah siap menghantam wajah Seungmin, menariknya mundur.
"Tenang dulu, Kak." Felix berada di tengah dua pemuda yang berseteru itu, menghadang seraya merentangkan tangan.
Lino seperti orang kesurupan, dia benar-benar ingin menghajar Seungmin. Bang Chan sampai cukup kewalahan menahannya.
"Lino!" tegur Han dari tempatnya terbaring dan seketika membuat Lino terdiam, menoleh padanya. "Gue yang minta Seungmin untuk datang. Ada yang mau gue omongin sama dia."

KAMU SEDANG MEMBACA
Ailurophile [END]
Fanfiction❝Lo bisa diem gak? Daritadi lari-lari mulu di pikiran gue.❞ Start : 18.04.2024 End : 02.11.2024 Cover by : @daffyra Cerita ini terinspirasi dari Drama Make A Wish dan tentu ada perbedaan untuk menyesuaikan alur cerita ini