BAB 5:BERKELAHI

20 13 2
                                        

        "Novel itu emang nggak nyata tapi
       Pelajaran di dalamnya bisa di ambil           
                Buat kehidupan nyata. "
                          By:Gea adisti

                          BERKELAHI

Ckiiiit

Zeril merem mendadak saat tiba tiba sebuah motor mncegat lajunya.

"Woi siapa lo anjing?"umpat Zeril.

" Gue Farel. "Farel melepas helemnya kemudian melangkah mendekati Zeril." Turun lo sekarang. "Titah Farel.

Dengan malas Zeril turun dari motornya" Mau ngapain lagi belum puas lo di permaluin tadi. "

"Jauhin Eliza! "

Zeril memutar bola matanya malas. "Lo emang siapanya Eliza mau ngatur ngatur, gue mau deketin Eliza ya terserah gue. "

"Eliza itu hanya milik gue dan lo nggak pantes buat dia. " Ucap Farel penuh penekanan.

"Lo itu udah di putusin sama Eliza jadi sekarang Eliza bukan milik lo lagi jadi gue bebas deketin dia, asal lo tau gue udah suka sama Eliza dari dulu dan sekarang gue bakalan dapetin dia gimanapun caranya. "

"Anjing." Umpat Farel

Bugh

Lagi lagi Zeril mendapatkan pukulan telak di pipinya yang membuat darah di sudut bibirnya kembali keluar.

"Ssh."Zeril meringis sambil memegang pipinya. " Lo pikir gue akan diam aja kayak tadi, gue nggak mau kena masalah di sekolah. Karna sekarang kita di luar sekolah jadi gue bisa bales perbuatan lo. "

Bugh
Bugh

Zeril balas memukul Pipi Farel disusul tendangannya yang tepat mengenai perutnya.

Zeril tersenyum miring. "Gue nggak selemah yang lo pikir. "

Farel yang tak Terima kembali melayangkan pukulannya ke arah Zeril namun zeril dapat menahan pukulan Farel, ia memelintir tangan kanan Farel lalu berbisik.

"Gue nggak akan biarin lo ngalangin gue buat dapetin Eliza. " Ujar Zeril tepat di telinga Farel.

Dengan tangan kiri yang bebas Farel menyikut perut Zeril dan itu berhasil membuat Zeril melepaskan pelintiran nya.

"Lo nggak akan bisa dapetin Eliza. "

Perkelahian keduanya cukup sengit, meskipun pergerakan Zeril lebih cepat di bandingkan Farel tetapi pukulan yang Farel layangkan benar benar tak main main. Memar di tubuh dan wajah Zeril cukup banyak tapi sebagai gantinya ia sudah beberapa kali menjatuhkan Farel, suasana jalan yang sepi membuat perkelahian mereka terus berlanjut hingga kedatangan sebuah mobil hitam yang tak lain adalah Rio.

"Hei kalian berdua berhenti! " Titah Rio membuat Farel dan Zeril menghentikan aksinya. "Farel kamu ini jarang sekali pulang ke rumah jadi ini kerjaan kamu, berantem sama temen sekolah kamu. "

"Papah ngapain ada di sini? " Tanya Farel.

"Papah nyarin kamu, kemana aja sampai jarang pulang ke rumah HP juga nggak aktif? " Rio menatap penampilan Zeril dan putranya.
"Kalian berdua ini mau jadi apa nantinya, pulang sekolah bukannya langsung pulang ke rumah malah berantem di sini. "

"Maaf om. " Ucap Zeril

"Siapa nama kamu? " Tanya Rio

"Zeril om. "

"Sekarang kamu pulang orang tua kamu pasti khawatir sama kamu.

Zeril mengangguk, ia menciun tangan Rio sebelum pergi. Meskipun ia membenci Farel tapi ia tetap harus hormat dan menghargai Rio sebagai orang yang lebih tua.

"Kamu Farel ikut papa pulang sekarang, dan papa minta ini terakhir kalinya kamu buat masalah kalau sampe kamu ketahuan buat masalah papa akan kirim kamu sekolah ke luar negri. " Ancam Rio. "Nggak ada penolakan! " Ucapnya tegas

                                    ***
  Sepulang dari sekolah Eliza tidak pulang ke rumahnya iangin menginap di rumah Gea, dan hal itu membuat Gea sangat senang karena menjadi anak tunggal membuatnya selalu merasa kesepian.

"Sory ya Za kamar gue berantakan, lo mandi duluan aja gue mau beresin kamar dulu. " Ujar Gea sambil menyusun buku buku novelnya yang berserakan.

"Sini biar gue bantuin. "

"Enggak usah, lo mandi aja yang ini biar gue yang beresin. " Gea mendorong Eliza masuk ke kamar mandi. "Nih handuk buat lo, baju lo juga masih ada di lemari. Udah mandi sana gue mau beres beres dulu. " Gea menutup pintu kamar mandi.

Selagi Eliza mandi ia akan membereskan kamarnya dulu, Gea sudah sangat mengenal Eliza sahabatnya itu adalah orang yang sangat bersih dan ia tidak ingin membuat Eliza tidak nyaman di kamarnya yang kotor.

Setelah selesai membereskan kamarnya Gea pun segera mandi karna Eliza juga sudah selesai mandi.

"Gue mandi dulu ya lo tunggu aja dulu sebentar abis mandi baru kita makan. " Ujar Gea sebelum menutup pintu kamar mandi.

"Ehmm bau nya enak banget. " Eliza berrjalan keluar menuju ke dapur menciun aroma masakan Hana. "Tante lagi masak apa baunya enak banget? "

"Eh Eliza,ini tante lagi masak ayam goreng sambel." Jawab Hana. "Ini coba kamu cicipin. "
Hana menyuapkan sepotong kecil ayam yang ia masak.

"Emm enak banget tante, tante emang paling jago kalau soal masakan."

"Gea mana kok cuman kamu sendiri? " Tanya Hana yang tak melihat anaknya itu.

"Dia baru mandi tan. " Jawab Eliza, ia terus memperhatikan cara Hana memasak.

"Ini udah mateng kamu duduk dulu aja di meja makan sambil tunggu Gea datang. "

"Sini biar aku bantu bawa ayamnya tante. " Eliza membawa ayam yang sudah di pindahkan ke piring.

"Eliza.... " Panggil Gea

"Gea kamu tuh selalu aja teriak nggak sakit apa tenggorokan kamu. " Heran Hana, Gea ini jika di rumah selalu saja berteriak membuat Hana pusing mendengarnya.

"Aku nyariin Eliza, soalnya tadi pas udah kelar mandi dia nggak ada di kamar. " Jelas Gea

"Aku ke dapur buat bantuin tante Hana. "Balas Eliza.

" Udah ayo makan  mumpung masih anget. "
Ajak Hana

Ketiganya duduk dan makan bersama di meja makan.

"Oh iya ge bokap lo kemana? " Tanya Eliza di sela makannya.

"Pergi dinas besok baru pulang. " Jawab Gea.

Mereka menikmati makan malam .Eliza selalu merasa nyaman saat berada di keluarga Gea, meskipun keluarga mereka sederhana namun kehangatan keluarga selalu Eliza rasakan di keluarga ini.

"Lo bener bener suka banget ya sama novel" Ujar Eliza.

Setelah makan dan membereskan piring kotor Eliza dan Gea labgsung kembali ke kamar.

"Lo mau coba baca. " Tawar Gea.

"Sebenernya gue nggak hobi membaca, lagi pula baca novel nggak ada untungnya. "

"Kata siapa baca novel nggak ada untungnya. Nih ya gue kasi tau novel itu bisa buat kita belajar banyak hal terutama tentang kehidupan,kenapa? Karna di dalam novel itu kita bisa membaca dan merasakan banyak emosi dan masalah yang relete sama kehidupan kita. " Jelas Gea

Eliza menatap satu per satu buku novel yang terpajang di rak buku milik Gea.

"Novel itu emang nggak nyata tapi pelajaran di dalamnya bisa kita ambil buat kehidupan nyata. " Lanjut Gea."coba aja kalau nggak percaya. "

Setelah berfikir sejenak akhirnya Eliza mengambil sebuah buku yang menurutnya menarik.

Malam itu mereka isi hanya dengan membaca novel hingga mereka tak sadar tertidur sambil memegang buku yang mereka baca.




LOVE SHIT  (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang