KOMPETISI
Suasana ruangan sangat hening, semua wajah tampak serius. Sesekali terdengar suara helaan nafas gusar dari berbagai tempat. 30 peserta yang berada di ruangan ini sibuk dengan kertas soal di hadapan mereka. Babak penyisihan tahap kedua telah di mulai beberapa menit lalu, tepat setelah pembukaan selesai semnua peserta masuk ke dalam ruangan masing masing sesuai dengan nama yang telah di sampaikan melalui pendamping masing masing.
"Waktu habis silahkan letakkan alat tulis kalian! " Ucap sang pengawas.
Kompak semua peserta meletakkan alat tulisnya di atas meja kemudian mengangkat tangannya. Tiga orang panitia yang mengawas mulai mengumpulkan jawaban semua peserta.
"Untuk seluruh peserta di persilahkan untuk kembali ke hotel hari ini hanya babak penyisihan, silahkan beristirahat karena besok ada babak penyisihan tahap ke tiga dan ke empat. Malam ini akan di umumkan siapa saja yang akan lolos untuk kembali berkompetisis esok hari. " Jelas salah satu pengawas.
Semua peserta mulai berjalan keluar ruangan, wajah yang tadinya tegang seketika berubah setelah melewati pintu ruangan seakan ada beban besar yang terangakat dari pundaknya.
Bruk
"Sory." Ucap seseorang yang tidak sengaja menabrak batu Eliza. "Lo nggak papa? " Tanyanya.
"Enggak." Jawab Eliza, matanya membuka sempurna melihat Gama berdiri di hadapannya. "Gama ternyata lo. "
"Eliza sory ya gue nggak sengaja. " Ucapnya lagi.
Eliza tersenyum meyakinkan Gama bahwa ia bain baik saja. "Gimana sama sola soal tadi? " Tanya Eliza sambil berjalan beriringan keluar gedung yang menjadi tempat kompetisi di mulai.
"Lumayan susah si tapi gua berhasil nyelesain, kalau menurut lo gimana? " Gama balik bertanya.
"Hampir nggak ke jawab semua. " Eliza menghela nafas.
"Nggak usah takut, percaya aja kita pasti lolos. "
Gama melihat jelas rasa takut di mata Eliza. "Makan siang bareng mau nggak? " Ajaknya.
Eliza membuka ponselnya melihat tak ada pesan masuk dari Luna maupun Bila ia pun mengiyakan ajakan Gama.
Keduanya makan siang bersama di restoran yang tak jauh dari hotel.
"Pantesan lo belum balik ke hotel ternyata lo mampir ke sini. "
Eliza menoleh melihat Luna dan Bila yang baru saja datang.
"Kalian kok ada di sini? " Heran Eliza ia menghentikan makannya.
"Kita mau makan males makan di hotel. " Jawab Luna.
"Kalau gitu gabung sama kita aja, lo nggak keberatan kan gam mereka temen sekamar gue? " Eliza menatap Gama yang memberikan anggukan kecil sebagai jawaban.
"Kita pesen makanan dulu kalian lanjut makan aja nggak usah nunggu. " Luna dan Bela berjalan menjauh.
Setelah beberapa menit Luna dan Bila kembali datang sambil membawa makanan mereka.
***
Babak penyisihan tahap ke tiga telah di mulai. Setelah kemarin babak penyisihan kedua ada lebih dari 50 peserta yang gugur saat ini ada sekitar 40 peserta lagi. Pada babak ini berbeda dari sebelumnya babak ini para peserta mengerjakan soal menggunakan komputer dimana setiap peserta mendapatkan soal yang berbeda.
Eliza berhasil menyelesaikan semua soal lima menit sebelum waktu habis. Ia berjalan keluar ruangan ia ingin pergi ke toilet. Setelah selesai dengan urusannya di dalam wc ia pun keluar dan terkejut mendapati Bila sedang sedang menangis.
"Bila lo kenapa? " Eliza panik ia langsung memeluk Bila, ia bisa merasakan tubuh Bila yang bergetar karna tangis.
Setelah beberapa saat merasa Bila sudah mulai tenang Eliza kembali bertanya.
"Lo kenapa nangis Bil? "Eliza mengusap punggung Bila.
"Gue mau nyerah Za. "Ucap Bila lirih.
Eliza melerai pelukannya. " Lo ngomong apa sih Bil, lo udah sampai sini. Why? "
"Gue nggak yakin bisa, soal gue tadi susah banget. Gue takut nggak bisa lolos. " Ujar Bila di tengah isak tangisnya.
Eliza menghapus air mata Bila. "Dengerin gue baik baik. Orang yang berhasil sampai di titik ini hanya orang jenius yang udah berusaha dan lo termasuk karna udah berhasil sampai di titik ini, kita pasti bisa lo harus percaya itu. Menang kalah urusan yang di atas yang terpenting lo udah berusaha. " Eliza menasehati Bila seperti nasehat pak Yuda yang disampaikan kepadanya.
Bila menatap Eliza dengan mata berkaca kaca.
"Lo mau di ketawain Luna kalau dia tau lo nangis dia bakalan ngejek lo mulu nanti. " Bukannya berhenti menangis Bila justru semakin menangis. "Loh kok malah nangis lagi? " Eliza semakin panik.
"Lo jangan cepu ke Luna ya. " Bila merengek bak anak kecil.
Eliza tertawa kecil ia mengingat Gea jika bertingkah bak anak kecil persis seperti Bila. "Kalau lo berenti nangis gue nggak bakal cepu."
Bila menghaous air matanya. "Gue udah nggak nangis nih. "
"Kita makan es krim mau katanya es krim bisa bikin bahagia, tenang aja gue yang teraktir. "
Eliza menatap Bila yang memakan es krim nya dengan lahap. "Gue kira Bila itu orangnya dewasa ternyata dia ini anak yang manja. " Batin Eliza.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SHIT (TERBIT)
RomanceELIZA RADELIA RAHMAH cewe yang memiliki kisah cinta yang sial. Ia baru pertama kali mengenal cinta dan orang yang berhasil mengambil hatinya itu adalah ARIKSA FARELIO Namun sayang Farel ternyata bukanlah orang yang baik, ia mengata-ngatai Eliza dan...
