BAB 14:CITA CITA

9 6 0
                                        

                                 CITA CITA

   Pukul 22.44 malam Eliza masih setia berkutat dengan buku buku nya, ada beberapa rumus Fisika yang belum terlalu ia pahami dan besok mapel ulangan pertama adalah Fisika.

Derrrt
Derrrt
Derrrt

Raut wajah lelah nya seketika berubah ceria melihat panggilan masuk dari samdura.

"Halo Eliza assalamu'alaikum. " Ucap Samudra saat telefonnya telah tersambung dan menampilkan wajah adiknya itu. Saat ini mereka sedang videocall.

"Waalaikumsalam." Jawab Eliza.

"Kok belum tidur udah jam berapa emang. ? "
Tanya Samudra.

"Udah mau jam sebelas, gue masih harus belajar buat ujian besok. "

"Di sini masih sore,gue baru pulang kampus
nih. "Samudra membalik kamera ponselnya memperlihatkan pemandangan sekitarnya, ia saat ini berada dalam taxi yang mengantarnya pulang.

"Belanda cantik ya jadi pengen kuliah di sana juga. "Melihat susana Belanda membuat ia sedikit tertarik untuk berkuliah di sana.

"Udah tau belum kuliah nanti mau ambil jurusan apa, dari dulu cita-cita lo berubah ubah mulu. " Tukas Samudra.

"Gue mau ambil jurusan kedokteran,gue mau jadi dokter gigi. "Eliza menjeda kalimatnya sejenak. " Dokter gigi itu menurut gue keren. "
Lanjutnya.

Samudra tertawa mendengar impian adiknya itu. "Za ada banyak pilihan pekerjaan di dunia ini dan lo milih dokter gigi cuman gara gara keren. " Samudra kembali tertawa.

"Ck nggak usah ketawa. "Kesal Eliza. "Jadi dokter gigi itu enak tau, bisa dapet uang dengan cepat. Kalau udah selesai ngurus pasien kan langsung di bayar. "

Samudra kembali tertawa mendengar jawaban Eliza. "Kalau emang bener lo mau jadi dokter gigi gue bakalan dukung, belajar yang rajin ngga perlu kuliah jauh jauh di Indonesia aja udah bagus. "

"Abang tenag aja gue pasti belajr dengan giat kok biar bisa capai cita cita gue. "Tutur Eliza bersemangat.

Samudra mengangguk. " Gue tutup dulu ya telfonnya, belajar nya lanjut besok aja udah malem itu nanti jadi telat bangun. "Titah Samudra. " Satu lagi bilangin ke mamah sama ayah kalau gue bakal pulang bentar lagi, gue ada cuti sebulan dan selama itu kita bakalan pulang kampung ke medan. "

"Serius lo mau balik, setelah dua taun nggak pulang. " Eliza merasa tak percaya, program studi S1 yang di ambil Samudra memiliki 4 tahun pembelajaran, dan sudah dua tahun ini Samudra tidak pulang ke Indonesia.

"Telfonnya gue tutup dulu, gue udah sampai rumah. Assalamu'alaikum. "Ucap Samudra.

" Waalaikumsalam. "Eliza memutus sambungan telfonnya. Melihat buku buku pelajaran di atas meja yang berserakan membuat Eliza pusing, ia merapikan buku bukunya dan memilih tidur karna waktu sudah menunjukkan jam 11 malam.

                                     ***
Sinar matahari pagi menyeruak masuk ke dalam kamu Eliza melalui sela sela jendela. Gadis itu kini telah siap dengan seragam sekolah nya.

"Eliza ayo turun makan! " Panggil Dira.

Eliza meenganbik tasnya lalu segera turun untuk sarapan bersama keluarganya. "Pagi semua. " Sapa Eliza.

"Gimana uajian kamu, lancar? " Tanya Danu.

"Iya lancar ko yah. Emm hari ini mungkin aku pulangnya telat ya mah, aku mau latian dulu buat acara penamatan kakak kelas nanti. " Eliza mulai memakan roti yang di berikan Dira.
"Eh satu lagi hampir lupa, semalem bang Samudra nelfon katanya dia mau pulang ke indo. "

"Tumben dia ngabarin lo duluan. " Celetuk Arsyila.

"Karna gue adik kesayangannya. " Tukas Eliza.

Di antara ketiga kakaknya Eliza paling akrab dengan samudra karena menurutnya Samudra hanya Samudra yang paham dengan jalan pikirnya.

"Aku udah selesai, aku berangkat dulu. " Usai menghabiskan susunya Eliza pamit dann menciun tangan Danu, Dira, dan Arsyila. "Aku pamit Assalamu'alaikum. "Eliza melenggang pergi.

" Waalaikumsalam. "

Jarak rumah dan sekolah nya hanya memakan waktu sekitar 20 menit, karna bel masuk berbunyi sekitar 30 menit lagi Eliza memanfaat kan waktu itu untuk belajar. Setelah meletakkan tas nya di kelas ia berjalan menuju ke perpustakaan, kali ini ia tidak ingin di ganggu oleh selsilian dan antek anteknya jadi ia memilih perpus bukan taman belakang.

"Aduh rumus nya kok susah banget si. " Keluh Eliza, ia menghela nafas panjang sambil menatap buku catatannya.

"Mau aku bantuin nggak?" Zeril berdiri di samping Eliza.

"Kamu kok tau aku di sini?" Eliza balik bertanya.

"Aku ngeliat kamu ke sini tadi jadi aku ikutin. "
Zeril duduk di hadapan Eliza. "Mau aku bantuin nggak aku paham sama rumus itu. "

Eliza menatap Zeril tak percaya, bukan bermaksud meremehkan tapi setaunya Zeril ini tidak suka pelajaran fisika, ia merasa sedikit tidak percaya.

"Rumus ini tuh emang rumit. " Zeril mulai menjelaskan rumus itu dengan lebih sederhana agar Eliza lebih mudah paham.

"Kamu kok bisa paham si, aku udah coba ngulang tapi tetep nggak bisa paham. "

Zeril tersenyum bangga. "Aku emang jarang belajar karna aku lebih suka main basket daripada harus nulis dan dengerin penjelasan guru. Tapi, aku tetep bisa kok di beberapa mapel dan salah satunya Fisika. " Terang Zeril.
"Aku punya sesuatu buat kamu. " Zeril meletakkan satu cup yang berisi salad buah di atas meja.

"Perasaan tadi kamu nggak bawa apa apa. " Eliza mengambil cup salad buah yang di berikan Zeril.

"Cepet di makan entar keburu bel masuk bunyi. "

"Enak, buahnya juga seger. "

"Za.... " Panggil Zeril. "Soal Cantika aku minta maaf ya, aku memang pernah pacaran sama dia tapi kita udah putus. Soal apa yang udah dia lakuin ke kamu biarin aja, Cantika orangnya emang kayak gitu kamu nggak usah peduliin dia. Kalau dia ganggu kamu lagi jangan di ladenin lama-lama juga cape sendiri."

Meskipun sesikit kecewa dengan tanggapan Zeril Eliza tetap memaafkannya. Setelah di kata katai oleh cantika bahkan sampai di ancam mungkin tidak akan mudah di lupakan tapi menurutnya ucapan Zeril ada benarnya, jika tak di tanggapi Cantika pasti akan berhenti mengganggunya.

Tring

"Udah bel ayo kek kelas. " Zeril membereskan buku buku Eliza."Bukunya biar aku yang bawa, ayo ke kelas. "

Keduanya pun berjalan kembali ke kelas dan seperti biasa Zeril menggenggam tangan Eliza sambil menyusuri koridor menuju ke kelas XI MIPA 3.

LOVE SHIT  (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang