BAB 11:PERINGATAN

22 10 2
                                        

                           PERINGATAN

  Hening menyelimuti ruangan, jarum jam terus berputar. Wajah para murid terlihat serius, mata fokus ke arah kertas ujian sesekali terdengar helaan nafas. Eliza melirik guru yang sedang mengawas lalu kembali manatap kertas ujiannya, Eliza tampak frustasi pikirannya bercabang ke mana mana membuatnya tak bisa fokus menjawab soal ujiannya.

"Eliza."

"Hah! " Eliza tersentak kaget saat tiba tiba guru yang sedang mengawas ujian menepuk pundaknya. "Ah ma maaf Pak saya kaget tadi. "

Pak adam guru yang sedang mengawas menatap lembar jawaban Eliza dengan heran, pasalnya waktu sudah berjalan dan belum ada satu jawaban pun di sana.

"Eliza kamu lagi banyak fikiran ya, saya perhatikan dari tadi kamu sepertinya tidak fokus? "

Eliza menatap pak adam ia baru sadar ternyata ia belum menjawab apapun di soal ujian ini. "Maaf Pak. " Lirih Eliza.

"Ayo lebih fokus lagi. " Pak adam kembali menepuk pundak Eliza, memberikan semangat kepada muridnya itu. "Ok semua nya semangat waktu tinggal 30 menit lagi, semuanya fokus jangan sampai salah jawaban. " Instruksi pak Adam.

"Baik Pak. " Ucap semua murid bersamaan.

Waktu terus berjalan, kini Eliza berusaha lebih fokus pada ujiannya untuk masalah yang terjadi beberapa hari ini ia harus kesampingkan dulu yang terpenting sekarang adalah ujian.

"Yang sudah selesai bisa setor lembar jawabannya dan boleh keluar istirahat. " Jelas Pak Adam.

Zeril bangkit kemudian menghampiri Eliza. "Udah selesai belum? " Tanya Zeril.

"Belum, dikit lagi. " Jawab Eliza tanpa mengalihkan pandangannya dari soal ujiannya.

"Kalau gitu aku tunggu di luar. " Setelah mendapatkan tanggapan berupa anggukan Zeril berjalan ke arah meja Pak Adam lalu ia menyerahkan lembar jawabannya.

"Zeril kamu boleh keluar sekarang. Yang lain ada yang sudah selesai bisa setor jawabannya sekarang. "

Beberapa murid mulai beranjak untuk menyetor jawabannya masing masing.

Zeril melirik ke arah Eliza sambil tersenyum sebelum ia melangkah keluar ruangan.

"Untuk yang belum selesai jangan terlalu buru buru, masih ada waktu 10 menit. " Tambah pak Adam.

Eliza yang telah selesai mengerjakan soal ujiannya segera menyetorkan jawabannya lalu segera keluar menyusul Zeril.

"Udah selesai? " Tanya Zeril yang mendapat anggukan dari Eliza. "Yaudah kalau gitu ayo ke kantin. "

Zeril berjalan bersama Eliza menuju ke kantin sambil berpegangan tangan, selama ia berpacaran ia sangat perhatian dengan Eliza apalagi saat mengetahui ada yang menggangu pacarnya itu ia semakin ekstra menjaga Eliza.

"Kamu tunggu sini bentar aku mau pesenin makanan dulu, kamu mau makan apa? "

Eliza berfikir sejenak, sebenarnya ia tak terlalu lapar saat ini. "Aku belum laper si sebenernya jadi aku mau makan somay aja deh sama es teh. "Jelasnya.

Zeril menganggukkan kepalanya, ia pun pergi mengambil makanan yang di inginkan Eliza.

Senyuman terpatri indah di wajah Eliza melihat Zeril yang selalu memberikan banyak perhatian kepadanya, sangat berbanding terbalik dengan sifat Farel saat bersamanya dulu.

"Wah kayaknya lagi ada yang seneng nih. " Celetuk selsilian, ia baru saja datang bersama dengan clara dan vyora.

"Iya pasti seneng lah sekarang dia nggak perlu ngapa-ngapain lagi, apa-apa pasti nyuruh Zeril."Balas vyora.

"Zeril kok mau yah di perbudak sama sama si cewe caper ini, pasti Farel dulu capek jadi babunya si caper. " Tambah clara.

"Kalain jangan asal nuduh ya, gue nggak pernah nyuruh nyuruh Zeril buat ngelayanin gue apalagi sampai nganggep dia babu. " Eliza dengan tegas membantah Tuduhan terhadapnya. "Kalian bisa nggak sih berenti gangguin gue. "

"Berenti, kita nggak akan berenti sampai kita bisa buat lo pergi dari sekolah ini kayak yang lo lakuin ke Farel. "Ucap clara.

" Itu nggak akan pernah terjadi. "Celetuk Gea membuat ketinggalan gadis itu menoleh ke arahnya. " Gue yang buat beruk itu pindah bukan Eliza. "Tegasnya.

Zeril datang sambil membawa nampan berisi makannya dan juga Eliza.

" Zeril lo kenapa sih mau aja di jadiin babu sama si caper ini? "Tanya vyora heran.

" Vyora gue temanin sekali lagi jangan pernah lo manggil Eliza si caper di depan gue karna dia itu nggak caper nggak kayak lo bertiga. "
Gertak Zeril.

Gea tertawa sinis. "Kenak lo. " Cibir Gea. "Caper teriak caper. "

"Heh lo tuh cuman adik kelas ya jangan sok sok an saman kita. " Bentak selsilian ia kesal melihat tingkah Gea.

Gea melangkah mendekati Selsilian membuat sang empu reflek bergerak mundur.

"Gea lo mau ngapain? " Eliza panik melihat Gea yang langsung mendekati Selsilian, sekali Gea membuat ulah ia pasti tidak akan naik kelas apalagi yang ia hadapi saat ini adalah anak dari seorang guru.

Gea berbisik ke telinga Selsilian. "Gue nggak pernah takut sama siapapun dan gue nggak akan ngehormatin orang yang juga nggak tau ngehormatin orang lain. " Gea mengunci tatapan Selsilian dengan tatapan tajamnya. "Gue nggak bakal segan buat ngasih pelajaran ke lo kalau lo masih nggangguin Eliza paham. "
Gea menjauhkan wajahnya, ia menampilkan smiriknya yang membuat Selsilian bergidik ngeri.

Tanpa mengucapkan apapun Selsilian langsung melenggang pergi di ikuti vyora dan clara yang terus menanyakan apa yang Gea ucapkan.

"Lo ngomong apa sama Selsilian sampai sampai dia langsung pergi gitu? " Tanya Zeril.

"Hanya Tuhan yang tahu. " Gea melenggang pergi.

"Gea lo mau kemana? " Tanya Eliza.

"Beli cilok depan sekolah. "Jawab Gea sambil terus melanjutkan langkahnya.

Halo loverrr🥰 maaf ya telat up nya harusnya sih siang tadi cuman aku ketiduran. Jangan lupa vote, comen, dan share cerita ini ke temen temen kalian. Happy reading loverrr🥰

LOVE SHIT  (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang