BAB 22:TEMAN YANG TULUS

8 4 0
                                        

                       TEMAN YANG TULUS

   Eliza berjalan masuk ke rumahnya dengan raut wajah lesu, foto yang tersebar itu membuat pikirannya kalut ia ingin segera beristirahat di kamarnya.

"Eliza tunggu ayah mau ngomong sama kamu. "

Eliza menoleh ke arah sofa di mana ada ayah dan mamanya di sana yang ternyata sudah menunggunya sejak tadi.

"Entar malem aja yah Liza capek banget hari ini. " Pinta Eliza.

"Ayah mau bicara sama kamu sekarang! " Ucap Danu tegas.

Dengan langkah lunglay Eliza bergabung bersama kedua orang tuanya. "Ayah mau ngomong apa? " Tanya Eliza.

Danu menyodorkan ponselnya. "Ayah nggak habis pikir sama kelakuan kamu Eliza, "

Eliza membulatkan matanya, bukannya hanya di sekolah ternyata foto itu juga sampai di orang tuanya.

"Kamu dari kecil di didik dengan baik,kemana hasil didikan itu? " Tambah sang ayah.

"Yah aku nggak ngelakuin hal itu, foto itu palsu yah." Ujar Eliza. "Mah percaya sama aku, aku nggak mungkin ngelakuin hal itu. "

Brak

Danu menggebrak meja. "Sudah pintar ngeles kamu ya, bukti sudah di depan mata kamu masih saja tidak mau mengaku. " Suara Danu mulai meninggi. "Pokoknya mulai sekarang berhenti berhubungan dengan laki laki itu, dia hanya bawa pengaruh buruk buat kamu! "

"Mamah setuju. " Timpal Dira.

"Zeril nggak seburuk itu, dia itu orang baik. Aku sama dia cuman di jebak yah, ayah percaya sama aku. " Eliza berusaha menjelaskan semuanya. "Foto itu udah di edit yah, Eliza tau batasan eliza nggak mungkin ngelakuin itu. " Suaranya mulai bergetar menahan tangis. Bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya dengan ucapannya.

"Liat mah dulu Eliza tidak pernah membantah sekarang apa. " Tukas Danu kepada istrinya.

"Eliza mamah sama ayah nggak mau liat kamu itu di rusak sama laki laki itu, feealing orang tua itu kuat nak. "Ujar Dira.

"Aku yang kenal Zeril mah, dia baik nggak seperti yang kalian bilang. " Eliza terus membela Zeril, ia tidak ingin hubungannya berakhir.

"Mulai sekarang kamu tidak usah lagi berhubungan dengan laki laki itu ayah tidak ingin di bantah, kalau sampai ayah tahu kamu masih berhubungan lagi kamu tidak usah pergi sekolah. Mulai saat itu juga kamu akan home schooling! "

"Yah Zeril-"

"JANGAN MEMBANTAH ELIZA. " Bentak Danu.

Eliza berlari ke kamarnya sambil menangis.

"Yah Eliza kenapa? " Tanya Arsyila, ia baru saja pulang dari kampus bingung menatap adiknya yang berlari sambil menangis.

"Kamu pergi bujuk adik kamu. " Pinta Dira.

Meski tak tahu apa yang terjadi Arsyila tetap pergi membujuk Eliza.

"Ada masalah apa sampai sampai ayah marah tadi? " Tanya Arsyila kepada Eliza yang saat ini sedang menangis di kamarnya.

"Ngapain lo kesini nggak ada juga yang percaya sama gue, mending lo pergi gue mau sendiri. " Usir Eliza, ia memang tak terlalu akrab dengan kakak kedua nya ini karna ia sering berbeda pendapat. Sifat Arsyila yang tegas terhadapnya membuatnya tak menyukai kakanya itu.

"Gimana gue mau percaya kalau masalahnya aja gue nggak tau, ayah nggak bakal semarah itu tanpa alasan. "Imbuh Arsyila.

"Nggak bakal ada bedanya kqlau lo tau, lo juga tetep nggak percaya mending lo pergi dan biarin gue sendiri. " Eliza kembali mengusir Arsyila, ia merasa semakin kesal dengan kedatangan Arsyila.

"Hah... Ok gue pergi kalau itu mau lo. " Arsyila tau seberapa keras kepalanya adiknya itu, sekali dia berkata ia tidak akan berubah pikiran.

Setelah kepergian kakaknya ia kembali menangis, mengapa tidak ada yang mau percaya padanya.

Derrrt
Derrrt
Derrrt

Di tengah kesedihannya ponselnya berdering, Eliza menghapus air matanya sebelum mengangkat panggilan yang masuk.

"Halo Za lo nggak papa kan, gue udah tau semuanya dari grup. Gue yakin lo nggak bener bener ciuman kan sama Zeril. " Gea berkata dengan nada suara khawatir.

"Ada yang ngefitnah gue, foto itu udah di edit kejadian sebenarnya nggak gitu. " Eliza menceritakan kejadian saat ada dua siswa yang  tidak sengaja menabrak Zeril hingga ia terdorong ke dinding dan menghimpit tubuhnya.

"Lo nggak usah dengerin omongan cewe cewe julid sekolah di grup yang ada lo malah kepikiran nantinya, besok gue bakalan cari bukti kalau foto itu nggak bener. " Gea berusaha menenangkan sahabatnya. Jika tadi ia datang ke sekolah ia akan menampar semua murid yang mengatai sahabatnya itu.

"Thnks ya Ge lo udah selalu  ada buat gue. " Ucap Eliza.

"Setiap masalah pasti ada hikmahnya, mungkin hubungan lo mau di uji seberapa kuat kalian bertahan. Lo juga bisa liat mana yang bener  ener baik sama lo mana yang cuman manfaatin lo. "

Eliza merenungkan ucapan sahabatnya, ia memang punya banyak teman tapi yang ia lihat kebanyakan yang menghujatnya adalah orang yang ia anggap teman dan orang yang tidak terlalu akrab dengannya justru yang membelanya.

"Lo bener Gea. " Ia membenarkan ucapan sahabatnya.

"Sekarang lo fokus cari tahu siapa orang yang udah nyebarin fitnah ini jangan dengerin mereka yang ngehujat lo. "Tukas Gea.

LOVE SHIT  (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang