BERITA BESAR
Panggilan kepada murid atas nama Zeril Lagendra kelas dua belas MIPA 1 dan Eliza Radelia Rahmah dari MIPA 3 segera ke ruangan BK sekarang juga.
Eliza mengerutkan alisnya baru saja ia masuk ke kelasnya ia sudah di panggil melalui pengeras suara, setelah menaruh tasnya ia bergegas menuju ke ruang BK.
"Ada yang salah ya sama gue hari ini semua orang kok ngeliatin gue. " Batin Eliza, mulai dari saat ia datang sampei sekarang semua murid memeperhatikan nya. Tatapan mereka yang aneh membuat Eliza merasa risih, ia memepercepat langkahnya.
Tok
Tok
"Permisi pak. " Ucap Eliza saat sampai di ruang BK, di dalam sudah ada Zeril yang duduk berhadapan dengan pak Wawan.
"Eliza silahkan duduk. " Ujar pak Wawan.
Eliza duduk di samping Zeril, ia menatap bingung ke arah pak Wawan. "Ini ada ya pak kenapa kita berdua di panggil ke sini? " Tanya nya yang hanya di balas helaan nafas oleh pak Wawan. Eliza menatap Zeril berniat bertanya tetapi raut wajah Zeril yang tampak sangat marah membuatnya sedikit merasa takut.
"Permisi." Dua orang guru berjalan masuk, keduanya adalah wali kelas Eliza dan Zeril.
Eliza semakin bingung, apa yang terjadi. Ia mencoba mengingat kesalahan apa yang telah ia perbuat sampai ia di panggil ke ruangan ini.
"Eliza kamu sudah liat isi grup sekolah hari
ini?" Tanya bu sari kepada murid nya itu.
Eliza mengeluarkan ponselnya untuk melihat grup sekolah namun ponselnya di rampas oleh Zeril.
"Pak bu saya sudah bilang kalau foto itu nggak bener, kita itu di fitnah pak! " Ucap Zeril tegas
ia menatap tajam ketiga guru di ruangan itu.
"Saya percaya kalian tidak mungkin melakukan hal di luar batas itu tapi foto itu-"
"Pak zaman sekarang semua udah canggih,foto itu pasti udah di edit pak. " Zeril memotong ucapan pak Wawan.
"Ini sebenernya ada apa, siniin hp aku. " Eliza berusaha merebut kembali ponselnya dari tangan Zeril. "Ril plis balikin hp aku, aku mau tau yang sebenarnya apa yang kalian bahas apa itu juga penyebabnya semua murid natap aku aneh. "
Dengan berat hati Zeril mengembalikan ponsel Eliza. "Za apapun tanggapan murid murid lain jangan kamu masukin ke hati ya. " Pesan Zeril.
Eliza semakin di buat penasaran iapun segera masuk ke dalam grup sekolahnya yang sudah ada ribuan pesan masuk.
Jdar
Bak di sambar petir saat ia mendapati fotonya yang sedang berciuman dengan Zeril. Foto itu membuat banyak komentar komentar negatif yang berisi cacian dan makian terhadapnya.
"Foto itu sudah tersebar luas. "
Lagi lagi Eliza di buat terkejut atas pernyataan pak Wawan, tercoreng sudah nama baiknya di sekolah ini.
Bu Sari segera memeluk Eliza melihat murid kesayangannya itu menangis.
"Bu aku nggak ngelakuin itu bu, sumpah Demi apapun aku nggak ngelakuin itu hiks. Siapa orang yang tega ngelakuin ini. "Tukas Eliza di sela sela tangisnya, ia memeluk erat wali kelasnya itu.
"Sudah hentikan sandiwara kalian saya percaya dengan vidio ini, anak zaman sekarang kalau pacaran memang tidak tahu batasan. " Celetuk pak angga.
"Bapa nuduh kami? " Zeril yang tak terima dengan pernyataan pak angga langsung tersukut emosi, sedari tadi pikirannya sudah kacau di tambah mendengar tangisan kekasihnya membuatnya semakin tak bisa mengontrol diri. "Pak saya memang nakal tapi saya tetap tau bagian dan saya bukan laki laki brengsek yang mau ngerusak cewe karna nafsu. "
"Huh siapa yang tau, siswa yang nakal seperti kamu mana bisa di percaya omongannya. Murid seperti kamu ini pasti sudah terkena pergaulan bebas, kita tidak tahu sejauh mana dia terbawa mungkin narkoba. "
"Lo jangan asal nuduh gue nggak seburuk itu bangsabangsat! " Umpat Zeril.
"Aaa Zeril stop nak dia itu guru kamu. "Ucap bu sari histeris, ia dan pak Wawan dengan cepat menahan Zeril yang hampir saja melayangkan pukulannya ke wajah pak angga.
"Guru, guru macam apa yang nuduh muridnya kayak gitu. "Bentak Zeril ia sudah tak dapat menahan emosinya lagi.
"Lihat kan sopan santun saja dia tidak punya. "
Bugh
Usai berucap pak angga langsung mendapat pukulan telak dari Zeril.
"Sopan santun nggak berlaku buat orang yang yang selalu memandang orang lain dengan sebelah mata. "
Plak
"Dasar murid kurang ajar, kamu saya DO selama sebulan. " Bentak pak angga setelah menampar wajah Zeril.
"Pak maaf sepertinya anda kelewatan, bukannya saya bermaksud membenarkan kelakuan Zeril tetapi saya merasa ucapan bapa tadi memang kelewatan pak. " Sela bu sari.
Pak Wawan menatap Eliza yang mencoba menenangkan Zeril yang sudah seperti singa lapar yang siap menerkam mangsanya. "Eliza bawa Zeril ke luar tenangin dia. " Titah pak Wawan.
Eliza menatap mata Zeril "ayo kita pergi. " Ajaknya, ia berusah tetap tenang meskipun saat ini hati dan pikirannya kacau.
***
Eliza membawa Zeril ke taman belakang sekolah karna hanya tempat ini yang sepi, demi menghindari gosipan gosipan dari para murid ia membawa Zeril ke taman belakang uang sepi ini.
"Za boleh aku meluk kamu? " Tanya Zeril dengan suara serak.
Tanpa pikir panjang Eliza segera menarik Zeril ke dalam pelukannya, ia tahu seberapa emosinya Zeril mendengar ucapan pak Angga jujur ia pun tak terima pacarnya di tuduh seperti itu.
"Keluarin aja semua aku tahu kok kamu itu nggak seburuk apa yang pak Angga pikirkan. "
Eliza mengusap lembut kepala Zeril, ia ingin memberikan ketenangan kepada pacarnya itu.
"Kita akan sama sama buktiin kalau kamu itu bukan anak nakal kamu itu baik. "
Setelah cukup merasa tenang Zeril pun melerai pelukannya. "Kamu tenang aja aku pasti bakalan cari tahu siapa orang yang udah nyebarin foto itu, aku bakalan balikin nama baik kamu. "
"Gue bakalan ngasih pelajaran ke orang yang udah bikin cewe gue nangis. " Batin Zeril.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SHIT (TERBIT)
DragosteELIZA RADELIA RAHMAH cewe yang memiliki kisah cinta yang sial. Ia baru pertama kali mengenal cinta dan orang yang berhasil mengambil hatinya itu adalah ARIKSA FARELIO Namun sayang Farel ternyata bukanlah orang yang baik, ia mengata-ngatai Eliza dan...
