Kini Aelin sudah berada di mansion Lamont, gadis itu menatap Damon yang menunggunya di ruang tamu.
"Kenapa lama, hm?" Damon berjalan menghampiri Aelin dan memeluknya.
Aelin membalas pelukan Damon, dia membenamkan wajahnya ke dada bidang pria itu.
"Pasti kamu lelah hari ini karena mengurus banyak masalah," ucap Damon sambil mengelus rambut Aelin dengan lembut.
"Iya, bang," ucap Aelin. Gadis itu menatap Damon dengan sedikit menengadah.
"Mau tidur?" tanya Damon menatap Aelin dengan penuh cinta.
"Mau, bang. Aku sudah mengantuk," jawab Aelin.
"Kalau begitu ayo kita ke kamar untuk beristirahat," ucap Damon.
Aelin mengangguk kepalanya, Damon merangkul pinggang gadisnya dan berjalan meninggalkan tempat itu. Sedangkan Cecilia sudah kembali ke mansionnya karena Haiden yang menyuruhnya untuk pulang.
Sekarang Aelin dan Damon sudah berada di lantai 3, mereka berdua memasuki kamar milik gadis itu.
"Mau ku temani malam ini?" Damon menatap ke arah Aelin.
"Boleh saja," ucap Aelin sambil mengangguk kepalanya.
Damon menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam, Aelin menyalakan lampu kamarnya. Gadis itu melepaskan jaket kulitnya dan melemparnya ke sofa.
Aelin langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur, Damon duduk di samping gadisnya.
"Setelah masalah ini selesai, ayo kita bertunangan," ucap Damon.
"Bang Damon yakin?" Aelin sedikit terkejut dengan ucapan Damon.
"Abang yakin, sayang. Abang tidak mau kamu didekati oleh banyak pria di luar," ucap Damon sambil mengelus rambut Aelin dengan lembut.
"Setelah kamu lulus SMA, kita akan menikah. Kamu setuju?" Lanjutnya.
"Bagaimana dengan mama?" tanya Aelin.
"Kamu tenang saja, Daddy yang akan memberitahu hal ini kepada mama. Setelah kita menikah nanti, kita akan tinggal di mansion pribadi milik abang," ucap Damon.
"Abang yakin benar-benar mencintai ku?" tanya Aelin karena dia takut Damon tidak benar-benar mencintainya.
"Tatap mata abang, Aelin," ucap Damon sambil memegang dagu Aelin.
Aelin menatap mata Damon, dia bisa melihat pria itu benar-benar sangat mencintainya dan ada sedikit obsesi di sana.
"Aku sangat mencintaimu, dengan cara apalagi yang harus aku buktikan untuk mu kalau aku benar-benar mencintaimu? apakah abang harus membunuh keluarga Josiah?" ucap Damon.
"Jangan, bang Damon. Biarkan aku yang mengurus keluarga itu," ucap Aelin.
"Baiklah kalau itu mau mu," ucap Damon.
"Sebaiknya kita tidur, ini sudah larut malam," ucap Aelin.
"Baiklah, ayo kita tidur," ucap Damon.
Damon menarik Aelin ke pelukannya, lalu mereka berdua pun tertidur pulas.
⭐⭐⭐⭐⭐
Keesokan harinya...
Kaysen dan Elena datang berkunjung ke mansion Lamont, terlihat beberapa maid sedang membersihkan tiap ruang dan para bodyguard berjaga di mana-mana. Tapi Aelin dan Damon belum terlihat.
"Selamat datang, nyonya Elena dan tuan Kaysen," ucap kepala maid.
"Di mana Aelin dan Damon?" tanya Elena.
"Nona Aelin dan tuan muda Damon belum bangun dari tidur mereka, nyonya Elena," jawab kepala maid.
"Belum bangun tidur?" Elena sedikit terkejut mendengarnya karena dia sangat tahu kalau Aelin jarang bangun kesiangan.
"Mereka berdua juga satu kamar, nyonya Elena," ucap kepala maid.
"Kalau begitu kamu kembali bekerja, siapkan sarapan juga," ucap Elena.
"Baik, nyonya," ucap kepala maid. Wanita tua itu segera menuju ke dapur untuk membuat sarapan.
Elena menghela nafasnya dan wanita itu duduk di sofa ruang tamu, Kaysen juga duduk di samping istrinya. Dia sudah memberitahu kepada istrinya kalau Damon begitu mencintai Aelin, awalnya Elena tidak setuju karena dia takut anak angkatnya tersakiti kembali tapi Kaysen meyakini dirinya untuk menerima hubungan Damon dan Aelin. Akhirnya Elena menerima hubungan anak tirinya dengan anak angkatnya.
Aelin dan Damon keluar dari lift, mereka berdua terkejut melihat Kaysen dan Elena yang sudah berada di ruang tamu.
"Kenapa mama dan Daddy tidak bilang kalau mau ke sini?" tanya Aelin, gadis itu menyalami tangan Elena dan Kaysen.
"Mama sengaja untuk datang ke sini," jawab Elena.
"Daddy dengar kalian berdua satu kamar," ucap Kaysen.
Aelin memerah mendengar ucapan Kaysen, pria itu terkekeh kecil melihat reaksi calon menantunya. Damon langsung menarik Aelin ke pelukannya.
"Tentu kami berdua satu kamar," ucap Damon.
"Kalian berdua itu belum sah menjadi suami istri, apakah kalian berdua melakukan hal macam-macam?" ucap Elena.
"Kami berdua tidak melakukan macam-macam, ma. Kami berdua tidur sambil berpelukan," jawab Aelin.
"Itu benar, ma. Aku bukan pria yang brengsek," ucap Damon.
"Lalu kapan kalian berdua bertunangan?" tanya Elena.
"Setelah masalah ini selesai, kami berdua akan bertunangan. Lalu menikah saat Aelin sudah tamat SMA," jawab Damon.
"Kalau begitu Daddy dan lainnya akan mengurus persiapan pertunangan kalian berdua," ucap Kaysen.
"Sebaiknya kita sarapan pagi dulu," ucap Elena.
"Ooo iya kenapa kak Lena dan Adela tidak ikut ke sini?" tanya Aelin.
"Kakak mu ada jam kuliah di kampus dan adikmu sekolah," jawab Elena.
"Ayo kita sarapan," ucap Kaysen.
"Kalian berdua belum sarapan di mansion?" tanya Aelin.
"Kami berdua hanya sarapan sedikit di mansion," jawab Elena.
Mereka berempat menuju ke ruang makan, terlihat beberapa maid menghidangkan makanan di meja makan.
TBC...
Jangan lupa vote dan coment ya teman-teman karena itu gratis.
Maaf ya kakak baru up soalnya kakak sedikit buntu buat cerita ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY STEP BROTHER
FanfictionAelin tidak menyangka kalau sang ibu menikah lagi dengan seorang duda, ayah Aelin meninggal dunia sekitar 3 tahun yang lalu karena serangan jantung. Aelin dan adiknya ikut bersama ibu mereka tinggal dengan keluarga sang ayah tiri, Aelin memiliki 2 s...