14

15.4K 593 11
                                    

Benecio High School...

Aelin sedang menonton Galen dan teman-temannya bermain basket melawan kelas Aiden, gadis itu melihat Yvonne tampak begitu antusias menyoraki nama Aiden. Karena sekarang jam pelajaran olahraga.

"Kenapa kamu tidak menyoraki Aiden, Aelin?" tanya Thea, salah satu teman sekelas Aelin.

"Apakah itu harus?" Aelin menyilangkan kedua tangannya menatap ke arah Thea.

"Aku hanya bertanya saja, apalagi kan kalian berdua sepasang kekasih," jawab Thea.

"Untuk apa aku harus mendukungnya, kan sudah ada yang menyoraki nama Aiden," ucap Aelin. Tatapan gadis itu tertuju ke arah Yvonne dan beberapa temannya yang menyoraki Aiden dan ke-lima sahabatnya.

Aiden sesekali menatap ke arah Aelin, tapi gadis itu memperhatikannya bahkan menyoraki namanya seperti yang di lakukan Yvonne.

Aelin menyadari Aiden yang memperhatikannya, gadis itu menatap ke arah saudara satu ayahnya tersebut. Aiden tersenyum tipis ke arahnya, tapi Aelin tidak membalas senyumannya.

Pertandingan pun selesai dan kelas Aelin yang menang, Aiden ingin berjalan menghampiri kekasihnya tapi Yvonne menghalanginya.

"Ini air minum untuk mu, Aiden," ucap Yvonne. Gadis itu menyodorkan botol air minum kepada Aiden.

"Terima kasih, Yvonne. Aku mau ke tempat Aelin sebentar," ucap Aiden.

Aiden berjalan menghampiri Aelin, Yvonne mengepal kuat kedua tangannya dan menatap benci ke arah gadis itu. Dia tidak suka Aiden selalu memperhatikan Aelin.

'awas saja kamu, Aelin. Aiden hanya milikku saja, bukan milikmu,' batin Yvonne.

"Kamu tidak apa-apa, Yvonne?" tanya Bella, sahabat Yvonne.

"Aku tidak suka Aiden lebih memperhatikan Aelin, Bella," ucap Yvonne dengan nada tidak suka.

"Yvonne, wajar saja Aiden lebih memperhatikan Aelin. Dia itu kekasih pertamanya dan kamu orang ketiga di hubungan mereka," ucap Bella.

"Bella, kau itu membela ku atau tidak?" Yvonne menatap tajam Bella, tapi gadis itu tidak takut dengan tatapan tajam sahabatnya.

"Aku hanya mengatakan sebuah fakta, Yvonne. Apalagi tidak baik kau menjadi orang ketiga di hubungan mereka berdua," ucap Bella. Gadis itu sudah bosan dengan Yvonne selalu cemburu pada Aiden yang lebih mementingkan Aelin, telinga dan isi kepalanya sudah tidak mampu mendengar curhatan sahabatnya.

"Tapi Aelin selalu cuek kepada Aiden saat dia bersekolah di sini," ucap Yvonne.

"Semoga saja kau tidak mendapatkan karma, Yvonne. Aku hanya menyarankan mu untuk menjauh dari Aiden dan Aelin," ucap Bella.

"Kalau kau terus seperti ini, persahabatan kita cukup sampai di sini. apalagi masih banyak orang di luar sana mau menjadi teman ku dan sahabat ku," ucap Yvonne.

"Kalau itu mau mu, aku terima. Semoga saja kau mendapatkan sahabat yang lebih baik dari ku," ucap Bella.

Bella meninggalkan tempat itu, dia sekarang tidak mau ambil pusing soal Yvonne yang selalu iri melihat Aiden dan Aelin. Hubungan persahabatan mereka berdua sudah selesai.

Aelin memberikan botol air minum kepada Galen, pria itu menerimanya dengan baik. Dia sadar Aiden sudah berada di sana, dia berjalan menghampiri saudara tirinya.

"Ada apa, Aiden?" tanya Aelin.

"Maaf soal tadi malam, aku membatalkan dinner kita berdua. Soalnya tadi malam aku ada urusan di markas," ucap Aiden.

"Tidak apa-apa, Aiden," ujar Aelin.

Aiden merasa sedikit bersalah karena sudah membohongi Aelin selama ini, dia ingin sekali mengakui kebohongannya.

"Bagaimana malam ini kita dinner?" ucap Aiden.

"Aku sedikit sibuk, Aiden. Lain kali saja ya," ucap Aelin. Gadis itu ingin mengakhiri hubungan antara dirinya dengan Aiden, karena mereka berdua tidak bisa bersama. Tapi Aelin masih harus mengungkapkan rahasia 18 tahun yang lalu.

"Bagaimana pulang sekolah nanti, aku mengantar mu pulang?" ujar Aiden.

"Aku di jemput uncle Haiden," ucap Aelin.

"Kalau begitu lain kali aku akan mengantarmu pulang," ucap Aiden.

"Iya, Aiden," ucap Aelin.

Galen menatap ke arah Aelin dan Aiden dengan tatapan sulit diartikan, pemuda itu penasaran kenapa Aelin tetap mempertahankan Aiden.

⭐⭐⭐⭐⭐

Orion company...

Damon sedang sibuk menandatangani berkas-berkas di atas meja kerjanya, untung saja tidak menumpuk seperti biasanya. Apalagi hari ini pria tampak bahagia dari sebelumnya, sehingga membuat para karyawan dan asisten pribadinya bertanya-tanya.

"Tampaknya tuan muda begitu bahagia hari ini," ucap Emilio.

"Tadi malam aku dan dia dinner berduaan di restoran," ujar Damon.

"Tuan muda benar-benar menyukai nona muda Aelin?" tanya Emilio penasaran.

"Tidak," ucap Damon.

"Lalu apa, tuan muda?" tanya Emilio.

"Aku benar-benar sudah jatuh cinta kepada nya, aku menginginkan dia menjadi milikku satu-satunya. Dia hanya milikku, she is mine," ucap Damon dengan penuh obsesi.

'sepertinya tuan muda begitu terobsesi dengan nona muda Aelin,' batin Emilio.

Emilio sangat tahu seperti apa Damon, karena mereka berdua sudah bersahabat dari sejak kecil. Dia tahu Damon akan selalu melakukan apapun untuk menjadi miliknya, meskipun dengan cara kotor.

TBC...

Jangan lupa vote dan coment ya teman-teman karena itu gratis.

CRAZY STEP BROTHER Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang