Bagian 7

450 44 13
                                        

"Kalau kamu mau aku maafin, besok kamu datang ke kantor pak Reynand. Kamu minta maaf sama beliau dan kerja lagi di kantornya"

Laksana mengendarai motornya pulang sambil mengingat-ingat perkataan Anjani sebelumnya

"Arrrrrggghh! Brengsek!! Arrrghhh..sial!!! Sial!!!"

Laksana menggeber motornya lalu menambah kecepatan

"WOY!! GILA LU!!!"

"WOY PAKE MATA KALO NYETIR!!"

pengendara yang lain melontarkan umpatan padanya karena cara mengemudinya yang ugal-ugalan, tapi Laksana menulikan telinganya dan tidak memperdulikannya

Bukannya pulang, Laksana justru pergi ke basecamp vain

"Eh itu bukannya Laksana?" Ucap salah satu member Vain saat melihat Laksana dari kejauhan

"Iye, tumben-tumbenan dia kemari?" Sahut temannya yang lain

Laksana memarkirkan motornya lalu masuk ke basecamp.

Kehadirannya disambut hangat oleh teman-temannya

"Wih tumben lu kemari San?" Goda salah satu temannya

"Iye udah lama lo gak kemari" Timpal temannya yang lain

"Sejak lo sama Anjani, lo jadi lupain kita"

"Sssttt.. Jaga bicara lo" Tegur salah satu dari mereka

"Maaf San, gue gak bermaksud gitu"

"Mana bang Boim?" Tanya Laksana

"Ada tuh lagi main billiard sama yang lain"

"Oke" Jawab Laksana lalu melenggang pergi

Setelah Laksana pergi, Mereka masih meributkan masalah tadi "Lu yang bener kalo ngomong"

"Iya maap, gue keceplosan"

"Huuuu"

Laksana menghampiri Boim yang sedang sibuk main billiard

Boim langsung menyapa saat melihat Laksana dari jauh "oy San"

"Bang" Laksana menyapa balik sambil bersalaman

"Apa yang buat lo kemari?" Goda Boim

Laksana mengambil rokok yang ada di saku jaketnya lalu menghisapnya "lagi suntuk aja gue"

"Emang lo gak takut bini lo marah kalo lo kesini?"

"Gaklah, ngapain gue takut"

Boim terkekeh sambil menggelengkan kepalanya

"Oh ya, Danu mana? Gak ikut sama lo?" Tanya Boim

"Ada. Bentar gue telpon dia" Laksana mengambil ponsel di saku celananya lalu menelpon Danu

Drrrtt
Drrrtt

Saat itu Danu sedang di kitchen restonya untuk mempersiapkan Grand opening yang akan diadakan minggu depan. Ia menghentikan kegiatannya saat  mendapat panggilan masuk. Tanpa menunggu lama, Danu segera mengangkat teleponnya saat tau Laksana yang menelpon

"Oy, kenapa San?" Tanya Danu sembari mengelap meja dapur

"Lo dimana?" Laksana bertanya balik

"Gue lagi di resto. Napa? Lo ada dimana sekarang?"

"Gue ada tempatnya bang Boim. Sini lah temenin gue"

Danu melihat jam dinding yang menunjukan pukul 11 malam. Tidak biasanya Laksana keluar jam segini setelah ia berpacaran dengan Anjani. Pasti ada yang gak beres

Laksana (3rd)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang