Dua Tahun Kemudian
Langit Bandara Soekarno-Hatta siang itu cerah. Di antara lautan penumpang dan suara pengumuman yang berulang-ulang, Anjani muncul dari pintu kedatangan dengan senyum lelah namun lega.
Koper besar menggulung di belakangnya, dan di depan, sosok yang selalu ia rindukan sudah menanti.
Mama dan Papanya langsung menghampiri, memeluk putri satu-satunya itu dengan haru
"Selamat datang kembali, sayang!" ujar Mama sambil mengecup pipi Anjani.
"Kamu makin dewasa sekarang" kata Papa, menepuk bahu Anjani bangga.
"Terima kasih mama papa udah jemput. Rasa-rasanya Korea cuma mimpi panjang aja" ucap Anjani sambil tertawa kecil
"Yaudah yuk pulang" Ajak papa
Anjani mengangguk lalu berjalan sambil merangkul tangan mama dan papanya dengan bahagia
Di dalam mobil, Mama memberitahu
"Oma udah nunggu kamu di rumah. Tadi pagi masak rendang sapi. Katanya, buat merayakan cucu kesayangannya pulang!"
Anjani tersenyum hangat "Rendang? Wah, aku udah ngidam itu dari lama ma"
Sesampainya di rumah, aroma masakan langsung menyambut mereka.
"Oma!" Anjani berlari kecil menghampiri sang nenek yang duduk di sofa ruang tamu
"Cucuku! Ya ampun, kamu makin cantik aja Jani!" Oma memeluk Anjani erat.
"Lihat sini... pipimu masih tirus, jarang makan ya disana?"
Anjani mengangguk sambil tertawa "habisnya makanan di Korea gak seenak buatan oma"
Oma terkekeh "Oma sudah bikin rendang dua kilo khusus buat kamu. Ayo, cepetan mandi, kita makan siang bareng!"
"Oke tunggu, Jani mau ganti baju dulu"
Anjani kembali ke kamar lamanya. Ketika ia masuk tidak banyak yang berubah dari kamar itu, masih sama seperti waktu ia tinggalkan dulu
Anjani mengedarkan pandangannya melihat isi kamarnya lalu duduk dipinggir tempat tidur.
Kenangannya yang dulu masih bisa rasakan sehingga membuat dadanya berdenyut
Ia tidak mau berlarut-larut memikirkan masa lalu, jadi dia segera mandi dan berganti baju. Kemudian bergabung dengan keluarganya di meja makan.
Di meja makan, suasana penuh canda dan kehangatan.
"Jadi, gimana perasaanmu akhirnya bisa pulang dan lulus S2?" Tanya mama seraya menaruh rendang di piringnya papa
"Lega banget. Tanggung jawab selesai, dan sekarang aku pengen mulai lembaran baru di sini" Jawab Anjani sambil tersenyum senang
Oma menyendokkan rendang ekstra ke piring Anjani "udah ayo dimakan dulu. Nih, makan yang banyak. Jangan takut gemuk. Oma doain kamu gemuk bahagia, bukan gemuk galau"
Anjani tertawa "Tapi beneran lho, Oma, nanti pipiku balik kayak waktu kecil. Gede kayak bakpao"
Oma terkekeh "Bagus dong"
Semua tertawa. Suasana makan siang penuh kasih dan gurau yang hangat.
***
Sore harinya, Anjani mengenakan kaos putih longgar dan legging hitam. Earphone terpasang di telinganya, playlist favoritnya memutar lagu-lagu santai.
Ia jogging kecil menyusuri taman kompleks yang rindang. Angin sore menyapu wajahnya, daun-daun jatuh di trotoar seperti menyambut langkah kembalinya.
Di sebuah bangku taman, Anjani berhenti. Ia duduk dan menghela napas. Matanya menatap lurus menatap lapangan di depannya. Di lapangan tersebut juga ada beberapa penduduk komplek ini sedang main bola
KAMU SEDANG MEMBACA
Laksana (3rd)
FanfictionKetika Impian dan masa depan membuat hubungan Laksana dan Anjani selalu dalam masalah. Akankah hubungan mereka tetap bertahan?
