Besok malamnya, Laksana tiba di depan rumah Anjani, menjemput dengan motornya seperti yang biasa dia lakukan
Anjani keluar dari rumahnya, tampak anggun dalam balutan dress sederhana. Senyumnya tipis namun tulus melihat sang kekasih sudah menunggunya di depan rumah
"Udah siap?" tanya Laksana sambil menyodorkan helm.
Anjani mengangguk "Yuk"
Anjani naik ke boncengan motor Laksana, lalu ia memeluk pinggang Laksana
Laksana menyalakan mesin motornya lalu melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju ke restoran Danu.
Kurang lebih 30 menit perjalanan, mereka telah tiba di restoran Danu. Strong Brew Cafe and Bistro. Itulah nama restoran Danu.
Suasana restoran baru milik Danu, ramai oleh tamu undangan. Lampu gantung kuning menyinari ruangan dengan lembut, memantul di dinding bata ekspos dan aroma kopi yang memenuhi udara.
"Yuk masuk" Kata Laksana seraya menggenggam tangan Anjani
Anjani mengangguk kikuk "penampilan aku udah bagus gak San?"
Laksana mengulum senyumannya lalu membelai rambut Anjani "kamu selalu cantik"
Anjani mencubit gemas perut Laksana "jangan gombal gitu, malu ih"
Laksana terkekeh "yuk, Danu udah nungguin" Anjani mengangguk lalu mengikuti Laksana masuk ke restoran Danu
"Dan" Panggil Laksana
Danu yang saat itu sedang sibuk membuat kopi langsung menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Laksana. Danu seperti biasa menyambut dengan gaya sok santai khasnya.
Laksana memberikan salam ala bro-shake pada Danu "selamat ya atas pembukaan resto lu"
"Thanks San. Thank banget juga udah dateng" Jawab Danu
"Yoi, Semoga sukses"
"Amiiiin"
Danu beralih menatap Anjani, sedikit canggung. "makasih ya udah mau dateng, Jani"
Anjani hanya tersenyum. “Selamat ya, Dan. Semoga restonya laris terus.”
"Amin"
"Yaudah kalian duduk dulu, gue akan bikinin kalian minuman spesial" Kata Danu
"Oke" Jawab Laksana
Laksana pun mengajak Anjani untuk duduk di salah satu meja yang masih kosong. Mereka berdua menikmati suasana resto sambil ditemani alunan musik dari live band yang sedang tampil malam itu.
Beberapa menit berlalu, suasana Strong Brew semakin ramai. Suara musik akustik ringan mengalun dari speaker, percakapan tamu-tamu bercampur dengan aroma kopi dan kayu manis.
Tiba-tiba terdengar suara bising knalpot motor dari luar, memecah suasana tenang. Anjani refleks menoleh ke arah jendela. Tak lama, pintu terbuka Beberapa pria berjaket kulit masuk, mereka adalah teman-teman lama Laksana. Dan di tengah mereka berdiri Bima Mahendra, mantan ketua geng mereka. Posturnya masih kokoh, dengan mata tajam yang memerintah.
"Punten" Ucap salah satu dari mereka
"Woy Dan" Panggilnya sambil melambaikan tangan pada Danu yang sedang sibuk mengurusi pelanggan
"Oyyy, kalian masuk aja. Ntar gue kesitu" Seru Danu
"Oke"
“Wah gila, itu Laksana, bro!” kata yang lain sambil menunjuk ke arah meja Laksana.
“Anak hilang nongol juga!”
“Masih hidup lo, San? Kirain udah kawin hahahaha"
Beberapa dari mereka mendekat dan langsung menyalami Laksana
KAMU SEDANG MEMBACA
Laksana (3rd)
FanfictionKetika Impian dan masa depan membuat hubungan Laksana dan Anjani selalu dalam masalah. Akankah hubungan mereka tetap bertahan?
