"Dengarkan aku Wooyoung, dia bukanlah San yang kamu kenal!"
"Dia– dia seorang pembunuh."
San yang mendengar ucapan Seonghwa hanya tersenyum tipis. Pembunuh dia bilang, benar-benar omong kosong, dia lah penyebab luka tusukan di perut kirinya.
Seonghwa terus merasa ketakutan, ini berbeda, sudah jelas jika dia bukanlah San, lalu siapa? mengapa dia benar-benar mirip dengan San? jangan bilang jika mereka?
Wooyoung yang kebingungan melihat tingkah aneh dari Seonghwa kembali memeluk lengan San. Bagaimana bisa Seonghwa berkata jika San pembunuh!?
Tapi meskipun begitu, ia memang sedikit merasa asing dengan San sekarang, entah karena apa? ini terasa asing baginya, tapi ia tak peduli, selama dia adalah San.
"Bisakah aku mengobrol berdua dengan San, Woo?"
"Um! tentu saja, aku akan pergi mandi."
San menatap kepergian Wooyoung dan mulai mendudukan dirinya di sofa. Ia melirik kearah Seonghwa yang masih setia menatapnya sedari tadi. Merepotkan.
San terkejut saat Seonghwa tiba-tiba saja menarik bajunya, itu membuat bekas luka tusukan di perut kirinya terlihat dengan jelas, apa yang dia inginkan dengan itu?
"Ini? kau–"
"Bagaimana? bukankah itu cantik? hadiah yang kau berikan padaku dulu."
Seonghwa dengan cepat berjalan mundur menjauh dari San. Ia ingat sekarang, itu benar, ia sudah mengingatnya, bagaimana bisa ia melupakan hal sepenting ini.
Ia tak menyadarinya sejak dulu, sejak ia bertemu dengan San, San terlihat berbeda, ia merasa kebingungan dengan itu, dan nyatanya, dia bukanlah San, orang yang ia temui dulu bukankah San yang ia kenal.
Terjadi kebakaran rumah di daerahnya dulu, hanya 1 orang yang selamat dari kebakaran itu, dan dia adalah San, San tinggal di panti asuhan dimana panti itu adalah milik kedua orangtuanya.
Setiap hari, sikap San terlihat aneh, dia tak seperti anak kecil pada umumnya, karena keanehan San itu, aku diminta untuk terus mengawasi San setiap harinya.
Awalnya tak terjadi apapun, sampai saat dimana San menginjak usia 15 tahun, kami sudah cukup dekat dulu, tapi ternyata San, dia membunuh kedua orangtuanya.
Tentu bukan tanpa sebab San melakukan itu, kedua orangtuanya mengetahui kebenaran tentang kebakaran keluarga itu dan itu dilakukan dengan sengaja oleh San.
Setelah itu kedua orangtuanya berniat untuk melaporkan hal tersebut pada polisi, tapi niat mereka sudah terlebih dahulu diketahui oleh San, itu membuat San marah lalu membunuh kedua orangtuanya.
Seonghwa tentu ada ditempat kejadian, ia melihat dengan jelas bagaimana San membunuh kedua orangtuanya dengan pisau yang dipegangnya. Ia marah dan takut, tapi ia merebut pisau yang dipegang San dengan langsung menusuk perut San.
Selama ini, San selalu berhasil kabur dari kejaran polisi, bahkan kasusnya ditutup paksa karena San yang sudah meninggal tertabrak truk di trotoar dan mayatnya tak ditemukan.
Tapi nyatanya? dia masih hidup sampai sekarang. San yang ia temui dulu, dia adalah saudara kembar San yang dia bunuh bersamaan dengan kedua orangtuanya?
"Kau! bagaimana bisa kau masih hidup! aku selalu mengutukmu agar kau cepat mati!"
San hanya menggedikkan bahunya tak peduli. Ya, ia tak benar-benar mati saat itu, mungkin tuhan masih mengasihaniku? tapi, siapa juga yang percaya jika tuhan itu ada?
"Sayangnya si bodoh itu lah yang mati dan bukan aku."
Mata Seonghwa memanas melihat San yang bersikap tak peduli, setelah dia membunuh keluarganya sendiri dan keluargaku, dia tak merasa bersalah sedikitpun.
"Seharusnya kau lah yang mati dan bukan saudara kembarmu itu!"
Ucapan Seonghwa berhasil membuat San marah. Siapa dia bisa berkata seperti itu padanya? Han pantas mati, mereka semua pantas mati, tapi kenapa dia–
Seonghwa meringis sakit saat San mulai mencengkram wajahnya. Ia mencoba untuk melepaskan tangan San dari wajahnya tapi tenaganya tak cukup kuat.
"Dengar baik-baik, mereka semua pantas untuk mati karena mereka memang pantas."
"Dan Wooyoung, aku akan mengambilnya darimu."
KAMU SEDANG MEMBACA
DJANGO : Sanwoo/Woosan
FanficWooyoung memungut kucing liar yang ia temui dipinggir jalan, ia menjadikannya sebagai petinju lepas untuk dapat menghasilkan uang dan San rela melakukan apapun untuk Wooyoung karena munculnya perasaan pada managernya itu. - San : Dominant Wooyoung :...
