Wooyoung terdiam menatap San yang sibuk menyesap rokoknya itu dengan memeluknya erat. Ia masih belum membuka suara sejak saat San bertanya beberapa saat yang lalu.
Ia menghela nafasnya pelan. Apa yang akan dilakukan San jika ia memang sudah mengetahui semuanya? sikapnya tak berubah sedikipun, dia seolah tak peduli.
San melirik Wooyoung yang masih terdiam tak bersuara dengan menatapnya sedari tadi, entah apa yang dia pikirkan sejak tadi, tapi itu benar-benar mengganggunya.
Wooyoung tersadar dari lamunannya saat San tiba-tiba saja mencium bibirnya, tak hanya ciuman, San juga menarik tangannya untuk duduk dipangkuannya itu.
Wooyoung mulai terbawa suasana karena ciuman yang dilakukan San padanya, ia membalas lumatan pada bibirnya dengan menekan kepala bagian belakang San.
San tersenyum tipis disela-sela ciuman mereka sampai saat dimana Wooyoung melepaskan ciumannya dan menatapnya. San memeluk erat pinggang Wooyoung.
Wooyoung yang merasa terus ditatap oleh San mulai tak terkendali, jantungnya yang berdebar begitu kencang membuatnya malu. Ia langsung menyembunyikan wajahnya diceruk leher San karena ia merona malu.
San hanya tersenyum malihat bagaimana menggemaskannya Wooyoung yang mencoba untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya seperti bakpao rebus.
"Sampai kapan kamu akan mendiamkanku sayang? itu membuatku sedih."
Wooyoung enggan untuk menatap mata San. Tak bisa dipungkiri jika ia memang sudah mencintai San, bahkan sejak awal mereka bertemu, hanya saja ia merasa bersalah.
Ia merasa bersalah pada Han karena ia terus membandingkan mereka berdua sampai dititik dimana ia lebih menyukai sikap San dibandingkan dengan Han.
"Ya, aku sudah mengetahui semuanya sejak awal San."
"Semua– kalian bukanlah orang yang sama."
San hanya terdiam menatap Wooyoung yang masih menyembunyikan wajahnya itu. Memang cukup mengejutkan saat ia sadar jika Wooyoung sudah mengetahuinya.
Tapi tak akan ada yang berubah meskipun Wooyoung sudah mengetahui tentang kebenarannya, karena saat dia memilihku, itu berarti dia sudah menjadi milikku.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah kamu mengetahui semuanya?"
"Aku tekankan jika meninggalkanku bukanlah pilihan."
Wooyoung sedikit mengerucutkan bibirnya. Lagipula ia tak pernah berpikir untuk pergi meninggalkan San, ia malah takut untuk kehilangan San, ia sudah mencintai San.
Wooyoung mengeratkan pelukannya. Berpikir jika ia salah terlalu melelahkan, Han tak menginginkanku untuk tetap bersamanya, dia mendorongku menjauh.
Dan sekarang ia sudah mendapatkan San, San yang asli dan bukan seseorang yang berpura-pura menjadi San. Apa ia jahat? Han begitu mencintaiku, tapi–
"Argh sial, seandainya aku tak menguping mungkin aku tak akan memikirkan sesuatu seperti itu! perasaan bersalah ini sungguh mengangguku."
San menghela nafasnya karena Wooyoung kembali diam tak bersuara. Ia pikir Wooyoung adalah seorang yang pemarah atau sebagainya tapi ternyata tidak.
Mungkin karena kepergian adiknya itu membuat Wooyoung berubah menjadi seorang yang pendiam? sial, bahkan setelah mati pun dia masih membuatnya kesal.
"Apa kamu masih mencintai Han?"
"TIDAK!!"
Wooyoung dan San sama-sama terkejut. Wooyoung terkejut karena ucapannya dan San terkejut karena Wooyoung yang tiba-tiba berteriak. San menatap Wooyoung yang langsung mengerucutkan bibirnya itu.
"Ma-maksudku... aku mencintainya, tapi–"
Ucapan Wooyoung terhenti karena bibir San yang menempel pada bibirnya. Ia dapat melihat tatapan kesal pada matanya sekarang, apa San kesal karena ucapannya?
"Tidak, berhenti mencintainya Wooyoung."
"Itu membuatku cemburu."
"Kamu tak boleh mencintainya, kamu hanya boleh mencintaiku."
Ucapan tiba-tiba dari San berhasil membuat wajah Wooyoung memerah sempura. Apa-apaan itu, dengan tatapannya yang kesal, San mengatakan hal seperti itu.
"San, bukankah dia bersikap terlalu menggemaskan sekarang? sial– aku tak bisa menahan rangsangan seperti ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
DJANGO : Sanwoo/Woosan
FanfictionWooyoung memungut kucing liar yang ia temui dipinggir jalan, ia menjadikannya sebagai petinju lepas untuk dapat menghasilkan uang dan San rela melakukan apapun untuk Wooyoung karena munculnya perasaan pada managernya itu. - San : Dominant Wooyoung :...
