Side Story 4

2.2K 206 9
                                        

"Kemana kita akan pergi San? tak bisakah kita tinggal lebih lama disini? maksudku–"

"Tidak sayang."

Langkah Wooyoung terhenti saat San yang tiba-tiba berhenti dihadapannya. Ia mulai menatap San yang juga menatap padanya dengan menangkup wajahnya itu sekarang.

"Aku benar-benar menyayangimu Woo, jika kita terus tinggal disini, Seonghwa tak akan mengijinkanmu untuk pergi bersamaku."

Wooyoung sedikit mengerutkan bibirnya. Apa yang dikatakan San itu benar, bahkan sejak awal ia membawa San ke rumah, Seonghwa terus berkata untuk tak pergi.

Tapi sekarang, ia memilih untuk tetap pergi bersama San dimana Seonghwa hyung tak mengetahui tentang kepergian kami berdua. Ia terlalu takut untuk kehilangan San lagi.

Wooyoung cukup terkejut saat San tiba-tiba saja mengecup bibirnya dan itu membuatnya mulai merona malu. Ia mengangguk dan memeluk lengan San.

"Baiklah ayo pergi!!"













"Ahhh kemana sebenarnya San pergi? kenapa dia masih belum kembali."

Jongho sedikit melirik pada Hongjoong yang menyesap rokoknya dengan kesal disana. Ia tak bisa mengatakannya pada Hongjoong karena San melarangnya.

San pergi bersama dengan kekasih Han, Wooyoung, entah kemana mereka berdua pergi tapi San melarangnya mengatakan apapun pada Hongjoong. Merepotkan.

"Yahh! aku kalah, arghh– kau benar-benar! tak bisakah kau mengalah padaku?"

Yeosang menatap kesal pada Jongho yang hanya menertawakan kekalahannya sekarang, sungguh menyebalkan, mengapa ia tak pernah menang bermain kartu.

"Ayolah, ini hanya permainan. Kau tau apa hukumannya, habiskan itu."

"Ugh–"

Yeosang memutar bola matanya malas. Ini lah alasan mengapa ia tak mau bertaruh apa-apa tapi karena ejekan dari Jongho, ia terpaksa melakukan taruhan, sial.

Hongjoong menggelengkan kepalanya pelan melihat pertengkaran kecil dari Jongho dan juga Yeosang setiap harinya, biasanya jika ada San, dia akan membela Yeosang.

Tapi kemana bocah itu pergi? ini sudah hampir seminggu tapi dia masih belum kembali. Ia bertanya pada Yeosang dan Jongho tapi mereka tak tau apapun.

Suara gerbang yang bergeser membuat semua orang disana mengalihkan pandangannya. San, orang yang membuka gerbang itu hanya tersenyum lebar.

Tapi dibandingkan dengan San, mereka menatap seseorang yang dibawa oleh San tersembunyi dibalik tubuh San disana, terlebih Hongjoong, ia tak tau apapun.

"Siapa dia San?"

"Kekasihku, tentu saja."

"Sejak kapan kau memi–"

Hongjoong terkejut saat Jongho tiba-tiba saja menarik tangannya membuat ia tak bisa melanjutkan perkataannya. Ahh– sepertinya Jongho mengetahui sesuatu bukan?

"Aku akan menjelaskannya padamu hyung."

Wooyoung merasa bingung dengan situasi sekarang, ia tak tau harus berkata apa dan apa yang harus ia lakukan. Wooyoung menatap San yang tersenyum padanya.

"Apa kamu takut?"

"Tidak, aku hanya bingung."

"Mereka semua adalah orang-orang yang menemaniku saat aku tak bersamamu."

Wooyoung mengangguk paham. Dari apa yang ia lihat, mereka terlihat seperti orang yang baik, tapi tetap saja, tempat ini masih terasa asing baginya, ia juga gugup.

"Aku akan mengantarmu ke kamar, kamu pasti lelah karena perjalanan panjang."

"Yeosang, bisakah kamu menyiapkan sesuatu untuk kekasihku?"

Yeosang memutar bola matanya malas. Dia itu merebut kekasih adiknya sendiri, meskipun Han sudah meninggalkan, tapi tetap saja San sedang menipu Wooyoung.

Ia ingin tau bagaimana reaksi Wooyoung jika dia mendengar kebenaran itu, apa dia akan terkejut? menangis? marah? hanya membayangkannya saja menyenangkan.

"Apa kau mendengarkanku Hehet?"














Wooyoung menatap San yang sudah tidur disampingnya. San terlihat berbeda, bagaimana ia mengatakannya? dia terlihat lebih menakutkan dibandingkan dulu.

Wooyoung mulai memeluk San dan mulai menutup matanya. Ia berharap jika semua akan baik-baik saja mulai sekarang. Ia ingin terus bersama dengan San selamanya.

"Aku mencintaimu San."

San yang memang belum benar-benar tidur membuka matanya menatap Wooyoung yang sudah memejamkan mata disana. Dia mengeluarkan kalimat seperti itu padanya.

"Kau belum mencintaiku Wooyoung, kau masih mencintai adikku."

DJANGO : Sanwoo/WoosanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang