26

1.4K 30 5
                                        

" Kak, kayaknya Nadira mau kerja aja deh Kakak nggak usah mikirin adik lagi Kakak Fokus aja sama hidup kakak ya" ucap Nadira yang sedang berada di kamar bersama Salsa karena Salsa sekarang sedang mengunjungi kedua orang tuanya

" Kenapa adik bilang gitu? Emang Adik nggak mau ya memperbaiki nasib hidup kita" jawab Salsa kepada adiknya

" bukan Adek gak mau Kak, tapi ada juga mikir dari mana Nanti dia ya adik kasihan Kak Ibu sama Bapak Adik nggak mau ngebebanin mereka"

" udah Kakak bilang kan di, tugas kamu hanya belajar tidak memerlukan biaya. Untuk biaya biar kakak yang memikirkan karena itu sekarang Sudah menjadi kewajiban kakak"

" Nggak usah Kak, Nadira nggak mau memberatkan Kakak apalagi Kakak sekarang sudah mempunyai keluarga sudah mempunyai suami"

" Nad kakak mohon ya, kuliah ya buat masa depan kita karena kita nggak ada yang tahu di depan bakalan bagaimana untuk biaya biar kakak yang memikirkan. Sekali lagi kuliah ya Dek...." ucap Salsa dengan lembut sambil menatap adiknya

Nadira pun mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca, karena dia merasa bahwa dia beban bagi seluruh keluarganya termasuk bagi Kakaknya sendiri

Salsa yang melihat mata Nadira sudah berkaca-kaca pun, Salsa merentangkan tangannya dan Nadira pun menubrukkan badannya kepada Salsa

" Makasih ya Kak sudah menjadi sosok kakak yang baik dan bertanggung jawab untuk adik hiks hiks" ucap Nadira sambil menangis di pelukan Salsa

" nggak usah bilang makasih di, karena itu sudah menjadi kewajiban kakak jadi sama kakak ya Adik kuliahnya harus benar harus ngebanggain kakak dan mama papa" ucap Salsa yang dianggap oleh Nadira yang sedang berada di dalam dekapan Salsa

" Udah jangan nangis lagi, nanti kalau nangis terus bapak lihat Bapak sedih lagi. Udah ya, jangan nangis kita tunjukin sama dunia kalau kita berdua bisa sukses"

" Iya Kak, makasih ya" jawab Nadira sambil menghapus air matanya

" sekali lagi kalau kamu bilang makasih, kakak cemplungin kamu ke sumur belakang"

" Hehehe Iya Kak maaf"

" udah ayo Sekarang kita ke bawah lihat bapak, kasihan suami kakak nunggu di bawah"

" mentang-mentang punya suami, nggak mau dijauh sedikitpun dari suami" ucap Nadira kepada Salsa

" Iya don" jawab Salsa dengan jumawa

Mereka berdua pun akhirnya keluar dari kamarnya dan melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol dengan lian sang menantu kesayangan

" lagi ngomongin apa sih Kok dari tadi salah saya asik banget" ucap selamat tiba-tiba

" rahasia kamu nggak usah tahu deh ini obrolan dewasa" jawab ibu Salsa dengan asal

" Emang ibu pikir Salsa belum dewasa ya ngapain Belum dewasa udah dikawinin" jawab Salsa dengan sama-sama ngasal mungkin keturunan kali ya wkwk

" Oh jadi anak bapak udah dikawinin nih, nggak sabar ya Bu nunggu hasil kawinnya" jawab bapak Irwan

Salsa pun yang merasa ada yang salah dalam ucapannya dia langsung membekam mulutnya dan melihat ke arah suaminya

" udah gak usah merah kayak gitu mukanya, Ibu sama Bapak ngerti kok malah ibu senang soalnya bentar lagi Ibu bakalan dapat cucu"

" udah Bu Jangan digodain, kasihan itu mukanya udah kayak pantat ayam lagi bertelur merah"

" ih Berarti Bapak suka lihat pantat ayam lagi bertelur ya" jawab Nadira dengan tiba-tiba

" jorok banget sih Pak" lanjutnya kembali

" enggak deh, Bapak cuma perumpamaan"

" ya tetep aja dong Pak, Berarti secara tidak langsung Bapak tahu"

Bapak Irwan pun melihat ke arah Ibu Linda sambil menggelengkan kepala

" udah Pah nggak bakal kalah Kalau bapak lawan sama anak busuk kita"

" Haha iya iya iya Bu, Bapak cuma bercanda tadi tapi adek malah nggak bisa diajak bercanda"

" hehehe Maaf Pak, ada juga tadi bercanda kok" jawab Nadira kepada sang ayah

" maaf Bu Pak Lian izin buat bawa Salsa pulang dulu nanti lain waktu kalau ada waktu yang kosong lihat dan saat sesempetin buat jenguk Bapak dan Ibu ke sini" ucap Lian menderai perdebatan keluarga tersebut

" nggak perlu izin nak Salsa sudah menjadi milikmu"

" hehehe baik kalau gitu Pak, Lian sama Salsa pulang dulu ya" ucap Lian sambil menggenggam tangan Salsa berjalan ke arah luar

" Iya Pak Bu selesai izin pulang dulu ya kalau ada apa-apa di rumah kabari Salsa aja"

" Iya nak, jadi istri yang sholeh ya yang nurut sama suami Jangan pernah menolak permintaan suami" ucap Ibu Ibu Linda yang sedang memberikan wejangan kepada anaknya itu

" Iya Bu, doain sama saya ya udah kalau gitu Pak De Kakak pulang dulu ya Assalamualaikum"

" Waalaikumsalam kalau udah sampai rumah kabari ya Kak" ucap ibu dan bapak bersamaan

Lian dan salsapun meninggalkan kediaman orangtuanya dan  menuju apartemen yang mereka tinggal bersama Sesampainya di apartemen Salsa memilih untuk langsung bersih-bersih ke kamar mandi dan Lian memesan makanan untuk makan malam sekarang karena Lian melarang Salsa untuk masak

" Mas giliran kamu mandi, cepat Nanti keburu malam" ucap Salsa yang baru keluar dari kamar mandi

" Lah kok kamu keramas? Ini kan udah malam gimana nanti kalau masuk angin" bukannya menurut omongan Salsa tapi Lian malah balik bertanya

" Nggak papa Mas, nggak bakal masuk angin Udah kebal sama Salsa mandi tengah malam pun terasa kuat" ucap Salsa jumawa

" mas nanya bener loh sayang, Lain kali kalau mau keramas mandinya siang aja ya jangan malam-malam" ucap Lian dengan lembut

Salsa yang mendengar ucapan tersebut merasa bahwa dirinya sungguh beruntung mempunyai lelaki seperti Lian karena jarang sekali ada orang yang memperhatikan salah satu sampai sedetail itu

" bukannya menjawab malah ngelamun hei sayang" ucap Lian kembali karena melihat istrinya melamun

" eh eh Enggak kok mas, Salsa tadi lihat semut lewat aja"

" nggak usah bohong kamu, Mas tahu kamu bohong"

" Iya iya nanti sama-sama ngomong sama mas, sekarang Cepat mandi sana" ucap Salsa mendorong tubuh Lian masuk ke kamar mandi

Akhirnya Lian pun mandi atas paksaan Salsa, setelah beberapa menit selesai urusan kamar mandinya Lian menghampiri istrinya yang sedang Menyiapkan makan di meja makan

" sayang, padahal gak usah dipindahin ke wadah biar aja di kertas nasi" ucap Lian tiba-tiba

" Nggak papa Mas, biar lebih enak makannya"

" Ya udah nanti mas Bantu cuci piringnya ya sekarang kita makan"

Akhirnya mereka pun makan bersama dengan nasi goreng yang telah lihat pesan dari aplikasi online-nya setelah selesai makan sesuai janjinya Lian akan membantu Salsa mencuci piringnya sedangkan Salsa disuruh untuk terlebih dahulu masuk ke dalam kamar

Ketika Lian masuk ke dalam kamar, Lian dikagetkan dengan penampilan Salsa yang sudah memukau bahkan Lian meneguk air liurnya sendiri

"Sayang...." panggil lian

-----------------

Adegan ini nya mau di tulis ga guys?

LANTASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang