Setelah selesai dengan acara sarapan yang kesiangan yaitu, akhirnya sepasang suami istri memutuskan untuk duduk di ruang tengah sambil menonton kartun botak dari Malaysia
" Mas, kayaknya kalau kamu botak kamu lucu deh sama kayak si Upin"
" Masa sih Masa harus botak Sayang, jangan aneh-aneh deh ah"
" Ya nggak papa mas, yang penting kan Salsa suka Mas Kalau botak Nggak kebayang deh lucunya kayak gimana"
" aja aja ada kamu nih"
" ada-ada aja Mas"
" Hehehe iya udah ah lanjut nonton jangan mikir aneh-aneh, kalau dilanjut nanti malah mikir Nadira jadi Susanti"
" Hahaha iya juga ya Mas lucu kali ya kamu jadi Ipin Nadira jadi Susanti terus mama sama bapak jadi Atuk dan Oma"
"Kam-
Tok..tok..tok
" siapa tuh mas, Apa itu Nadira ya Tapi kok dia nggak ngabarin"
" nggak tahu, Mas Bukain dulu ya kamu diam aja di sini" ucap Lian sambil berdiri dari kursi yang ia duduki bersama salsa
" Ya udah bukain gih Mas kalau gitu Salsa mau siapin minumnya sekalian"
" Iya, Mas ke depan dulu ya" ucap Lian meninggalkan Salsa sambil mengusap pucuk kepala istrinya
Lian berjalan ke arah pintu untuk membuka pasalnya Lian juga penasaran Siapa yang datang ke apartemen mereka karena apartemen mereka masih belum diketahui siapapun terkecuali Nadira bapak ibu dan mama Lian
Namun ketika kalian membuka pintu
Deg...
" Assalamualaikum Bang, maaf Mama sama Ayah ke sini dadakan tidak mengabadi kamu terlebih dahulu" ucap Mamah Arum dengan sedikit mata yang berasa bersalah kepada anaknya
" Waalaikumsalam, eh mama ayah ayo masuk" jawab Lian sambil mengganggu kepada mamanya pertanda bahwa Lian akan baik-baik saja
Mereka bertiga pun masuk dan menduduki ruang tamu yang rapi dan wangi
" Kenapa kamu menyembunyikan ini dari ayah Apa maksud kamu menduakan Lidya" tanpa basa-basi ucap Ayah Suryo kepada anaknya
" yah, jangan seperti itu biarkan dengarkan dulu penjelasan anak kita" ucap Mamah Arum mencegah Ayah Suryo Karena bagaimanapun memahami merasa tidak enak kepada anaknya
" tidak perlu basa-basi mah, karena ini sudah menjadi di luar batasan Apa pernah ayah mengajarkan kamu untuk Mendua kamu mau ibumu yang ada di hadapanmu diduakan oleh ayah MAU KAMU MAU" ucap Ayah Suryo dengan meninggikan suaranya
Lian yang ada di depannya, membeku entah apa yang harus dia Jelaskan kepada sang ayah karena memang ini adalah sebuah kesalahan yang dia perbuat namun dia merasa bahwa kesalahan ini tidak sepenuhnya menjadi kesalahan dia
" sebelumnya Lian mohon maaf kepada ayah karena lian tidak ada maksud seperti yang ayah bicarakan tadi, tapi sungguh ini adalah wanita yang sangat Lian cintai berbeda dengan perempuan yang sedang berada di rumah Dia sedang senang-senang dengan laki-laki lain sudah Lian berapa kali Jelaskan kepada ayah, bahwa lian tidak pernah sedikitpun menyentuh perempuan itu apalagi untuk menghamilinya. Jadi lihat mohon jangan pernah ganggu kehidupan Lian dengan perempuan yang memang sudah Lian pilih menjadi istri lian"
" BAGUS KAMU BERTINGKAH SEPERTI ITU HAH? HARUS DISIMPAN DI MANA MUKA AYAH LIAN DI HADAPAN ORANG KANTOR KALAU MEREKA MENGETAHUI KEMUDIAN DIAM LAGI MENIKAHI DENGAN PEREMPUAN YANG TIDAK TAHU ASAL-USULNYA AYAH MALU MEMPUNYAI ANAK YANG TIDAK SETIA DAN MEMPERMAINKAN PERNIKAHAN"
" Yah sudah, jangan seperti ini biarkan anak kita memilih kehidupan dia sendiri karena Mamah rasa kalian akan bertanggung jawab atas kehidupan yang dia pilih sekarang udah ya Yah udah. Mungkin setelah lahiran Lidya Lian akan segera menceraikan perempuan itu agar tidak merusak Citra kantor kita" ucap Mama Arum sambil mengelus tangan suaminya
"Mana Perempuan Itu? Yang Sudah Berani Menjadi Pelakor Dalam Rumah Tanggamu" ucap Ayah Lian dengan suara sedikit mengeras
" JANGAN PERNAH BILANG SEPERTI ITU KEPADA ISTRI LIAN" ucap Lian sambil berdiri dari duduknya karena dia tidak terima dengan apakah yang dilontarkan oleh ayahnya itu
" memang itu kenyataannya perempuan yang menikahi lelaki yang sudah bersuami pantas disebut dengan pelakor"
" JAGA UCAPAN AYAH, MAU BAGAIMANAPUN ISTRI LIAN ADALAH PEREMPUAN YANG SANGAT MULIA BAGI LIAN JANGAN PERNAH LAGI BERUCAP SEPERTI ITU" ucap Lian sambil menunjuk ke arah sang ayah
" sudah cukup cukup, ini semua salah Mama, tapi Mamah mohon ya biarkan Lian memilih jalan hidupnya sendiri Karena bagaimanapun anak kita juga berhak untuk mendapatkan kebahagiaan dengan wanita yang dia cintai"
" kamu itu sama aja dengan anakmu Bagaimana mungkin Anakmu sudah berselingkuh tapi malah Kamu dukung. Pokoknya Ayah minta kamu urus su-"
Brakk
Ucap Ayah Surya terpotong kala terdengar suara pecahan dari arah dapur, Lian yang mendengar pun buru-buru berlari ke arah dapur
"Sayang..." ucap Lian sambil berlari
" Astagfirullah, Sayang bangun Ayo kita ke rumah sakit" ucap Lian yang kaget melihat Salsa sudah tergeletak di dekat pintu kamar, Lian pun menggendong Salsa menuju mobilnya karena Lian dan berencana akan membawa Salsa ke rumah sakit
" Astagfirullah nak, bangun dak yang kuat ya ayo Lian kita bawa Salsa ke rumah sakit sekarang" ucap Mamah Arum sambil menangis
Lian berlari menuju mobilnya, setelah itu Lian baringkan salsa di kursi belakang dengan bantalan paha ibunya Lian buru-buru kursi kemudi
***
Sesampainya di rumah sakit, Lian buru-buru menggendong Salsa ke arah IGD untuk segera diperiksa Dokter pun dengan siaga memeriksa Salsa Lian yang menunggu di luar IGD pun bundar-mandir tidak karuan karena Lian khawatir dengan keadaan istrinya sekarang
" Bang, Maafin mamah ya karena mama sudah membawa Ayah tanpa meminta izin kepadamu terlebih dahulu"
" sudah mah, sekarang yang terpenting kesehatan Salsa lian sudah tidak ingin memikirkan Ayah lagi untuk sekarang"
" Iya Bang, semoga salsa di dalam tidak apa-apa Mama yakin Salsa pasti kuat"
Tidak lama dari perbincangan anak dan ibu tersebut, dokter keluar dari ruang IGD nya
" Dok bagaimana keadaan istri saya sekarang" tanya Lian kepada sang dokter
" untuk keadaannya Alhamdulillah baik bu Salsa hanya mengalami kecapaian saja mungkin ini banyak dialami oleh ibu yang sedang mengalami hamil muda"
"HAH? Maksud dokter Istri saya sedang hamil?" Ucap Lian dengan antusias
" mau jadi Bapak belum mengetahui bahwa istri bapak sedang mengandung"
" belum dok, Saya dan istri saya belum mengetahui bahwa Istri saya sedang mengandung"
" baik kalau begitu, saya sarankan untuk Bapak dan Ibu segera memeriksa kandungan ke dokter kandungan"
" baik dok terima kasih, Saya dan istri saya akan segera memeriksa kandungan istri saya kepada dokter kandungan"
" Iya sama-sama Pak Baik kalau begitu saya tinggal dulu ya"
Dokter pun meninggalkan Roni dan mama Arum yang masih bahagia dengan berita yang dokter tersebut
" mah alhamdulillah, Salsa hamil mah Salsa hamil anak Lian hiks hiks"
" Alhamdulillah mah, Lian bentar lagi Bakalan jadi ayah hiks hiks"
Ucap Lian menangis di dalam pelukan ibunya
" iyana, mama turut berbahagia ya semoga Salsa sehat dan anak kalian sehat sampai dengan nanti lahiran " ucap Mama Arum yang setia mengusap punggung sang anak karena mendapatkan kabar bahagia
--------------------------------------------------------------
Halo guys, jangan lupa vote dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
LANTAS
Roman d'amourSeseorang yang bertemu dengan masalalu dan di kagetkan dengan fakta yang ngejutkan...akan kah bisa menyatu da hidup bersama lagi....
