28

1.9K 43 7
                                        

Pagi hari sepasang pengantin baru masih tertidur nyenyak dalam selimut tebalnya dengan sama-sama keadaan tanpa busana, namun Salsa terusik oleh dering telepon HP suaminya

"Euhhh" geliat Salsa

Salsa pun mengambil handphone suaminya itu yang berada di nakas samping ranjang. Ternyata bukanlah panggilan melainkan alarm yang Lian setel sengaja, Salsa pun mematikannya dan kembali menyimpan HP Lian ke atas nakas

Salsa menatap wajah suaminya yang berada di depan dada dirinya, rasanya tidak menyangka saat ini Salsa menikahi suami orang lain ada rasa sedih dalam diri Salsa Mengapa dirinya bisa menikahi suami orang lain namun Salsa berusaha untuk menepis pikiran itu

" Astagfirullah Sal nggak boleh kayak gitu, Ini sudah takdir dari Allah apapun itu kamu harus jalani" ucap Salsa pada dirinya sendiri

Salsa pun kembali menatap wajah suaminya, sampai dengan refleksnya Salsa mengusap rahang Lian sambil tersenyum " ganteng banget sih suamiku" ucap Salsa sambil tersenyum

" Mas, bangun Ini udah siang kita sarapan yuk" ucap Salsa sambil menepuk-nepuk rahang Lian

" Mas, ayo mandi dulu nanti kita belanja ke supermarket buat menuhin isi kulkas"

Bukannya bangunan tapi Salsa malah merasakan hisapan yang kuat di atas dadanya

"Shhh ih sakith" ucap Salsa sambil memegang kepala liat Untuk menghentikan hisapannya

Lian pun melepaskan dada Salsa, dan membuka matanya secara perlahan

" Ada apa sih sayang" ucap Lian dengan suara seraknya yang baru bangun tidur

" Ada apa Ada apa, ayo bangun udah tahu masih sakit ini malah kuat hisapnya lihat tuh jadi bengkak kan" ucap Salsa sambil mengusap-usap dadanya

" Hehehe maaf, coba Mas lihat sini kita beli salep obat bengkaknya ya sekalian obat lecet si imut ini" ucap Lian sambil meraba bahwasanya yang berada dalam selimut

"Ckk udah dibilangin diem, malah makin-makin awas aja nggak akan aku kasih lagi" ucap Salsa sampai membalikan tubuhnya dan membelakangi Lian

Lian yang panik pun melihat Salsa yang marah padanya, langsung mendekat dan memeluk Salsa dari arah belakang

" Maaf ya Sayang, Mas tadi cuma bercanda kok. Maaf ya Mas sudah bikin kamu kesakitan sebadan-badan, Nanti beres sarapan Mas beliin salep ya buat pereda nyerinya" ucap Lian dengan lembut sambil mengusap baru selesai Yang masih keadaan polos

Salsa tidak menjawab, karena dia merasa masih kesal dengan tingkah suaminya itu sungguh malam kemarin adalah malam yang sangat melelahkan Bagaimana tidak mereka melakukan penyatuannya sampai ada subuh dilanjut kembali setelah mereka melakukan salat subuh

" sayang, udah dong marahnya"

" maafin mas ya, Mas nggak bakal kayak gitu lagi kok nanti kita beli obat pereda nyerinya ya. Sini coba Mas lihat mana yang bengkak" ngucap Lian sambil berusaha membawa Salsa untuk menghadapinya

" nggak usah" hanya itu kata yang dikeluarkan oleh Salsa

" dosa loh munggumin suami, Emang mau ya pahala yang kita buat malam berkurang gara-gara dosa pagi ini" Lian

Salsa yang diiming-imingi dengan dosa pun merasa takut karena Salsa berpikir sayang sekali pahala yang telah Ia dapatkan dengan lelah namun terhapuskan dengan kejadian sekarang . Salsa pun perlahan menghadap ke arah Lian

Lian mengangkat dagu Salsa untuk menatap matanya, Salsa melihat senyum tulus yang lian berikan untuknya

" Hei, maafin mas ya udah bikin kamu sakit sebadan-badan, makasih udah jaga ini semua untuk Mas. Nanti kita beli obat pereda nyerinya ya sayang udah ya sekarang kita mandi terus kita makan kasihan cintanya aku kelaparan" ucap Lian dengan lembut sambil mengusap punggung polosan Salsa

LANTASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang