32

837 30 0
                                        

Setelah Lian dan Mamah Arum keluar dari ruangan dokter, Lian segera menghampiri ruangan istrinya tidak lupa ditemani oleh Mamah Arum

Sesampainya di ruangan Lian melihat Salsa yang berusaha mengambil gelas yang ada di sampingnya

" eh eh sayang, Udah biar Mas aja yang ngambil" ucap Lian sambil buru-buru mengambil gelas dan memberikan air tersebut kepada Salsa

Salsa yang menerima gelas tersebut buru-buru Dia meminum air yang ada dalam gelas tersebut hingga tandas, karena dia merasa sangat haus

" sayang, maafin kejadian tadi ya untuk urusan tadi biar menjadi urusan Mamah dan Lian sekarang kamu jangan banyak pikiran, karena kamu sedang membawa cucu mama" ucap Mamah Arum dengan rasa bersalahnya karena telah membawa suaminya mendatangi rumah Lian

Salsa yang mendengar itu pun kaget " maksud Mama Bagaimana mah?"... ucap Salsa kaget

" jadi, sekarang disini ada anak kita sayang..." Ucap lian dengan membawa tangan salsa untuk mengelus perut salsa dengan mata yang berkaca-kaca

"M-mak sud m-mash s-salsa hami-l" ucap Salsa terbata-bata

" Iya sayang " ucap Lian yang sudah menangis sambil mencium perut rata Salsa

"Hiks hiks makasih sayang...maskasih banyak sudah bersedia untuk menjadi tempat anakku tum-buhk hisk hiks" ucap Lian sambil menangis dan bertubi-tubi mencium kening Salsa

Jangan tanyakan reaksi Salsa, Dia hanya bisa terdiam dengan mata yang mulai mengeblur karena air matanya

Suasana harapan disaksikan oleh Mama Arum, ada perasaan bersalah besar di mana anak dan menantunya harus mendapatkan kabar bahagia ini setelah terjadi keributan dengan suaminya

***

Kini Lian dan Salsa sudah berada di rumah mereka, setelah kejadian haru tadi di rumah sakit Mama Arum memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena tidak ingin mengganggu anak-anaknya yang sedang mendapatkan kebahagiaan

" sayang, mas izin ke bawah untuk masak kalau ada apa-apa panggil Mas aja ya jangan kebanyakan gerak" ucap Lian sambil mengusap kepala istrinya

" Iya Mas, Maaf jadinya Mas yang harus masak harusnya Salsa yang masak" ucap Salsa

" tidak harus minta maaf sayang, karena ini sudah menjadi kewajiban Mas yang menanggung atas kenyamanan kesehatan kalian berdua" ucap Lian sambil tersenyum manis

" Ya udah kalau gitu Mas ke bawah dulu ya" ucap Lian dengan meninggalkan Salsa menuju ke dapur

Setelah Lian pergi dari kamar Salsa pun bangkit dari kasur karena dirinya merasa lengket, Salsa pun berinisiatif untuk mandi terlebih dahulu sebelum nanti mereka melakukan makan malam

Bertepatan dengan Salsa yang baru saja keluar dari kamar mandi, dengan keadaan yang lebih segar Lian juga masuk ke dalam kamar dan melihat Salsa yang baru saja keluar dari kamar mandi

" sayang, loh kok mandi jam segini nanti masuk angin" ucap Lian sambil menghampiri Salsa

" Enggak kok mas, ini kan aku dari pagi gak mandi jadi nggak enak banget badannya" ucap Salsa

" lain kali jangan mandi malam-malam ya, Mas takut nanti kamu masuk angin"

" Iya Mas, maaf ya Salsa nggak bakal mandi malam-malam lagi kok"

" iya, lain kali janji jangan ya.... Ya udah kalau gitu Ayo kita makan Mas tadi udah masak banyak buat kita makan"

Akhirnya mereka pun keluar dari kamar untuk melakukan makan malam, makan malam kali ini sangat berbeda dengan makan malam sebelumnya, di mana Salsa yang hampir 4 kali menambah nasinya

LANTASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang