Rumah tangga Salsa dan Lian sudah berjalan 1 bulan lebih, mereka menjalani rumah tangga mereka dengan hati yang enjoy dan nyaman saling menjaga satu sama lain dan saling percaya satu sama lain hingga Salsa melupakan fakta bahwa Lian masih terikat status dengan perempuan lain. Seperti sekarang, mereka sedang berada di apartemennya sedang menceritakan hal-hal yang terjadi di hari tadi
" sayang, gimana tadi kamu kuliahnya? Lancar" tanya Lian kepada Salsa
" alhamdulillah lancar sih Mas, Cuma biasa deh tugas numpuk padahal kan bentar lagi ujian akhir semester ya" ucap Salsa dengan cemberut yang sedang berada di samping Lian
" hahaha nggak Papa, jalanin aja nanti juga dijalanin beres sendiri. Apa perlu Mas bantuin?"
" Iya Iya, ini juga kan lagi dijalanin Nggak mau ah nggak usah biar Salsa aja beresin sendiri soalnya kalau minta bantuan sama Mas nanti ujung-ujungnya minta imbalan"
" Kayaknya udah tau banget nih istri mas"
" udah ah, Terus tadi gimana Mas ngajarnya lancar? Nadila gimana nggak nakal kan"
" alhamdulillah lancar sayang, aman semuanya tadi Mas kan nggak masuk sama kelas Nadila tapi masih yakin kok kalau Nadila nggak nakal"
" Ya udah deh alhamdulillah kalau lancar, Inget ya Mas aku udah berkali-kali bilang sama kamu kalau ada hal yang berat dan perlu dibicarakan atau ada hal yang membuat pikiranmu berisik berbagi kepadaku ya Mas, karena bagaimanapun salsa di sini ingin ikut berperan dalam kehidupan maslian" ucap Salsa sambil mengusap bulu harus yang ada di dadalian
" Iya sayang, mas janji apapun itu masakan selalu bicara sama kamu, tapi kamu juga janji ya kalau ada hal yang membuat pikiranmu berat dan ada hal yang diinginkan bicara sama mas Insya Allah Mas di sini akan selalu mengusahakan untuk kebahagiaanmu" ucap Lian sambil mengelus kepala Salsa
" Iya mas, eh mas udah 1 bulan aku nikah sama Mas aku belum dikenalin loh sama ayah kapan-kapan Kenalin aku dong sama ayah" ucap Salsa yang masih setia memainkan bulu-bulu dadalian
Mendengar obrolan istrinya, doyan merasa bersalah memang benar jika Salsa Belum sama sekali dikenalkan kepada ayahnya. Bukannya lian tidak mau melainkan pada hal yang membuat dia ragu untuk memperkenalkan salah satu pada ayahnya
" Mas? Kok kamu malah ngelamun sih"
"Hah? Eh Sayang maaf ya, Mas tadi ngantuk jadinya ngelamun tadi kamu bilang apa" tanya Lian kembali sengaja karena ingin mengalihkan pembicaraannya
" nggak tau ah males, Salsa mau tidur, soalnya orang yang mau diajak ngobrol malah gak fokus"
" Eh jangan gitu dong sayang, bener deh Mas tadi ngantuk banget jadi nggak fokus Tapi kali ini Mas bakal dengerin deh apa Sayang apa Nanya apa sayangku cintaku duniaku"
"SUMPAH ALAY LIAN" bukannya Salsa menjawab, tapi Salsa malah merasa jijik dengan ucapan-ucapan yang Lian sampaikan
" bilang apa tadi, nggak sopan banget ini mulut sama suami bilang lian-lian" ucap Lian sambil mencapit mulut Salsa
" Awshh awosss ono molot solsol sokutt" jawab Salsa yang berusaha mengeluarkan suara
Lian pun melepaskan tangannya dari bibir Salsa
" Apaan sih kamu udah tahu bibir aku sariawan ini malah dicapit segala jadi makin sakit" gerotu Salsa karena kesal kepada suaminya
" iya iya, maaf ya Makanya kamu jangan panggil aku Lian Lian aku ini udah suami kamu loh sayang"
" ya maaf" jawab Salsa jutek
"Yang ikhlas dong kalo minta maaf"
"Ckkk suamikuuuu cintakuuu syaangkuuu syurgakuu maafin salsa yaa udah gak sopan"
"Hahaha nah gitu dong...coba mau liat senyumnya duluu kalo mau dimaafin"
Salsapun senyum dengan di paksa ke arah lian dan lian pun mencubit gemas pipi salsa karena lian rasa semakin kesini semakij berisii
***
Keesokan harinya Lian dan Salsa ingin pergi ke rumah bapak dan ibu Salsa, untuk membicarakan perkuliahan Nadira beberapa bulan lagi
" Mas, nanti aku boleh mampir dulu gak ke toko kue yang kelewat sama kita buat beli oleh-oleh orang rumah" ucap Salsa kepada Lian yang sedang berada di dalam mobil
" boleh sayang, Nanti kita mampir dulu"
" oke mas makasih ya"
" Iya sama-sama apapun itu" ucap Lian sambil tersenyum ke arah
Tanpa terasa Mereka pun sudah sampai di kediaman orang tua Salsa, Salsa dan Lian disambut hangat oleh kedua orang tua serta
" mah ini ada sedikit makanan buat dimakan kita sambil ngobrol" Ucap Kata sambil menyodorkan paper bag yang dia teng teng
" Makasih Kakak aku mah kalau ke sini ke sini aja Jangan repot-repot" ucap Ibu harum sambil menerima tentengan yang diberikan oleh Salsa
" Nggak apa-apa kok mah cuma kost aja tadi sekalian lewat" jawab Salsa
" Apa kabar Mah Pah, Maaf Lian sama Salsa baru ke sini lagi"
" Alhamdulillah Nak, seperti yang kamu lihat sekarang Nggak apa-apa kok kami sudah bahagia melihat hidup kalian bahagia"
" Alhamdulillah, ini juga berkat doa Mama dan Bapak"
" kamu bisa aja Nak, kalian gimana kabarnya"
" Alhamdulillah baik seperti yang Mama dan Bapak lihat"
" Alhamdulillah seperti itu Oh iya Mas Bapak mau tanya perihal perkuliahan Nadira" Bapak duluan sana Irwan dan dan Arumi telah ditetapkan untuk menyebut Roni dengan panggilannya karena mengikuti Salsa
" Iya Pak, Lian ke sini juga bermaksud untuk membicarakan hal itu. Jadi lihat sudah mendaftarkan Nadira kampus yang sangat dengan Salsa"
" Apa itu tidak berlebihan Mas Apa tidak sebaiknya kami menunggu hasil pengumuman dari snbp"
" tidak mah, tapi nanti jika Nadira terima di salah satu unik yang dia pilih di SMPT mungkin tidak apa-apa paling hanya harus uang pendaftaran saja"
" Tapi bapak merasa tidak enak mas"
" Kenapa Bapak harus tidak enak Mas sekarang lihat kan sudah menjadi anak bapak sudah seharusnya kalian berlaku seperti ini" ucap Lian kepada bapak Irwan
Salsa yang terjadi di sebelah Lian pun hanya menyimak pembicaraan orang-orang yang ada di depannya
" kasih banyak ya nak, kita harus bagaimana lagi bapak harus berbalas Budi kamu"
" sama-sama Pak jangan berlebihan seperti itu karena baju Seruyan yang harus berterima kasih sama bapak dan ibu karena telah melahirkan wanita yang sangat Lian cintai dan sayangi
Selanjutnya pertemuan Mereka pun diisi dengan obrolan obrolan
***
" Yah, mungkin ini hal yang tidak seharusnya Mama lakukan tapi bagaimanapun aku harus jujur terhadap keadaan sekarang" ucap Mama hati kepada ayah Suryo yang baru saja pulang dari kantor
" Ada apa mah, sudah dari dua minggu yang lalu kamu terus saja berbicara seperti ini"
" Tapi sebelumnya Ayah jangan dulu potong pembicaraan mama"
" Iya Mah bicara saja,"
" sebenarnya 1 bulan yang lalu terjadi pernikahan antara Lian perempuan yang Mama percayai untuk mengurus kehidupannya. Mungkin ini terdengar hal yang tidak mungkin tapi jujur mama selaku orang yang berada di rumah tangga Lian ikut capek dengan apa yang dilakukan oleh Lidya bukannya mama mendukung lihat untuk berselingkuh, karena bagaimana memantau Apa yang membuat anak mama bahagia"
Mendengar omongan yang diucapkan oleh istrinya tersebut membuat wajah Surya memerah seketika dan tangannya
" Ayo kita temui perempuan tersebut sekarang dengan ayah..."
-------------
Hai hai hai, Maaf ya guys aku baru update hehehe dimaafin kan soalnya kemarin sakit terus tiba-tiba hectic sama real
Jangan lupa vote dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
LANTAS
Storie d'amoreSeseorang yang bertemu dengan masalalu dan di kagetkan dengan fakta yang ngejutkan...akan kah bisa menyatu da hidup bersama lagi....
