29

785 67 12
                                        

Jay sedang duduk dengan tenang di ruang kerjanya, menyesap kopi dan membaca beberapa laporan yang perlu ditindaklanjuti. Hari itu terasa seperti biasa, sampai pintu ruangannya terbuka dengan keras. Aleyna masuk dengan langkah cepat, wajahnya tegang dan jelas menunjukkan gejolak emosi yang kuat.

"Ada apa, Aleyna ?" tanya Jay, sedikit terkejut melihat ekspresi istrinya yang berbeda dari biasanya. Namun, sebelum ia bisa melanjutkan, Aleyna sudah melemparkan sebuah foto ke meja dengan gerakan kasar.

Jay menatap foto itu dan seketika dunia seakan berhenti berputar. Dalam foto itu, dirinya terlihat bersama Anna dan ekspresi wajah Anna jelas menunjukkan ketakutan yang mendalam. Jay, dengan tangan yang mengancam, tampak memaksa Anna untuk pergi bersama dengannya.

"Apa ini ?" Aleyna bertanya, suaranya serak karena menahan amarah.

Jay memandang foto itu, lalu memandang Aleyna. Ia menghela napas panjang, mencoba mencari cara untuk meredakan situasi yang semakin tegang.

"Dari mana kau mendapatkannya ?" Jay bertanya, berusaha terdengar tenang.

Aleyna hanya berdiri di sana, menatap suaminya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Jangan coba bermain-main denganku Jay, jawab saja"

Jay mencoba untuk tetap kalem, meski di dalam dirinya ada rasa panik yang mulai tumbuh. "Itu hanya masalah pekerjaan, Aleyna. Gadis itu hanya seseorang yang-"

Aleyna tiba-tiba menyela, suaranya hampir pecah. "Hanya seseorang ? Kau pikir aku bodoh ? Aku bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di foto itu! Kau mengancamnya, Jay! Apa kau pikir aku tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi ?"

"Cukup, Aleyna!" Jay hampir berteriak, tapi suara itu tidak bisa menghalangi amarah yang meluap dalam diri Aleyna.

Dengan gemetar, Aleyna melangkah maju, mendekatkan wajahnya pada wajah Jay. Setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa seperti serangan. "Kau... Kau yang selama ini kujaga. Kau yang selalu kukasihi. Tapi kau malah menghancurkan semuanya. Aku istrimu, Jay! Kau berani melakukan ini padaku ?"

Suara Aleyna makin pecah, seakan-akan setiap kata yang keluar dari mulutnya membawa beban yang sangat berat. "Aku percaya padamu dan kau melakukan ini di belakangku, dengan gadis itu! Apa aku tidak cukup untukmu ? Apa yang kurang dariku, Jay ? Kenapa aku tidak bisa menjadi cukup baik ?"

Jay terdiam, merasa ada sesuatu yang lebih dalam yang kini terluka. Aleyna tidak menunggu jawaban dari suaminya, melainkan melangkah mundur dengan gemetar.

"Sejak kapan kau mulai berbohong padaku seperti ini ? Sejak kapan kau mulai menghancurkanku ?" air mata mulai mengalir di pipi Aleyna, wajahnya penuh dengan kesakitan yang begitu mendalam.

"Ini bukan seperti yang kau kira" Jay berkata, namun suaranya lebih lemah dari biasanya.

"Apa bedanya sekarang ? Semua yang aku percayai hancur, Jay!" Aleyna hampir tidak bisa berbicara lagi, suara tenggelam dalam isak tangis. "Aku sudah memberi semuanya untukmu, dan ini yang kau lakukan kepadaku ?"

Tanpa peringatan, Aleyna menampar wajah Jay dengan keras. Suara tamparan itu bergema di seluruh ruangan, dan Jay hanya bisa menatapnya dengan ekspresi yang kosong.

"Aku tidak peduli lagi dengan apa yang kau katakan, tdak ada yang bisa mengubah kenyataan ini. Kau menghancurkan kita, kau menghancurkan dirimu sendiri" Aleyna berbalik, meninggalkan ruangan dengan langkah goyah, seolah-olah ia telah kehilangan semua kekuatan.

Jay hanya duduk terdiam, merasa perasaan kosong yang menggerogoti dirinya. Tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan kebingungannya, tidak ada penyesalan yang bisa menyembuhkan luka yang telah ia buat.

Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang