Di pelabuhan yang sepi, suasana malam terasa semakin menegang. Setengah jam menunggu, akhirnya kapal yang akan membawa Jay dan Anna tiba di dermaga. Udara malam yang dingin seakan tak mampu mengusir ketegangan yang meliputi keduanya. Bawahannya Jay segera menginstruksikan agar mereka segera naik ke kapal, memerintahkan mereka bergerak cepat untuk meninggalkan negara ini.
Jay menggenggam tangan Anna erat, memimpin langkah gadis itu menuju kapal yang siap berlayar. Namun, dalam langkah mereka yang terburu-buru, Anna merasakan sesuatu yang aneh, seolah ada perasaan yang mengganjal di dalam hatinya. Beberapa kali Anna melirik ke belakang, entah mengapa dia merasa seperti ada sesuatu yang salah, sesuatu yang tak beres. Sesuatu yang bisa saja mengubah segalanya.
Bawahannya Jay, yang kini tampak semakin cemas, menenangkan tuannya. "Setelah tuan sampai di negara tujuan, anak buah kami yang lain sudah menunggu dan akan membantu tuan melanjutkan semuanya. Sementara aku akan tetap di sini, menyelesaikan masalah yang ada, memastikan semuanya aman. Tuan tidak perlu khawatir"
Jay hanya mengangguk pelan, tapi pandangannya masih tertuju ke arah sekitar, merasakan kegelisahan yang semakin dalam. Namun saat mereka semakin dekat dengan kapal, tiba-tiba suara sirine terdengar menggema di udara malam yang sunyi.
"Polisi!" Jay mendengar suara yang familiar dan mengerikan, suara sirine semakin mendekat. Ia dan Anna menoleh ke belakang, matanya terbelalak saat melihat beberapa mobil polisi yang sudah memasuki area pelabuhan, siap untuk menggagalkan pelarian mereka.
Polisi berjalan mendekat, suara tegas mereka terdengar jelas. "Jay, serahkan diri Anda, jangan membuat masalah lebih besar"
Rasa panik mulai meresap di dalam diri Jay. Ia tak mengerti bagaimana polisi bisa menemukan mereka begitu cepat. Panik, bingung, ia menarik tangan Anna untuk masuk ke kapal, berharap bisa segera melarikan diri.
Namun, saat tangan Anna tergenggam kuat dalam genggamannya, Anna menahan lengannya. Ia menoleh, menatap Jay dengan mata yang penuh keraguan dan kecemasan.
"Anna..." Jay terkejut, matanya menyapu wajah gadis itu, seolah mencari jawaban. "Kenapa?"
Anna hanya menggelengkan kepalanya pelan, lalu memandang Jay dengan tatapan yang penuh penyesalan. "Maafkan aku, Jay"
Jay terdiam, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Wajahnya berubah, ekspresinya semakin kacau. "Kau... kau yang membocorkan keberadaan kita?" tanya Jay dengan nada yang seolah tak bisa menerima kenyataan, matanya mencari jawaban yang tak kunjung datang.
Anna tetap diam, tak berkata apapun. Hanya air matanya yang mulai menetes, meski tak ada suara yang keluar.
Jay merasa seolah seluruh dunia runtuh di depannya. Ia menarik Anna sekali lagi, mencoba memaksanya untuk ikut bersamanya, namun Anna menahannya, tak bergerak sedikitpun. Polisi sudah mendekat, Jay merasa seolah tak ada jalan keluar lagi.
Dengan perlahan, Anna menarik tangan mereka terpisah, perlahan melepas genggaman Jay yang begitu erat, seolah memberi tanda bahwa ia tidak akan mengikuti lagi. Anna menatap Jay dengan tatapan yang penuh kesedihan, matanya mulai berkaca-kaca, tapi bibirnya tetap diam.
Jay semakin mendekat, berusaha untuk meraih tangan Anna kembali, namun Anna mundur sedikit, menahan tangan Jay.
"Anna... jangan tinggalkan aku..." Jay memohon dengan suara yang serak, tangannya mencoba menggenggam tangan Anna sekali lagi. Namun, Anna tetap menahannya, menjauhkan dirinya dari Jay.
Saat itu, polisi mulai melangkah lebih dekat, tubuh Jay mulai ditahan dengan kuat oleh dua petugas. "Serahkan diri Anda, Jay" seorang polisi berkata dengan tegas. Jay berusaha melawan, namun kekuatan polisi lebih besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfiction(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)