aku gabisa move on sama story ini :") jadi aku up selingan ajaa ya dan gaada sangkut pautnya sama alur cerita master, tenang aja kok ini happy, maaf kalo kemaren banyak yg kecewa karena aku bikin sad ending dan sebagai bentuk penebusan dosa aku bikin versi ini buat kalian, enjoy yaa! :)
***
Di dalam rumah yang hangat, Anna duduk bersila di atas sofa dengan ponselnya di tangan. Cahaya layar memantulkan bayangan lembut di wajahnya, memperlihatkan ekspresi serius saat ia menggulirkan berbagai resep cokelat buatan tangan.
Besok adalah tanggal 14 Februari, hari yang spesial.
Tangan Anna mengetikkan kata kunci homemade chocolate recipe di mesin pencari dan sederet gambar cokelat dengan berbagai bentuk serta hiasan muncul di layar. Beberapa tampak sederhana, hanya berupa potongan cokelat berbentuk hati, sementara yang lain lebih rumit dengan isian dan dekorasi yang elegan.
Ia menghela napas, merasa sedikit bingung harus memilih yang mana. "Apakah Jay lebih suka yang klasik? Atau mungkin yang ada isiannya?" gumamnya pelan, berbicara kepada dirinya sendiri.
Jari-jarinya terus menggulir, lalu berhenti pada satu resep yang terlihat menarik, cokelat truffle dengan taburan bubuk kakao di atasnya. Resepnya tidak terlalu sulit dan hasil akhirnya terlihat elegan.
Tatapan Anna melembut. "Sepertinya ini cukup bagus" ucapnya lirih.
Di dalam dadanya, ada perasaan asing yang membuatnya sedikit gugup. Ini bukan pertama kalinya ia membuat sesuatu untuk Jay, tetapi kali ini terasa berbeda. Mungkin karena besok adalah hari Valentine, atau mungkin karena ada harapan kecil dalam hatinya bahwa Jay akan menyukainya.
Ia mulai membaca langkah-langkahnya dengan saksama, memastikan bahwa ia bisa membuatnya dengan baik. Namun, belum sempat ia menyimpan halaman resep itu, suara derit pintu terdengar dari arah depan.
Anna tersentak kecil dan buru-buru mematikan ponselnya.
Udara dingin dari luar segera menyelinap masuk begitu pintu terbuka, membuat kehangatan ruangan sedikit berkurang. Seorang pria melangkah masuk, mantel tebal yang membalut tubuhnya masih dipenuhi butiran salju yang perlahan mencair.
Hembusan napasnya terlihat di udara, menandakan betapa dinginnya suhu di luar.
Jay baru saja pulang.
Anna segera bangkit dari sofa, melangkah mendekat untuk menyambut Jay yang baru saja masuk. Ia bisa melihat dengan jelas bagaimana pria itu tampak lelah setelah seharian bekerja. Tetesan air dari salju yang mencair membasahi mantel hitamnya dan butiran putih yang masih tersisa di bahunya perlahan meleleh di bawah kehangatan ruangan.
Jay menghela napas panjang sebelum mulai membuka mantelnya. Gerakannya sedikit lambat, seolah tubuhnya masih beradaptasi dengan perbedaan suhu yang mencolok dari luar ke dalam rumah. Anna yang berdiri di dekatnya langsung meraih mantel itu sebelum Jay sempat menggantungnya, lalu melipatnya dengan rapi sebelum meletakkannya di gantungan dekat pintu.
"Udara di luar sangat dingin" ucap Jay seraya mengusap kedua tangannya, mencoba menghangatkannya kembali. Napasnya masih tampak seperti asap putih yang menguap di udara.
Anna mengangguk kecil. "Aku bisa melihatnya. Salju masih turun?" tanyanya lembut, melirik ke arah luar jendela di mana butiran putih masih turun perlahan, berkilauan di bawah cahaya lampu jalan.
Jay mendengus kecil, lalu berjalan menuju sofa dengan langkah yang sedikit berat. "Ya, dan sepertinya belum akan berhenti dalam waktu dekat" Ia duduk, bersandar ke belakang, membiarkan tubuhnya tenggelam dalam kenyamanan rumah yang jauh lebih hangat daripada dinginnya dunia luar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Hayran Kurgu(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)