Jay mengendarai mobilnya dengan tenang, tangan kirinya menggenggam setir sementara tangan kanannya bersandar santai di sandaran kursi. Di sampingnya, Anna duduk dengan pandangan kosong, wajahnya pucat dan tangannya gemetar halus di atas pangkuannya. Keheningan di antara mereka terasa mencekam, hanya diisi oleh suara deru mesin mobil dan gemerisik jalan yang dilalui ban.
Anna tidak tahu harus berkata apa. Kepalanya masih penuh dengan gambaran wajah Niki, wajah yang terluka, penuh dengan amarah dan rasa sakit. Dia mencoba meredam rasa bersalah yang terus menghantui, tetapi tatapan dingin Jay dari sudut matanya membuatnya semakin sulit untuk bernapas.
"Kau tenang saja" kata Jay tiba-tiba, suaranya terdengar datar tetapi ada nada mengancam di baliknya. "Aku tidak akan menyakitimu, selama kau tidak mencoba melarikan diri lagi"
Anna menoleh perlahan, menatap pria itu dengan campuran ketakutan dan keberanian yang samar. "Apa yang kau inginkan dariku, Jay? Apa kau tidak lelah terus mengejarku?"
Jay tersenyum kecil, tetapi senyum itu sama sekali tidak menenangkan. "Kau masih belum mengerti, ya?" katanya sambil meliriknya sekilas sebelum kembali fokus pada jalan. "Ini bukan soal keinginan. Ini soal apa yang menjadi milikku"
Anna mengepalkan tangannya di pangkuannya, berusaha menahan emosinya. "Aku bukan barang, Jay. Aku manusia. Kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini"
Jay tertawa kecil, kali ini lebih dingin. "Manusia atau bukan, kau milikku, Anna. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, termasuk dirimu sendiri, merampas itu dariku"
Anna merasa dadanya semakin sesak. Dia tahu Jay selalu memiliki sisi gelap, tetapi cara dia berbicara sekarang membuatnya sadar bahwa pria ini telah melewati batas. Dia tidak lagi melihat Jay sebagai seseorang yang pernah dia kenal, dia adalah seseorang yang sepenuhnya asing sekarang.
Setelah perjalanan yang terasa seperti berjam-jam bagi Anna, mobil akhirnya berhenti di depan sebuah rumah besar yang tampak terpencil. Bangunan itu dikelilingi oleh pagar tinggi dan pepohonan lebat yang memberikan privasi mutlak. Anna mengamati tempat itu dengan perasaan bercampur, rasa takut, bingung dan sedikit rasa penasaran.
Jay keluar lebih dulu, membuka pintu mobil untuk Anna. "Keluar" perintahnya singkat.
Anna ragu-ragu, tetapi akhirnya menuruti perintah itu. Begitu dia melangkah keluar, hawa dingin segera menyergapnya. Udara di tempat itu terasa berbeda, seolah-olah memuat aura berat yang sulit dijelaskan.
Jay menggenggam lengannya dengan erat, membawanya masuk ke dalam rumah. Begitu pintu tertutup di belakang mereka, Anna merasa seperti terjebak dalam kurungan yang tak terlihat. Interior rumah itu mewah, dengan dinding berlapis kayu gelap, karpet tebal dan perabotan mahal. Namun, kemewahan itu tidak memberikan rasa nyaman, justru sebaliknya.
Jay melepaskan genggamannya, tetapi tatapannya tetap mengawasi Anna. "Kau akan tinggal di sini mulai sekarang" katanya sambil berjalan ke arah bar kecil di sudut ruangan. Dia menuang segelas minuman untuk dirinya sendiri, lalu menatap Anna dari balik gelas. "Kau aman di sini. Tidak ada yang bisa menyentuhmu, termasuk Alayna"
Mendengar nama itu, Anna tersentak. "Kau tahu dia akan mencariku" katanya dengan nada penuh keyakinan.
Jay mengangkat alis, seolah tidak terpengaruh oleh pernyataan itu. "Tentu saja dia akan mencarimu. Tapi dia tidak akan pernah menemukanku. Tidak ada seorang pun yang bisa melakukannya"
Anna menggigit bibirnya, menahan rasa takut yang semakin besar. Dia mencoba berpikir cepat, mencari cara untuk melarikan diri atau setidaknya memberikan petunjuk kepada Alayna tentang keberadaannya. Tetapi dengan Jay yang terus mengawasinya, setiap langkah terasa mustahil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfiction(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)