Suasana penjara itu begitu sunyi, hanya terdengar langkah kaki penjaga yang sesekali melintas. Di ruang pengunjung, antara dua ruangan yang terpisah oleh kaca tebal, Alayna duduk menunggu. Tangannya menggenggam erat tas kecil yang ada di pangkuannya, matanya tak lepas dari pintu tempat Jay akan segera muncul. Meski perasaan berdebar-debar, Alayna mencoba tetap tenang, berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ini bukanlah pertemuan yang dia inginkan, tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi.
Tak lama kemudian, pintu di sisi seberang terbuka dan seorang petugas penjara mengarahkan Jay masuk ke ruangan pengunjung. Dengan langkah pasti, Jay berjalan menuju tempat duduk di seberang kaca besar yang memisahkan mereka. Wajahnya tampak tidak berubah, tetap penuh dengan sikap angkuh yang sudah menjadi ciri khasnya. Keringat dingin perlahan mengalir di dahinya, meski tak ada ekspresi ketakutan yang muncul di wajahnya. Dia duduk di kursi, memandang Alayna tanpa rasa malu, tanpa sedikit pun penyesalan.
Alayna mengatur napas, menatapnya melalui kaca tebal itu. Begitu dekat, namun begitu jauh. Hati Alayna berdebar, namun dia berusaha menjaga agar suaranya tetap tenang. "Jay" panggilnya pelan, matanya tetap terpaku pada pria yang kini terkurung di balik jeruji penjara. "Aku datang bukan untuk berdebat, bukan untuk marah. Aku hanya ingin tahu apakah kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan. Semua yang terjadi, semua orang yang kau hancurkan"
Jay menyandarkan punggungnya ke kursi dengan sikap santai, seolah tidak ada yang berubah dalam dirinya. "Kenapa kau merasa perlu datang? Apa kau datang untuk memberi tahu aku bahwa aku salah?" suaranya terdengar sinis dan penuh kebanggaan. "Aku tidak butuh kau mengajarkan apa yang benar atau salah. Aku sudah menjalani hidupku dengan caraku sendiri"
Alayna menatapnya dengan tatapan tajam. "Aku tidak berharap kau merasa bersalah, Jay. Aku hanya berharap kau bisa merefleksikan semua yang telah terjadi. Selama ini, kau hidup dengan kebohongan dan kesombongan, namun sekarang kau harus menghadapi kenyataan"
Jay tertawa, gelak tawa yang terasa dingin dan penuh penghinaan. "Kenyataan? Apa yang perlu aku hadapi? Semua ini tidak lebih dari sekadar permainan bagiku. Aku tidak akan menyesali apa yang sudah terjadi"
Mendengar kata-kata Jay, hati Alayna terasa nyeri. Meski dia sudah lama mengetahui betapa keras kepala dan angkuhnya pria ini, mendengar kata-kata itu langsung dari mulut Jay tetap meninggalkan bekas yang dalam. "Jay" katanya, kali ini suaranya sedikit bergetar. "Penyesalan itu datang lebih lambat daripada yang kau kira. Aku hanya ingin kau tahu bahwa ada banyak orang yang kau sakiti, banyak orang yang mempercayaimu dan kau hancurkan itu semua"
Jay tidak menjawab, hanya menatap Alayna dengan mata yang kosong. Di balik kaca itu, suasana menjadi semakin berat, semakin sulit. Alayna merasa seakan-akan kata-katanya hanya melayang begitu saja, tak pernah sampai ke hati Jay.
"Aku hanya berharap" kata Alayna, setelah hening sejenak, "Bahwa suatu hari nanti, ketika semua ini berakhir, kau bisa melihat apa yang telah kau lakukan dan akhirnya mengerti. Aku tidak ingin kau terus menjalani hidup ini dengan kebanggaan yang kosong"
Alayna menundukkan kepalanya, merasakan ketegangan di dadanya. Tak ada kata-kata lagi yang bisa dia ucapkan. Semua yang ingin dia sampaikan sudah keluar, namun entah kenapa, semuanya terasa sia-sia. Jay masih sama seperti dulu, keras kepala, angkuh dan tidak menunjukkan sedikit pun perubahan.
Alayna akhirnya berdiri, mengarahkan pandangannya terakhir kali ke Jay, yang tetap duduk dengan sikap acuh tak acuh. Dia menarik napas panjang sebelum mengucapkan kalimat terakhirnya, "Aku harap kau bisa menemukan jalan yang benar di sini, Jay. Aku harap kau bisa berubah" Dengan langkah yang terasa berat, Alayna berjalan keluar dari ruang pengunjung, meninggalkan Jay yang tetap duduk di sana, terkurung dalam kebanggaan yang masih membelenggunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfiction(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)