Hari itu, langit tampak cerah, namun bagi Anna, semuanya terasa begitu berat. Setiap langkah yang ia ambil seolah membuat tubuhnya semakin lemah. Meskipun ia berusaha menjalani hari seperti biasa, tubuhnya menuntut untuk berhenti. Ia merasa tidak enak badan sejak pagi, namun tetap memaksakan diri untuk bekerja di rumah Jay.
Pekerjaan yang sudah menjadi rutinitasnya itu terasa lebih melelahkan dari biasanya. Walaupun ada Bibi yang membantu dengan tugas-tugas lainnya, Anna masih merasa harus menyelesaikan pekerjaan yang ada. Namun, saat itu, tubuhnya sudah tidak bisa lagi bertahan. Setiap gerakan terasa berat dan pusing mulai menguasai pikirannya. Tubuhnya merosot perlahan, tetapi ia menahannya sekuat tenaga.
Namun, tak lama setelah itu, pandangannya mulai gelap. Pekerjaan yang ada di depannya terasa semakin kabur, dan akhirnya ia tidak mampu lagi menjaga keseimbangan. Anna jatuh ke lantai dengan tak sadarkan diri.
Bibi yang sedang berada di dapur, mendengar suara jatuh yang keras. Ia segera berlari dan terkejut saat melihat Anna terbaring tak bergerak di lantai. Wajah Bibi berubah cemas, dengan cepat ia berlari mendekat dan memeriksa pernapasan Anna.
“Anna!” Bibi memanggil dengan panik, mengguncang tubuh Anna pelan. Melihat wajah pucat dan tubuh yang kaku, Bibi segera mengangkat telepon dan menelepon taksi untuk membawa Anna ke rumah sakit.
***
Niki berlari dengan cepat sepanjang lorong rumah sakit, langkah kakinya terdengar cepat di lantai yang dingin. Kepanikan menyelimuti pikirannya sejak menerima telepon dari pihak rumah sakit yang memberi kabar bahwa Anna telah dibawa dalam kondisi pingsan. Ia merasa jantungnya berdetak cepat, seakan tubuhnya tak mampu mengikuti laju kecemasan yang terus melesat.
Sesampainya di UGD, Niki segera menemui dokter yang sedang menangani Anna. Dokter itu terlihat sedang menulis sesuatu di catatan medis sambil sesekali memeriksa alat-alat medis yang terpasang di tubuh Anna.
"Dokter, bagaimana keadaan kakakku ?" Niki bertanya dengan suara terburu-buru, wajahnya tampak cemas.
Dokter itu menatap Niki sejenak sebelum menjawab dengan tenang. "Dia sudah sadar, namun kondisinya cukup lelah. Kami sudah memberikan cairan infus untuk menstabilkan tubuhnya" Dokter itu melanjutkan, "Tampaknya dia terlalu memforsir tenaga dalam beberapa hari terakhir, sehingga tubuhnya kelelahan"
Niki menghela napas lega, tetapi ketegangan di hatinya masih ada. "Jadi tidak ada yang serius, kan, Dok ?"
Dokter itu mengangguk. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, kami sarankan agar dia benar-benar beristirahat beberapa hari ke depan. Tubuhnya perlu pemulihan"
Niki mengangguk, tetapi saat itu, kata-kata dokter berikutnya membuatnya terdiam.
"Satu hal lagi yang perlu diperhatikan" kata dokter dengan nada serius. "Kondisi Nona Anna sedang hamil"
Niki terdiam. Kata-kata itu bagaikan petir yang menyambar. Hamil ? Bibirnya bergetar, matanya menatap dokter dengan penuh keraguan.
"Hamil ?" Niki mengulang dengan suara pelan, seolah ingin memastikan bahwa dia tidak salah dengar. "Apa maksud dokter ?"
Dokter itu mengangguk lagi. "Iya. Kami sudah melakukan tes dan hasilnya menunjukkan bahwa Nona Anna sedang hamil. Itu juga salah satu alasan mengapa tubuhnya mudah kelelahan"
Niki merasakan dunia seakan berhenti berputar. Perasaan campur aduk memenuhi dadanya, bingung, terkejut, dan cemas. "Tapi bagaimana bisa ? Kenapa dia tidak pernah mengatakan apa-apa padaku ?"
Dokter menatap Niki dengan penuh perhatian. "Mungkin Anna sendiri belum sepenuhnya menyadari atau siap dengan kondisi ini. Tetapi yang jelas, dia perlu istirahat dan perhatian ekstra, terutama sekarang"
Niki hanya bisa terdiam, kata-kata dokter berputar-putar di kepalanya. Hamil ? Apa yang sebenarnya terjadi dengan kakaknya ? Semua hal yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir terasa begitu membingungkan dan tidak masuk akal. Anna yang selalu tampak kuat, tiba-tiba terlihat sangat rapuh. Niki merasa terhimpit dengan perasaan yang sangat sulit dijelaskan.
Dia berdiri di sana, bingung harus melakukan apa. Tapi satu hal yang pasti, Anna butuh perlindungan lebih dari sebelumnya. Niki menyadari bahwa tugasnya kini lebih berat daripada sebelumnya. Ia harus melindungi kakaknya, tetapi menghadapi kenyataan ini terasa begitu menakutkan.
Setelah beberapa detik yang terasa seperti berjam-jam, Niki akhirnya mengangguk pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri. "Terima kasih, Dokter" Suaranya bergetar, namun ia berusaha menahan tangis yang sudah sangat ingin meledak. "Aku akan pastikan Anna beristirahat"
Dokter mengangguk dan meninggalkan Niki sendirian di ruang UGD. Niki duduk di bangku dekat tempat tidur Anna, menatap wajah kakaknya yang terlihat begitu rapuh dalam tiduran itu. Semua yang dia tahu kini berubah dalam sekejap. Anna hamil ? Apa yang harus dia lakukan ? Dan bagaimana mungkin kakaknya tidak memberitahunya ?
Anna perlahan membuka matanya, rasanya seperti ada beban yang sangat berat di kepalanya. Suara-suara samar terdengar di sekitarnya, namun segala sesuatu terasa kabur dan jauh. Ketika pandangannya mulai fokus, ia melihat Niki duduk di sampingnya, wajah kakaknya terlihat cemas dan penuh perhatian.
"Niki..." Suara Anna keluar serak, hampir seperti bisikan, dan kepala terasa sangat pusing. Dengan usaha yang keras, ia berusaha untuk mengangkat tangannya dan menyentuh pelipisnya yang berdenyut. "Apa yang terjadi ?" tanyanya, suaranya masih terputus-putus.
Niki memandang Anna dengan tatapan lembut namun penuh perhatian. "Kak, kau pingsan karena kelelahan. Tubuhmu terlalu banyak bekerja" Niki berbicara dengan pelan, berusaha menenangkan Anna yang terlihat sangat rapuh.
Anna mengangguk perlahan, tetapi wajahnya menunjukkan rasa sakit yang luar biasa. "Kepalaku pusing" ucapnya pelan, matanya kembali terpejam, mencoba untuk meredakan rasa sakit di kepalanya.
Niki duduk di samping tempat tidur Anna, tatapannya penuh kebingungan dan kekhawatiran. Di dalam benaknya, pikirannya berlarian. Apakah Anna tahu bahwa dirinya sedang hamil ? Rasa cemas itu muncul begitu mendalam. Jika Anna tidak tahu tentang kehamilannya, bagaimana Niki harus memberitahukan hal itu ? Apakah Anna siap mendengarnya ?
Niki menghela napas dalam-dalam, berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia tahu bahwa situasi ini tidak mudah. Menyampaikan kabar seperti ini tidak hanya akan mengejutkan Anna, tapi juga bisa membuatnya semakin terpuruk. Namun, ia tak bisa membiarkan kakaknya terus hidup dalam kebingungannya.
Tiba-tiba, Anna membuka matanya lagi, kali ini lebih sedikit, seolah ingin mencari Niki. "Niki..." Suara Anna terdengar semakin lemah. "Apa... apa ada yang salah ?"
Niki tersentak, sejenak menatap Anna dengan penuh kasih. Ia menggenggam tangan kakaknya dengan lembut, berusaha memberinya rasa aman. "Tidak ada yang salah, Kak" jawab Niki, mencoba mengalihkan perhatian Anna dari kebingungannya. "Kau hanya butuh istirahat. Semuanya akan baik-baik saja"
Namun, Niki tahu itu hanya sebagian kebenaran. Ia tak bisa terus menutupi kenyataan. Dalam hati, Niki berjanji akan menemukan cara untuk memberitahu Anna tentang kehamilannya, meskipun ia belum tahu bagaimana caranya.
Anna terdiam sejenak, masih tampak terkejut, namun perlahan matanya mulai terpejam lagi. Niki bisa merasakan kekuatan yang terkuras habis dari tubuh kakaknya. Ia merasa sangat ingin mengungkapkan kebenaran, tapi keadaan Anna yang lemah membuatnya ragu. Semua terasa begitu rumit dan Niki merasa bingung bagaimana harus mulai berbicara tentang hal ini.
"Jangan khawatir, Kak" kata Niki lagi, suara lembut namun penuh ketegasan. "Aku di sini dan aku akan memastikan kau baik-baik saja. Kau hanya perlu beristirahat"
Anna hanya mengangguk pelan, berusaha untuk tidur kembali. Namun, Niki tetap duduk di sampingnya, memikirkan masa depan yang tak terduga ini. Kehamilan Anna adalah kenyataan yang tak bisa lagi diabaikan dan Niki merasa beban di pundaknya semakin besar. Bagaimana ia akan membantu Anna melewati semua ini ?
***
tinggalin jejak yaa :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfikce(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)