Tahun-tahun berlalu dan meskipun segala sesuatu tampak berjalan seperti biasa, ada luka lama yang masih belum sepenuhnya sembuh dalam hati Anna. Seperti hari ini, di sebuah rumah kecil yang sederhana namun penuh kebahagiaan yang terasa begitu murni.
Anna tengah sibuk di dapur, menyiapkan makanan dengan penuh perhatian. Gerakan tangannya terampil, namun pikirannya sesekali melayang jauh. Suara riuh langkah kaki terdengar di luar dan tak lama kemudian Niki masuk ke rumah, membawa seorang anak laki-laki kecil yang tampak ceria di gendongannya. Anna menoleh, tersenyum melihat keduanya.
"Ah, akhirnya kalian pulang" kata Anna sambil melirik ke arah anak laki-laki yang tampak begitu riang. "Bagaimana harimu di sekolah?"
Anak laki-laki yang bernama Noah itu menoleh pada ibunya dan kemudian dengan ceria mulai bercerita meskipun kata-katanya terdengar agak terbata-bata. "Aku bermain sama teman-teman... dan Ibu guru mengatakan kalau aku pintar!" ujarnya dengan penuh semangat.
Mendengar itu, Anna dan Niki saling bertukar pandang, lalu tertawa bersama melihat kelucuan Noah. Tawa mereka mengisi ruangan yang sederhana itu dengan kehangatan dan sejenak Anna merasa sedikit lebih ringan dari beban yang ada di hatinya.
Setelah makan malam selesai, mereka bertiga duduk bersama di meja makan, menikmati waktu kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Niki, yang biasanya membantu mengurus Noah, kini mengusap pelan kepalanya sambil menyendokkan sisa makanan ke dalam mangkuknya. Tiba-tiba Noah menguap lebar, matanya mulai terpejam, tanda bahwa hari itu telah membuatnya lelah.
"Sepertinya dia sudah siap tidur" kata Niki sambil tersenyum. "Biar aku yang bereskan sisa makanan ini, kau fokus menidurkan Noah saja, kak"
Anna mengangguk pelan, lalu berdiri dari kursinya dan menghampiri Noah yang tertidur di meja. Dengan hati-hati, dia menggendongnya dan membawanya menuju kamar. Suara langkah kaki mereka perlahan menghilang di balik dinding kamar. Anna meletakkan anaknya di tempat tidur, menutupi tubuh kecil itu dengan selimut.
Anna duduk di tepi tempat tidur, memandang anaknya yang kini sudah tertidur lelap. Hembusan napas Noah terdengar begitu tenang dan Anna mengusap pelan punggungnya, merasa damai melihatnya tidur. Namun, saat matanya menatap Noah, sekejap semuanya terasa begitu berat. Wajahnya dengan mata dan hidungnya yang sangat mirip dengan milik Jay, membuat Anna terdiam.
Selama bertahun-tahun, dia berusaha melupakan semuanya, berusaha menghapus semua kenangan yang telah menjadi luka dalam hidupnya. Namun setiap kali dia melihat wajah anaknya, kenangan itu kembali datang dan perasaan bersalahnya pun muncul. Bagaimana dia merasa seharusnya bisa berbuat lebih banyak untuk Jay, bagaimana dia tak bisa menyelamatkannya dan bagaimana segala sesuatunya bisa berakhir dengan cara yang begitu menyakitkan.
Anna menutup matanya, mencoba meredakan gejolak perasaannya. Sudah lima tahun sejak kepergian Jay dan meskipun Anna dan Niki berusaha menjalani kehidupan mereka dengan sebaik mungkin, perasaan itu, perasaan yang datang dengan mengenang masa lalu masih begitu kuat. Setiap detik yang berlalu, setiap momen yang mereka jalani, perasaan bersalah dan kehilangan itu selalu ada, mengikutinya seperti bayangan yang tak bisa dia tinggalkan.
Namun di sisi lain, Anna juga tahu bahwa dia harus terus berjuang untuk anaknya, untuk Niki dan untuk dirinya sendiri. Mereka tidak bisa terjebak selamanya dalam bayang-bayang masa lalu. Noah yang kini tidur dengan damai di depannya, adalah bukti bahwa hidup mereka terus berjalan, meskipun dengan perasaan yang terkadang tak mudah untuk diterima.
Dengan perlahan, Anna meraih tangan anaknya yang tertidur, menggenggamnya dengan lembut. Ada harapan di dalam hatinya, harapan bahwa suatu hari nanti, dia bisa benar-benar melepaskan semua yang telah terjadi dan menerima kenyataan dengan lebih baik. Namun untuk saat ini, dia hanya bisa duduk di sana, di samping anaknya, menatap wajah kecil itu dengan cinta yang tak terhingga.
"Aku akan selalu ada untukmu" bisik Anna, suara lembutnya terdengar penuh kasih sayang, meskipun hati kecilnya masih merasakan berat. "Aku akan selalu melindungimu, apapun yang terjadi"
Anna keluar dari kamar dan menemukan Niki duduk di ruang tengah dengan tatapan yang sedikit kosong, seolah memikirkan banyak hal. Anna mendekat, duduk di sampingnya, dan dengan lembut bertanya, "Ada apa? Apakah kegiatan sebagai pelatih basket berjalan lancar?"
Niki mengangguk pelan, meskipun ada kelelahan yang terlihat di wajahnya. "Semua berjalan lancar, kak" jawabnya, suaranya lembut, namun penuh ketenangan. "Bantuan Jake sangat berarti, dia ikut membantu di sekolah. Aku tak menyangka dia akan begitu cepat menyesuaikan diri di sini"
Mendengar itu, Anna tersenyum, hatinya merasa lega. "Aku senang mendengar itu. Jake memang bisa diandalkan. Dia pasti tahu betapa berharganya bantuanmu bagi sekolah dan anak-anak di sana" kata Anna dengan lembut, meskipun ada perasaan hangat yang membelai hatinya mendengar Niki berbicara begitu.
Keduanya terdiam sejenak, saling menatap dalam keheningan yang nyaman. Anna merasakan ada sesuatu yang lebih dari sekadar percakapan biasa, ada ikatan yang tak bisa dijelaskan, kedekatan yang hanya bisa dipahami oleh mereka berdua. Mereka sudah melalui banyak hal bersama dan itu membuat mereka semakin dekat, semakin saling mengerti.
Niki menoleh dan tersenyum. "Aku tahu kita sudah banyak melalui cobaan" katanya pelan, "Tapi aku juga tahu, apapun yang terjadi, kita akan selalu bersama. Kita punya satu sama lain"
Anna merasakan ada kehangatan yang datang dari kata-kata itu. Dia tahu, meskipun masa lalu tidak bisa diubah, mereka masih memiliki masa depan yang bisa mereka jalani bersama. "Benar" jawab Anna dengan suara lembut, "Kita akan terus berjalan bersama, melewati setiap langkah hidup, apapun yang terjadi. Aku akan selalu ada untukmu"
Mereka berdua saling berpelukan, sebuah pelukan yang penuh makna. Dalam pelukan itu, mereka tidak hanya berbagi kehangatan, tapi juga kekuatan untuk terus melangkah. Semua perasaan yang terkadang tak terungkapkan, kini terasa begitu jelas di hati mereka.
Setelah beberapa saat, mereka melepaskan pelukan itu, tetapi ikatan di antara mereka tak pernah hilang. Anna dan Niki tahu, meskipun hidup kadang terasa berat, mereka akan selalu punya satu sama lain. Mereka berdua tak lagi merasa sendiri, karena mereka memiliki satu hal yang lebih penting dari apapun, saling mendukung, saling memberi kekuatan.
Sambil duduk bersama di ruang tengah yang sederhana, mereka berbicara tentang kehidupan yang baru mereka jalani-tentang anak-anak yang mereka bantu, tentang hari-hari penuh kebahagiaan meskipun ada rasa kehilangan yang tak pernah benar-benar hilang. Mereka tahu bahwa hidup akan terus bergerak maju dan bersama-sama, mereka akan menghadapi setiap tantangan yang datang.
Malam pun semakin larut dan saat Anna menatap Niki dengan penuh cinta, ia menyadari satu hal, tidak ada yang lebih berharga daripada ikatan yang mereka miliki. Terkadang, perjalanan hidup yang penuh rintangan ini bisa terasa sangat sulit, tapi Anna tahu, selama mereka berdua masih ada, mereka akan selalu punya kekuatan untuk terus maju.
Dengan hati yang penuh ketenangan, Anna dan Niki melanjutkan perjalanan hidup mereka, tidak terburu-buru, tetapi dengan keyakinan bahwa mereka tak akan pernah benar-benar sendiri. Setiap langkah yang mereka ambil, meskipun kadang terasa berat, kini dilalui dengan penuh harapan dan kebersamaan. Dalam keheningan malam itu, mereka tahu bahwa meskipun masa lalu tak bisa diubah, mereka telah menemukan kedamaian dalam diri satu sama lain. Dan bersama Noah, anak yang kini menjadi harapan baru dalam hidup mereka, mereka menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Akhirnya, hidup mereka yang penuh luka dan perjuangan itu menemukan jalannya-sebuah jalan yang dipenuhi cinta, pengorbanan dan kekuatan untuk bangkit. Mereka belajar bahwa meskipun segala sesuatunya tak selalu berjalan sesuai rencana, yang terpenting adalah saling memiliki dan mendukung. Dan dengan itu, cerita mereka pun berakhir, dengan sebuah awal yang baru untuk setiap langkah yang akan datang.
끝
terimakasih yg udh setia ninggalin jejak dan terus ikutin story ini dari awal sampe akhir, aku minta maaf kalau cerita ini ada kesalahan ataupun kurang berkenan dan aku tidak berniat utk menjelekkan siapapun ini murni hanya imajinasiku, kita ketemu lagi di story lainnya yaa, boleh mampir ke profile aku kalau kalian suka story dengan cast member enha, love u guys!
dan utk pengganti cerita ini aku up story baru "His Unwanted Bride" dengan cast uri jjongssaengie, boleh mampir yaa :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfiction(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)